264 Motor Listrik Gesits Perkuat Armada Operasional PLN

PT PLN melalui PT Haleyora Power dan PT WIKA Industri Manufaktur melanjutkan sinergi penyediaan sepeda motor listrik dengan jumlah total hingga saat ini mencapai 264 unit.

Fatkhul Maskur

16 Nov 2021 - 12.14
A-
A+
264 Motor Listrik Gesits Perkuat Armada Operasional PLN

PLN secara bertahap mendorong akselerasi kendaraan listrik di Tanah Air. - Foto PLN

Bisnis, JAKARTA - PT PLN (Persero) mendorong akselerasi kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia, salah satunya dengan sinergi BUMN. Salah satunya dengan menggunakan sepeda motor listrik Gesits untuk armada operasionalnya.

Melalui anak usaha PLN, PT Haleyora Power (HP) dan PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA) melanjutkan sinergi penyediaan sepeda motor listrik Gesits dengan hingga saat ini 264 unit.

Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia PLN Syofvi Felienty Roekman mengatakan PLN secara bertahap mendorong akselerasi kendaraan listrik di Tanah Air. Salah satunya dengan menggandeng Gesits sebagai kendaraan operasional tenaga kerja pelayanan teknik (Yantek).

"Saat ini Yantek kita (PLN) kan banyak ya, kira-kira ada 35.000 orang. Nah mereka butuh kendaraan seperti apa saja? Kita inginnya mendorong penggunaan kendaraan listrik," ujarnya dalam keterangan resmi pada Senin (15/11/2021).

Untuk operasional yantek PLN, sejauh ini sudah ada 150 motor listrik yang diadakan sejak 2019. Dengan kerja sama antara PT Haleyora Power (HP) dan PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA), nantinya akan ada penambahan 114 motor listrik.

Adapun, 114 motor akan disebarkan di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Provinsi Riau. Khusus di Jawa Barat, lanjut Syofvi, PT Haleyora Power (HP) telah menggunakan 41 motor listrik untuk operasionalnya.

Direktur Utama PT Haleyora Power Purnomo mengatakan di wilayah Jawa Barat ada 1.924 Yantek. Dirinya menjelaskan, bahwa tantangan menggunakan motor listrik adalah menjangkau wilayah-wilayah terpencil.

"Karena ada beberapa lokasi sulit untuk dijangkau sehingga memerlukan motor dengan spesifikasi khusus [motor trail]," ujarnya.

Kendati demikian, ke depan, secara bertahap motor Yantek PLN akan diganti dengan motor listrik menyesuaikan kondisi lapangan.

Kerja sama dengan PT Wima juga merupakan bentuk sinergi BUMN untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.

"Harapan ke depan, motor listrik bisa digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Kecepatannya juga sudah seperti motor biasa. Motor ini [Gesits] di-charge di rumah sudah bisa," kata Direktur Utama PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA) Muhammad Samyarto.

Sinergi BUMN ini, bermula dari penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan oleh PLN dan mitra kendaraan listrik, termasuk WIMA, pada 8 November 2020.

Kesepakatan tersebut, merupakan wujud PLN mendorong penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai di antara para pelaku usaha baik produsen kendaraan listrik, maupun para pengguna menuju ketahanan energi nasional, Power Beyond Generations.

Kendaraan UMKM

Penggunaan kendaraan listrik adalah salah satu langkah untuk mendorong transisi menuju energi di masa depan yang bersih. Selain menggunakan sepeda motor Gesits untuk armada operasional, PLN juga aktif berkampanye untuk penggunakan kendaraan listrik. 

Akhir pekan lalu, Direksi PLN kemarin, menggelar Touring Mobil Listrik Rute Jakarta - Bandung dalam rangka Hari Listrik Nasional ke-76. Ada 22 mobil listrik berasal dari beragam merek, seperti Hyundai, Mitsubishi, Nissan, hingga Tesla. 

Selain itu, PLN membagikan sebanyak 77 unit kendaraan listrik beroda tiga bagi kalangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Jawa dan Bali, untuk memasyarakatkan energi bersih dan ramah lingkungan. 

Terdapat 12 kendaraan yang dibagikan di Bandung untuk membantu UMKM agar bisa berjualan. Untuk di Jawa dan Bali, rencananya akan ada 77 unit tergantung pada ketersediaan pemesanan. 

"Semoga ini bisa bermanfaat bagi teman-teman UMKM yang semakin mengerti bahwa kendaraan ini bertenaga listrik, sehingga lebih hemat dan mereka tak perlu isi bensin," kata Syofvi.

Direktur Perencanaan Korporat PLN Evy Haryadi mengatakan, minat masyarakat akan kendaraan listrik dapat digaet melalui ekosistem EV yang memadai dan siap. Hal ini sejalan dengan target emisi nol bersih PLN pada 2060.

Selain untuk mewujudkan energi yang lebih bersih, hal ini didorong dengan fakta bahwa Indonesia memiliki banyak potensi pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), mulai dari panas bumi, tenaga air, bioenergi, surya, dan angin.

Untuk mewujudkan hal itu, PLN secara aktif mendorong penggunaan energi listrik yang ramah lingkungan kepada masyarakat. Selain dengan memberikan kemudahan dan stimulus listrik bagi pelanggan, PLN berkomitmen untuk terus menyempurnakan ekosistem kendaraan listrik.

Per Oktober 2021, PLN telah menyediakan 47 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di seluruh Indonesia.

PLN juga aktif mengajak pihak ketiga untuk bekerja sama membuka SPKLU dengan menghadirkan laman khusus untuk layanan kemitraan. Melalui laman ini, nantinya para badan usaha yang hendak turut serta dalam membangun SPKLU bisa mendaftar melalui kanal tersebut.

"Kami sudah kerja sama untuk charger dan home charging, dengan beberapa provider EV dan SPKLU sudah buka satu mekanisme kerja sama bisnis," kata Evy.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.