10 Negara Tujuan Investasi Langsung Selama Pandemi

Kesepuluh negara menerima investasi langsung US$25,3 triliun atau 65,4 persen dari total investasi langsung dunia.

Sri Mas Sari
Dec 24, 2021 - 3:18 PM
A-
A+
10 Negara Tujuan Investasi Langsung Selama Pandemi

Ilustrasi China menjadi salah satu negara penerima investasi asing langsung terbesar di dunia./BBC-AFP

Bisnis, JAKARTA – Amerika Serikat dan negara-negara Eropa memimpin posisi investasi langsung terbesar selama pandemi Covid-19.

Hasil terbaru survei investasi langsung yang dilakukan IMF melaporkan 10 penerima investasi langsung terbesar di dunia pada 2020 meliputi AS, Belanda, Luksemburg, China, Inggris , Hong Kong, Singapura, Swiss, Irlandia, dan Jerman.

Kesepuluh negara menerima investasi langsung US$25,3 triliun atau 65,4 persen dari total investasi langsung dunia.

IMF juga mencatat kenaikan US$2,2 triliun atau 6 persen dari posisi investasi langsung 2019. Kenaikan itu lebih tinggi dari pertumbuhan 2019 yang hanya US$1,3 triliun.

“Terlepas dari ketidakpastian yang diciptakan oleh pandemi Covid-19, peningkatan posisi investasi asing langsung sebagian besar sejalan dengan peningkatan tahunan rata-rata selama lima tahun terakhir,” tulis IMF di laman resmi.

Pertumbuhan investasi dari 2019 ke 2020 dipimpin oleh kenaikan di Eropa dan Asia Pasifik. Di Eropa, Inggris dan Jerman menduduki puncak daftar, masing-masing menyumbang 18 persen dan 15 persen. Di Asia Pasifik, peningkatan tersebut terutama didorong oleh China. Faktanya, China menunjukkan peningkatan terbesar yang dilaporkan dalam investasi langsung ke dalam (inward investment) dan ke luar (outward investment) di seluruh dunia. Pada saat yang sama, posisi investasi asing langsung di Afrika sedikit menurun dari 2019, sebagian besar didorong oleh posisi yang lebih rendah di Nigeria.

AS mengambil posisi teratas sebagai penerima investasi asing langsung terbesar pada 2019 dan mengonsolidasikan posisi itu kembali pada 2020. Jepang, Jerman, dan Belanda, menyumbang sebagian besar peningkatan investasi asing langsung di Negeri Paman Sam selama tiga tahun terakhir.

Sementara itu, yurisdiksi pajak rendah seperti Belanda, Luksemburg, Hong Kong, Singapura, dan Irlandia tetap berada di antara asal dan tujuan investasi langsung teratas. Mereka terus menjadi tujuan yang menarik untuk berbagai jenis investasi, termasuk yang disalurkan melalui entitas tujuan khusus (anak perusahaan yang dibuat oleh perusahaan induk di negara-negara yang nyaman).

Adapun, Indonesia menurut survei IMF hanya membukukan investasi langsung US$240,5 miliar pada 2020.

Editor: Sri Mas Sari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar