Kementerian Kemajuan Luar Bandar dan Wilayah Malaysia Belajar Ekonomi Desa di Kabupaten Bogor

BisnisBogor -Desa Sukamanah Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor kedatangan tamu dari Kementerian Kemajuan Luar Bandar dan Wilayah Malaysia dalam kunjungan kerja terkait pembangunan perdesaan, para rombongan tamu negara tersebut diterima di Kantor Desa Sukamanah, pada Kamis (4/1).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Deni Ardiana yang mewakili Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti menyampaikan selamat datangnya yakni Kabupaten Bogor merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Barat Republik Indonesia yang secara geografis dekat dengan ibukota Negara, Jakarta, sehingga menjadi penyokong utama perekonomian Jakarta. adapun secara administratif, Kabupaten Bogor terbagi atas 40 Kecamatan, 417 Desa dan 17 kelurahan.
“dengan jumlah desa sebanyak itu, tentunya tantangan pengelolaan Desa di Kabupaten Bogor cukup kompleks, terutama apabila dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang memberikan kewenangan otonom kepada Pemerintah Desa untuk mengelola anggaran yang cukup besar dari anggaran pendapatan dan belanja Negara serta anggaran pendapatan dan belanja daerah, baik Provinsi maupun Kabupaten, antara lain dalam bentuk dana desa, “ujarnya.
Ia juga mengatakan setiap Kepala Desa dan Aparatur Pemerintah Desa di Kabupaten Bogor diarahkan untuk meningkatkan alokasi dana Desa untuk bidang pemberdayaan dengan harapan mampu meningkatkan kapasitas Desa dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam hal ini adalah menggali potensi lokal dengan melibatkan masyarakat setempat dengan pembentukan Bumdes. tujuannya adalah mengembangkan kewirausahaan pada ranah usaha yang diprakarsai Desa agar potensi Desa berkembang optimal dan pergerakan ekonomi masyarakat menemukan bentuknya sebagai sumber kesejahteraan yang berksinambungan, “katanya.
Deni juga menjabarkan bahwa jumlah kios di pasar Desa yang dikelola Bumdes milik Desa Sukamanah 107 unit, dengan potensi retribusi meliputi retribusi kios, retribusi angkot, retribusi ojek dan retribusi parkir. adapun unit badan pengelola sarana air bersih mempunyai pelanggan sebanyak 520 kepala keluarga dengan jumlah 2.200 jiwa pengguna air bersih dan Bumdes Sukamanah juga mengembangkan unit simpan pinjam melalui peminjaman modal usaha bagi usaha kecil dengan kisaran 500.000 Rupiah sampai dengan 1.000.000 Rupiah dengan jasa yang dipungut sebesar 1 persen perbulan.
“harapan kami Bumdes Sukamanah mampu memberikan gambaran bagi delegasi malaysia untuk mengembangkan kerjasama dengan Pemerintah Indonesia dalam berbagai bidang, khususnya bidang pertanian, perdagangan dan pariwisata yang menjadi fokus kajian kunjungan kerja kali ini, “ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Taufik Madjid mengatakan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa telah menempatkan desa pada tempat terbaik.
“Dalam tiga tahun terakhir, pembangunan desa sangat masif. Sejak 2015 pemerintah telah menyalurkan Dana Desa yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun, agar dana-dana yang dikelola Desa tersebut dapat digunakan secara optimal dan lebih efektif untuk pembangunan desa, diperlukan upaya untuk mendorong terjadinya pertukaran pengetahuan dan inovasi antardesa,”ungkapnya.
Adapun Menteri Kemajuan Luar Bandar dan Wilayah Malaysia, Dato Sri Ismail Sabri Bin Yaakob mengatakan tujuan melakukan kunjungan untuk meningkatkan hubungan antara Negara Indonesia dan Malaysia serta ingin bertukar pikiran bagaimana pembangunan Desa yang otonom dengan dikepalai oleh Kepala Desa sehingga Desa tidak tergantung pada anggaran Pemerintah.
Ia pun berkomitmen akan melakukan pertukaran produk Desa jadi Produk Desa dari Indonesia bisa di export ke Malaysia begitu pun sebaliknya. (Tri)

Comments

comments here

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *