Ada 9,26 Juta Peserta BPJS Kesehatan Menunggak Akibat PHK

Jumlah peserta nonaktif BPJS Kesehatan akibat korban PHK mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan posisi pada Desember 2022 yang mencapai 8,67 juta peserta.

Pernita Hestin Untari

23 Jan 2024 - 18.05
A-
A+
Ada 9,26 Juta Peserta BPJS Kesehatan Menunggak Akibat PHK

Petugas sedang melayani peserta BPJS Kesehatan. Bisnis/Abdurrachman

Bisnis, JAKARTA — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengungkap jumlah peserta tak aktif akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) mencapai 9,26 juta jiwa per Desember 2023. 

Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan posisi pada Desember 2022 yang mencapai 8,67 juta peserta menunggak akibat PHK. 

“Jumlah peserta nonaktif eks pekerja [PHK] posisi Desember 2023 adalah 9,26 juta jiwa,” kata Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan David Bangun kepada Bisnis, Senin (22/1/2024). 

David mengungkap peserta nonaktif yang menjadi korban PHK masih bisa mengakses layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Asalkan dirinya melanjutkan kepesertaan melalui jalur peserta mandiri Bukan Penerima Upah (BPU). 

Baca juga: Syarat Pekerja yang Kena PHK Terima Tunjangan dari BPJamsostek

David menyebut apabila peserta menunggak akibat PHK terhitung di bawah satu bulan sejak nonaktif, maka peserta bisa langsung menjadi peserta mandiri dengan membayar kepesertaan pada bulan selanjutnya. Namun apabila apabila waktunya lebih dari satu bulan menunggak, maka dikenakan waktu tunggu untuk aktif selama 14 hari. 

“Opsi lain untuk langsung aktif adalah dengan membayar iuran sebesar waktu tidak aktifnya,” kata David. 

Untuk mengaktifkan kembali kepesertaan dapat melalui aplikasi Mobile JKN, WhatsApp 08118165165, atau langsung kantor BPJS cabang. Secara total, BPJS Kesehatan mencatat jumlah peserta non aktif per 31 Desember 2023 mencapai 53,77 juta jiwa.

 

 

Angka tersebut melonjak apabila dibandingkan dengan jumlah peserta tidak aktif sampai 2022 yakni 44 juta jiwa. Selain PHK, peserta tak aktif disebabkan oleh sejumlah kondisi antara lain ketidakmampuan bayar hingga kebijakan pemerintah yang mengakhiri bantuan iuran. 

Contohnya peserta yang awalnya sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dinonaktifkan karena dianggap tidak layak atau mampu. 

Baca juga: BPJS Kesehatan Ungkap 9,26 Juta Peserta Menunggak Akibat PHK

Secara keseluruhan jumlah peserta BPJS Kesehatan per 31 Desember 2023 terdaftar 262,3 juta. Angka tersebut mencakup 95,75% dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 279,1 juta jiwa per Semester I/2023. 

Jumlah peserta ini juga memasukkan peserta nonaktif. Dari sisi pendapatan iuran, badan publik tersebut menerima Rp151,4 triliun pada 2023. Jumlah tersebut terdiri dari Rp61,7 triliun peserta PBI dengan rincian Rp45,6 triliun PBI APBN dan Rp16,1 triliun PBI APBD.

Sementara segmen non PBI yang terdiri dari Pekerja Penerima Upah (PPU), Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), dan peserta mandiri Bukan Pekerja (BP) total iurannya mencapai Rp89,7 triliun. Pada tahun ini, BPJS Kesehatan menargetkan jumlah peserta sebanyak 98% dari total populasi di Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.