1001 Alasan Indonesia Ketergantungan Impor Alkes

Berdasarkan data milik Kemenkes per 2021 ihwal alat kesehatan, neraca perdagangan alat kesehatan Indonesia 2020 mengalami defisit yang cukup lebar sebesar US$1.662 juta atau setara dengan Rp23,8 triliun.

Wike D. Herlinda

9 Apr 2022 - 13.00
A-
A+
1001 Alasan Indonesia Ketergantungan Impor Alkes

Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool

Bisnis, JAKARTA — Industri kesehatan di Tanah Air terus terbelenggu ketergantungan yang tinggi terhadap impor alat kesehatan, kendati produksi dalam negeri cukup mumpuni. Berbagai cara pun ditempuh mesti untuk meningkatkan penggunaan alkes lokal di lingkungan rumah sakit.

Terkait dengan hal itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengusulkan agar pemerintah membuka jalur pemasaran bagi alat kesehatan buatan dalam negeri untuk mengatasi defisit neraca dagang yang cukup lebar dari barang tersebut. 

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kesehatan Charles Honoris mengatakan langkah itu mesti diambil untuk membenahi ekosistem perdagangan alat kesehatan lokal yang ditekan oleh barang impor. 

“Dengan terbentuknya jalur pemasaran maka ekosistem alat kesehatan akan terbentuk, produsen komponen, bahan baku sarana pengujian akan terbentuk seiring dengan meningkatnya permintaan dalam negeri,” kata Charles, Jumat (8/4/2022). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Wike Dita Herlinda
company-logo

Lanjutkan Membaca

1001 Alasan Indonesia Ketergantungan Impor Alkes

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.