Ada 356.786 “Phising” Serang Layanan Finansial RI hingga Maret

Kaspersky mencatat sebanyak 356.786 kasus phising serang layanan finansial di Indonesia.

Jaffry Prabu Prakoso

11 Apr 2023 - 14.27
A-
A+
Ada 356.786 “Phising” Serang Layanan Finansial RI hingga Maret

Nasabah menggunakan salah satu penyedia jasa keuangan digital. /Bisnis

Bisnis, JAKARTA – Kaspersky, perusahaan keamanan siber global, mengatakan bahwa ada 356.786 phising terkait dengan keuangan (finansial) terdeteksi dan telah diblokir terhadap pengguna di Indonesia selama paruh pertama tahun ini. Adapun, dari jumlah itu, total 166.857 insiden mengincar ke sistem pembayaran.

Berdasarkan data statistik Kaspersky, phising di perbankan pada kuartal I/2023 sebanyak 20.603, sedangkan e-shop sebanyak 169.326. 

General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky Yeo Siang Tiong mengatakan bahwa statistik tersebut berasal dari data anonim berdasarkan pemicu komponen deterministik dalam sistem anti-phishing Kaspersky di komputer para pengguna.


Ilustrasi konsumen yang berbelanja secara daring melalui e-commerce di ponsel mereka/Freepik


Komponen mendeteksi semua halaman dengan konten phishing yang coba dibuka oleh pengguna dengan mengikuti tautan dalam pesan email atau di web, selama tautan ke halaman ini ada di basis data Kaspersky.

Toko online terus menjadi sektor yang menguntungkan bagi para penjahat dunia maya. Sebanyak 169.326 upaya telah digagalkan oleh perusahaan keamanan siber global di Indonesia dari periode Januari hingga Juni 2022. 

Baca juga: Lisensi & Tentakel Kuat Kredivo Ekspansi di Indonesia

Hal ini patut menjadi perhatian mengingat tren belanja online di Indonesia meningkat dari sisi transaksi konsumen, tidak hanya untuk generasi muda tetapi juga untuk kalangan generasi lebih tua.

Selanjutnya, selama paruh pertama tahun ini, sebanyak 20.603 deteksi upaya phishing di dalam negeri berkaitan dengan perbankan online.

Baca juga: Laju Pertumbuhan Fintech Pinjol Tertahan

Yeo mengatakan pada paruh pertama tahun ini pembatasan sosial di Asia Tenggara telah dibuka kembali, namun kebiasaan pandemi tampaknya tetap konsisten. 


Meskipun kebebasan tatap muka telah hadir kembali, Kaspersky menilai masyarakat  lebih menyukai melakukan aktivitas perbankan, belanja, dan keuangan secara online karena kenyamanannya yang tak tertandingi.

“Regulator dan para pelaku industri di kawasan ini semuanya mendukung untuk Asia Tenggara lebih maju secara digital. Faktanya, negara-negara di sini siap untuk menghubungkan sistem pembayaran kode QR mereka sebelum tahun berakhir untuk menghilangkan kerepotan pertukaran mata uang," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (10/4/2023). (Khadijah Shahnaz Fitra)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.