Free

7 Fakta Uji Coba Kereta Cepat Jakarta - Bandung

Presiden Joko Widodo dan Presiden China Xi Jinping menyaksikan uji coba dinamis Kereta Cepat Jakarta - Bandung melalui virtual di sela-sela KTT G20. Sederet fakta menghiasi agenda tersebut.

Rayful Mudassir

18 Nov 2022 - 09.58
A-
A+
7 Fakta Uji Coba Kereta Cepat Jakarta - Bandung

Tampak depan Kereta Cepat Jakarta - Bandung. Kereta ini ditargetkan beroperasi mulai Juni 2023./ BPMI Setpres

Bisnis, JAKARTA - Presiden Joko Widodo dan Presiden Xi Jinping menyaksikan uji coba operasional Kereta Cepat Jakarta - Bandung (KCJB) secara daring pada Rabu (16/11/2022). Pemerintah optimistis proyek ini bakal selesai pada pertengahan 2023. 

Kedua kepala negara menyaksikan uji coba proyek dengan investasi jumbo ini dari Nusa Dua, Bali. Agenda ini dilaksanakan di sela-sela puncak kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. 

KCJB akan melalui stasiun Halim DKI Jakarta, Karawang, Padalarang, Tegalluar Bandung. Proyek ini awalnya diproyeksi membutuhkan investasi sekitar US$6,07 miliar atau sekitar Rp86,67 triliun. Namun taksiran biaya kini menjadi sekitar US$8 miliar setara Rp114,24 triliun.

Model pembiayaan KCJB adalah 25 persen dari ekuitas sedangkan 75 persen utang dari China Development Bank. KCJB dibangun oleh konsorsium Indonesia yang menguasai 60 persen saham dan China sebesar 40 persen.

BACA JUGA: Menguak Alasan Jokowi - Xi Jinping Batal Uji Coba Kereta Cepat

Adapun, konsorsium Indonesia dipimpin PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan anggota PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. PT Jasa Marga (Persero) Tbk. dan PT. Perkebunan Nusantara VIII. Sederet fakta menghiasi uji coba dinamis kali ini. 

  1. Target Selesai Juni 2023

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) itu ditargetkan rampung pada Juni 2023. Secara khusus, kereta cepat ini menjadi landmark kerja sama strategis Indonesia dan China.

“Oleh karena itu, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh pada penyelesaian proyek ini, baik pada sisi kebijakan, finansial, sesuai dengan peraturan di Indonesia,” ujarnya seperti dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (16/11/2022).

  1. Kecepatan 80 Kilometer per Jam

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengemukakan bahwa KCJB hanya dipacu hingga 80 kilometer per jam saat uji coba dinamis dengan rute Tegalluar - Kopo. Saat mulai beroperasi komersial, kereta cepat bakal dipacu hingga 350 kilometer per jam. 

“Jakarta - Bandung yang biasanya 3 jam 20 menit atau 200 menit akan dipangkas menjadi 40 menit,” tulisnya melalui Instagram. 


  1. Pakai Kereta Inspeksi

Uji coba kereta cepat saat disaksikan Jokowi dan Xi Jinping menggunakan kereta inspeksi yang masih dibungkus plastik dan ditutup lantai sementara. Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengklaim kereta berjalan mulus tanpa menimbulkan guncangan.

Dia berharap kereta cepat mulai beroperasi secara komersial pada Juni 2023. Pengoperasian transportasi berbasis rel ini diyakini akan memberikan dampak ekonomi bagi dua provinsi baik Jakarta maupun Jawa Barat. 

  1. Progres 80 Persen

Menko Luhut Pandjaitan menyebutkan kemajuan pembangunan kereta cepat saat ini sudah mencapai 80,4 persen.

Selain itu, KCJB juga disebut sebagai tonggak modernisasi transportasi perkeretaapian di Indonesia. Berbeda dengan Ridwan Kamil, Luhut menyebut kereta ini hanya memerlukan waktu 36 menit untuk sekali perjalanan Jakarta - Bandung. 

"Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung ini adalah salah satu proyek utama 'Global Maritime Fulcrum' dan inisiatif 'Belt and Road' yang menjadi landmark kerja sama Indonesia dan Tiongkok," ujar Luhut, Rabu (16/11/2022).

  1. Kereta Cepat Pertama di Asia Tenggara

Saat diluncurkan, Indonesia akan menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan kereta cepat. Menko Marves Luhut Pandjaitan menyebut teknologi yang digunakan pada KCJB menggunakan fitur kereta cepat China yang cukup canggih, teruji dan berkelas dunia. 

Selain itu, jalur lintasan yang bakal digunakan oleh KCJB juga telah berstandar internasional sesuai dengan kondisi geologis Indonesia. 


  1. Redam Getaran dan Kebisingan

Selain memakai fitur memadai secara teknologi, kereta cepat juga memanfaatkan sistem kontrol kereta Chinese Train Control System Level 3. Termasuk memakai fitur cabin noise yang mampu meredam getaran dan kebisingan secara optimal meskipun dalam kecepatan tinggi. 

Pada uji coba operasional ini, tim KCIC (Kereta Cepat Indonesia China) mengoperasikan Kereta Inspeksi yang meluncur mulus sepanjang 15 kilometer dari Stasiun Tegalluar Bandung menuju Casting Yard 4 di atas jalur uji KCJB.

  1. Tampung 600 Penumpang

Saat beroperasi, kereta cepat bakal menampung lebih dari 600 penumpang. Jumlah ini terbagi atas penumpang kelas VIP, first class dan second class. 

Proyek KCJB berhasil merampungkan sejumlah pencapaian sejak pembangunan berskala penuh dimulai pada Juni 2018. Seluruh konstruksi layang, jembatan dan terowongan telah selesai.

Di sisi lain pemasangan rel di jalur utama dari arah Bandung menuju Jakarta masih berlangsung.Berbagai persiapan jelang operasional pun berjalan tanpa hambatan. (Dany Saputra & Rinaldi M Azka)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.