3,5 Jam Xi-Biden Berbincang, Mulai dari Isu Taiwan hingga Iklim

Xi dan Biden membicarakan beragam topik dalam pertemuan puncak virtual hari ini, mulai dari masalah Taiwan, etnis Uighur, kesepakatan dagang, hingga perubahan iklim.

Sri Mas Sari

16 Nov 2021 - 17.09
A-
A+
3,5 Jam Xi-Biden Berbincang, Mulai dari Isu Taiwan hingga Iklim

Presiden AS Joe Biden bertemu secara virtual dengan Presiden China Xi Jinping di Roosevelt Room Gedung Putih, Senin (15/11/2021) waktu Washington./SCMP-Getty Images

Bisnis, JAKARTA – Sejumlah isu menjadi topik pembicaraan dalam pertemuan puncak virtual antara Presiden China Xi Jinping dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang digelar Selasa (16/11/2021) pagi.

Dalam diskusi bilateral selama lebih dari 3,5 jam itu, Xi menggunakan sebagian waktu untuk memperingatkan Biden bahwa mendorong kemerdekaan Taiwan adalah tindakan ‘bermain dengan api’.

China selama ini melihat Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri dan ingin mempersatukannya kembali dengan daratan suatu hari nanti. Di sisi lain, AS berjanji membantu Taiwan mempertahankan diri jika terjadi serangan.

Xi juga menyalahkan ketegangan baru-baru ini akibat ‘upaya berulang oleh otoritas Taiwan mencari dukungan AS untuk agenda kemerdekaan mereka serta niat beberapa orang AS menggunakan Taiwan untuk mengendalikan China’.

"Gerakan seperti itu sangat berbahaya, seperti bermain api. Siapa pun yang bermain api akan terbakar," kata Xi, dilansir Global Times, Selasa (16/11/2021).

Pertemuan puncak hari ini adalah pembicaraan ketiga Xi dan Biden sejak Presiden AS itu dilantik pada Januari.

Diwartakan BBC, Gedung Putih mengatakan Biden sangat menentang upaya sepihak untuk mengubah status quo atau merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Di sisi lain, Biden mengangkat kekhawatirannya tentang pelanggaran hak asasi manusia di Hong Kong dan terhadap etnis Uighur di wilayah barat laut Xinjiang.

Selain persoalan politik, para pemimpin dua negara paling kuat di dunia itu menyoroti beberapa masalah ekonomi.

Pada perdagangan, Biden menyoroti kebutuhan untuk melindungi pekerja dan industri AS dari praktik perdagangan dan ekonomi tidak adil oleh China.

Xi tampaknya juga membuat komentar yang kuat tentang masalah ini. Reuters melaporkan Xi telah memberi tahu Biden bahwa AS perlu berhenti ‘menyalahgunakan konsep keamanan nasional untuk menindas perusahaan-perusahaan China’.

Perubahan iklim juga dibahas. Pekan lalu kedua negara membuat kejutan dengan mengeluarkan deklarasi bersama untuk mengatasi perubahan iklim dalam KTT COP26 di Glasgow, Skotlandia.

Terlepas dari kata-kata keras tentang berbagai isu, pertemuan dimulai dengan kedua pemimpin saling menyapa dengan hangat. Xi mengatakan dia senang melihat teman lamanya, Biden.

Biden mengatakan keduanya selalu berkomunikasi satu sama lain dengan sangat jujur ​​dan terus terang.

"Kami tidak pernah pergi bertanya-tanya apa yang dipikirkan orang lain," ujar Biden.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Sri Mas Sari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.