8 Fakta Asam Urat, Benarkah Kangkung dan Bayam Penyebabnya?

Selama ini ada anggapan penderita asam urat harus menghindari sayuran hijauh seperti kangkung dan bayam. Benarkan keduanya mengandung purin penyebab kambuhnya asam urat?

Redaksi

10 Nov 2021 - 21.29
A-
A+
8 Fakta  Asam Urat, Benarkah Kangkung dan Bayam Penyebabnya?

Bayam dan kangkung selama ini dianggap sebagai pemicu kambuhnya penyakit asam urat./bandt.com.au

Bisnis, JAKARTA – Asam urat dikenal masyarakat sebagai penyakit yang harus memantang makanan tertentu. Sayuran berwarna hijau dan kacang-kacangan disebut sebagai makanan yang harus dihindari. Bagaimana sesungguhnya? 

Penyakit asam urat merupakan suatu kondisi yang dapat menyebabkan rasa nyeri, pembengkakan, dan rasa panas di daerah persendian.

Penyakit ini terjadi akibat produksi asam urat (metabolisme purin) yang berlebihan, pembuangan di ginjal yang berkurang atau kombinasi keduanya, dan dapat menyerang semua sendi tubuh.  

Umumnya, penyakit ini lebih mudah menyerang pria, terutama mereka yang berusia 30 tahun ke atas, dan menyerang wanita setelah mengalami menopause.

Berikut delapan jawaban atas pertanyaan yang sering muncul terkait penyakit asam urat:

1. Apakah penyakit rematik identik dengan penyakit asam urat?

Menurut dr RA Adaninggar, SpPD dan dr Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR sebenarnya penyakit rematik adalah suatu penyakit radang sendi dengan berbagai penyebab. Misalnya, degeneratif, autoimun atau inflamasi nonautoimun.  

Pada penyakit asam urat, radang sendi terjadi karena penumpukan kristal asam urat di dalam sendi akibat asam urat yang berlebihan di dalam tubuh.  

“Jadi, tidak semua radang sendi itu penyakit asam urat, tetap harus dicari kemungkinan penyebab lain,” jelas mereka melalui laman Instagram @drningz dan @sandrasinthya, Rabu (10/11/2021).  

Penyakit rematik merupakan penyakit yang berbahaya, sehingga harus ditangani dengan baik. Jika Anda mengalami gejala-gejala rematik, sebaiknya segera berobat ke dokter. Hindari melakukan pengobatan sendiri karena pengobatan macam-macam kondisi rematik ini sangat berbeda.

2. Apakah asam urat hanya terjadi pada pria?

Penyakit ini bisa terjadi baik pada pria maupun wanita. Penyakit asam urat terjadi bila ada kelebihan produksi asam urat/metabolisme purin dan atau ada gangguan pembuangan asam urat dari ginjal.  

Meskipun dapat terjadi pada pria maupun wanita, pria 10 kali lebih berisiko mengalami asam urat dibandingkan pada wanita muda.

Hal itu karena pada wanita premenopause ada hormon estrogen yang dapat meningkatkan pembuangan asam urat di ginjal.

Namun, pada wanita menopause, risiko penyakit asam urat akan meningkat, sama halnya seperti pria.  

“Jika ada wanita usia produktif dengan asam urat tinggi, harus dicari penyebab penyakit yang meningkatkan produksi asam urat atau gangguan fungsi ginjal,” saran mereka.

3. Apakah penyakit asam urat hanya terjadi pada lansia?

Penyakit asam urat dapat terjadi pada semua usia. Penyebabnya sama, penyakit asam urat terjadi bila ada kelebihan produksi asam urat/metabolisme purin dan atau ada gangguan pembuangan asam urat dari ginjal.  

Kelebihan produksi asam urat/metabolisme purin bisa terjadi karena kelainan genetik enzim metabolisme purin, penyakit kelainan darah, cedera, atau operasi yang meningkatkan penghancuran sel, serta makan makanan yang tinggi asam urat.  

Sementara itu, gangguan asam urat di ginjal bisa terjadi karena gangguan fungsi ginjal, penggunaan obat-obatan tertentu serta penyakit metabolik atau gangguan hormon.

4. Benarkah makan sayuran hijau dapat membuat asam urat kambuh?

Kangkung dan bayam sering kali dianggap sebagai penyebab asam urat. Padahal, menurut dr Ning dan dr Sandra, fakta ilmiahnya tidaklah demikian.  

“Sayuran hijau tidak mengandung purin tinggi,” kata mereka.  

Bahan makanan tinggi purin yang harus Anda batasi adalah jeroan, daging merah, minuman manis dan alkohol.

5. Apakah penyakit asam urat hanya menyerang sendi?

Nyeri sendi merupakan gejala utama serangan asam urat. Namun, penyakit akibat asam urat tinggi tidak hanya berkaitan dengan nyeri sendi dan kerusakan sendi.  

Asam urat tinggi yang menahun bisa juga menyebabkan gangguan pada ginjal dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler seperti jantung dan stroke.

Oleh karena itu, sangat penting mengendalikan kadar asam urat mencapai nilai normal untuk mencegah komplikasi.

6. Apakah diet saja sudah cukup untuk mengobati asam urat tinggi?

Pengaturan makanan sangat penting pada pasien asam urat tinggi. Selain membantu menurunkan asam urat, pengaturan diet dapat mencegah obesitas, hipertensi, dan diabetes yang sering terjadi bersama dengan asam urat tinggi.  

Namun, menurut dr RA Adaninggar, SpPD dan dr Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR, pengaturan makan saja tidaklah cukup, terutama pada kondisi asam urat yang sangat tinggi.

Menurut data dari Gout and Uric Acid Education Society, bahkan dengan pengaturan diet super ketat, kadar asam urat hanya turun 1 mg/dl.  

Terapi dengan obat penurun asam urat misalnya allopurinol tetap dibutuhkan untuk mempertahankan kadar asam urat di bawah 6 mg/dl.

7. Benarkah obat penurun asam urat hanya diminum saat sakit sendi saja, karena konsumsi jangka panjang dapat merusak ginjal?

Penanganan asam urat dibagi dua. Pertama, pengobatan serangan akut dengan obat penghilang nyeri. Kedua, obat penurun asam urat untuk mencapai kadar asam urat di bawah 6 mg/dl secara kontinyu.  

Obat penghilang nyeri biasanya akan dihentikan jika nyeri membaik. Namun, obat penurun asam urat seperti allopurinol atau febuxostat harus digunakan dalam jangka panjang untuk mempertahankan kadar asam urat yang normal.  

“Jangan takut menggunakan obat penurun asam urat karena obat ini tidak merusak ginjal. Sebaliknya, jika Anda tidak konsumsi obat penurun asam urat, kadar asam urat yang tinggi inilah yang bisa merusak ginjal. Bisa secara langsung, dan juga bisa menyebabkan batu ginjal,” jelas mereka.

8. Benarkah asam urat yang tinggi tidak berbahaya karena hanya menyebabkan nyeri?

Banyak orang berpikir bahwa penyakit asam urat tidak berbahaya karena gejalanya hanya nyeri sendi saja.

Faktanya, penyakit asam urat yang tidak ditangani dengan baik, akan menyebabkan kerusakan sendi dan organ tubuh lain.  

Pada penyakit asam urat kronik, sendi bisa mengalami erosi, terjadi kelainan bentuk sendi yang bisa disertai dengan gangguan fungsi sendi.  

Kunci mencegah komplikasi akibat asam urat tinggi adalah tercapainya kadar asam urat di bawah 6 mg/dl secara kontinyu.

Perubahan gaya hidup seperti diet rendah purin, olahraga teratur, minum dan obat penurun asam urat secara kontinyu bisa mencegah komplikasi akibat asam urat tinggi. (Ni Luh Anggela, Mia Chitra Dinisari)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Saeno

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.