3 Perusahaan Melantai di Bursa Senin (12/2), Berikut Proyeksinya!

Setidaknya, ada tiga emiten yang bakal melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (2/12). Simak ulasan berikut agar tak salah arah.

Redaksi

11 Feb 2024 - 13.03
A-
A+
3 Perusahaan Melantai di Bursa Senin (12/2), Berikut Proyeksinya!

Ilustrasi IPO./Bisnis

Bisnis, JAKARTA - Sejumlah tiga perusahaan dijadwalkan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia, Senin (12/2/2024). Menarik mengetahui valuasi sahamnya dari sisi PER dan PBVR. 

Tiga emiten yang akan tercatat besok adalah PT Homeco Victorian Makmur Tbk. (LIVE), PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk. (MKAP) dan PT Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA). 

LIVE yang melepas 17,60% dari jumlah saham yang tercatat dengan harga Rp148 ini memiliki PER sebesar 9,26 kali dan PBVR sebesar 1,95 kali. Perhitungan valuasi ini menggunakan laporan keuangan per 31 Juli 2023. 

Dalam laporan keuangannya, LIVE membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp19,64 miliar dengan jumlah modal tercatat sebesar Rp170,49 miliar. 

Kemudian emiten MKAP yang menawarkan 650 juta saham dengan harga Rp115 per saham memiliki PER 10,17 kali dengan PBVR sebesar 1,67 kali. Perhitungan valuasi ini juga menggunakan laporan keuangan periode 7 bulan. 

Perseroan pada 2005 memperluas bisnisnya ke bidang penyewaan pompa melalui kepemilikan PT Petrodrill Manufaktur Indonesia. Akan tetapi, MKAP melepas kepemilikan pada Petrodrill di tahun 2023. Pada 2008, MKAP melalui produk Water Pump Mudking berhasil mempelopori pekerjaan jasa sewa Water Transfer & Brine Pump untuk proyek Geothermal di Indonesia. 

Sejak tahun 2018 hingga saat ini, MKAP berhasil memperoleh kontrak penyediaan produk atau jasa untuk proyek migas berbagai perusahaan terkemuka, seperti PT Pertamina EP (2018), Chevron (2018), Freeport McMoran, Grasberg (2019), dan PT Bukit Asam Tbk (2019). 

Terakhir MEJA, emiten yang bergerak di bisnis dekorasi eksterior dan konstruksi gedung ini menawarkan PER sebesar 89,47 kali dengan PBVR sebesar 4,68 kali kepada investor. PER ini lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata milik perusahaan pembanding yaitu sebesar 51,96 kali dengan PBVR sebesar 4,68 kali. 

MEJA ini berencana melepas sebanyak-banyaknya 480 juta saham atau setara 25,03% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan. Penjamin emisi efek dari IPO adalah PT MNC Sekuritas. 

Berdasarkan prospektus perusahaan, MEJA menawarkan saham dengan nilai nominal Rp20 per saham. Adapun harga pelaksanaan yaitu Rp103 per saham. Total dana yang dibidik diperkirakan mencapai Rp49,44 miliar.

Baca Juga : Ada 24 Calon Emiten Antre IPO di BEI, 4 Punya Aset Jumbo 

Antrean IPO

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 24 perusahaan yang berada dalam antrean penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) per 7 Februari 2024. Adapun, 4 calon emiten di antaranya memiliki aset jumbo di atas Rp250 miliar. 

Mengacu data pipeline BEI, selain perusahaan beraset jumbo, tercatat ada 3 perusahaan dengan aset skala kecil di bawah Rp50 miliar. Adapun, 17 perusahaan lainnya memiliki aset skala menengah di antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar yang masih antre untuk IPO. 

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyebut, hingga Rabu, (7/2/2024) telah tercatat 13 emiten yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun sebesar Rp3 triliun.

"Hingga saat ini, terdapat 24 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," ujar Nyoman dalam keterangan resmi, Rabu, (7/2/2024).

Ditinjau berdasarkan sektornya, perusahaan dari sektor industrial mendominasi dengan total 8 perusahaan. Disusul perusahaan dari sektor consumer cyclicals sebanyak 5 perusahaan. 

Baca Juga : Hitungan Kasar Valuasi GRAB-GOTO jika Isu ‘Merger’ Terealisasi 

Selanjutnya ada sektor consumer non-cyclicals sebanyak 4 perusahaan, disusul sektor teknologi 3 perusahaan, basic material 2 perusahaan.

Kemudian ada sektor infrastruktur serta properti dan real estate masing-masing 1 perusahaan. 

Adapun pada hari ini, ada 4 perusahaan yang akan tercatat di BEI, yaitu emiten Grup Bakrie, PT Ancara Logistics Indonesia Tbk. (ALII), PT Terang Dunia Internusa Tbk. (UNTD), serta emiten sektor teknologi yaitu PT Topindo Solusi Komunika Tbk. (TOSK) dan PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk. (MPIX).

Selain itu, dari pipeline obligasi hingga saat ini BEI juga mencatat penerbitan 12 emisi dari 10 penerbit EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp11,9 triliun. Hingga Rabu, (7/2) terdapat 12 emisi dari 8 penerbit EBUS. 

Sementara itu untuk rights issue, BEI mencatat 4 perusahaan yang telah menerbitkan rights issue dengan total nilai Rp3,08 triliun. Hingga saat ini masih ada 24 perusahaan yang masih dalam antrean pipeline rights issue BEI.(Artha Adventy, Rizqi Rajendra)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.