Ada Isu Resesi Ekonomi, Tren Milenial Beli Rumah Subsidi Naik

Di tengah maraknya isu resesi ekonomi global dan sejumlah sentimen negatif lainnya membuat banyak pengusaha properti khawatir terjadi penurunan permintaan pembelian rumah. Kendati demikian, ada fenomena menarik yang dialami pasar rumah subsidi dimana terjadi peningkatan penjualan.

Yanita Petriella
Dec 8, 2022 - 3:36 PM
A-
A+
Ada Isu Resesi Ekonomi, Tren Milenial Beli Rumah Subsidi Naik

Rumah subsidi Puri Harmoni Kertamukti di Cibitung Bekasi Jawa Barat. /istimewa

Bisnis, JAKARTA – Di tengah maraknya isu resesi ekonomi global dan sejumlah sentimen negatif lainnya membuat banyak pengusaha properti khawatir terjadi penurunan permintaan pembelian rumah. 

Kendati demikian, ada fenomena menarik dimana terjadi peningkatan penjualan rumah subsidi di Puri Harmoni Kertamukti Cibitung Bekasi, Jawa Barat pada semester II tahun ini. 

General Manager Regional 2 Vista Land Group mengatakan peningkatan pembelian rumah subsidi era post pandemi, mayoritas berasal dari kaum milenial. Di bulan kemarin, November, Puri Harmoni Kertamukti sempat menghentikan sementara penjualannya karena kehabisan stock.

“Melalui tenaga-tenaga pemasaran kami menyampaikan permintaan maaf kepada konsumen yang sudah masuk daftar antrian pembelian rumah di Puri Harmoni Kertamukti. Keterlambatan supply ini dikarenakan meningkatnya permintaan hingga 300 persen di akhir tahun 2022 ini,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (8/12/2022). 

Saat ini, pengembang tengah mempercepat pengembangan lahan  dan pembukaan unit baru yang akan dipasarkan pada Januari tahun depan. Meskipun dibayangi isu resesi ekonomi global, Ardian tetap optimistis pencarian rumah pertama dari kalangan milenial akan meningkat. 

Pasalnya, Indonesia saat ini boleh dikatakan mulai masuk era bonus demografi dengan jumlah penduduk usia kerja lebih banyak dari penduduk bukan usia kerja. Pada 2021, proporsi penduduk produktif direntang usia 15 tahun hingga 64 tahun sebesar 69,28 persen dengan range tertinggi adalah penduduk usia 20-29 tahun. 

“Sebagian besar generasi milenial yang dalam usia produktif bekerja ini kini sedang berusaha meningkatkan taraf hidup dan masa depannya,”katanya. 

Menurutnya, saat ini yang menjadi tantangan kalangan milenial selain pekerjaan dan penghasilan yakni sulitnya membeli rumah pertama sebagai satu diantara kebutuhan pokok. Hal ini dikarenakan harga rumah yang kian hari semakin tinggi dan tidak diimbangi dengan naiknya pendapatan kalangan milenial. 

“Bagi kaum milenial dari keluarga menengah ke atas, membeli rumah sesuai ekspektasi mereka tentunya tidak sulit, karena ada keluarga yang dapat membantu. Bahkan tak sedikit orang tuanya membelikan rumah yang harga bisa mencapai miliaran rupiah,” tutur Adrian.

Untuk milenial yang berasal dari kalangan menengah bawah memiliki gap yang besar antara pendapatan dan harga rumah. Hal inilah yang membuat kalangan milenial dengan penghasilan pas-pasan memilih menyewa rumah atau menyicil rumah dengan harga terjangkau dibandingkan dengan tinggal menumpang bersama orang tua. 

“Ini alasan utama mengapa banyak pasangan muda (milenial) memutuskan membeli rumah subsidi dengan menggunakan FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) yang harganya sudah dipatok pemerintah Rp168 juta untuk wilayah Jabodetabek. Dengan UMP rerata Rp4 juta mereka memenuhi syarat dapat FLLP,” terangnya. 


Baca Juga: Asa BP Tapera Agar Rumah Idaman Bukan Lagi Sekedar Mimpi

Sejak pertengahan 2022, seiring transisi dari pandemi dan endemi Covid-19, dimana pabrik dan industri beroperasi hampir 100 persen, terjadi peningkatan permintaan rumah subsidi di Bekasi, yang dikenal sebagai wilayah industri. 

“Hal ini dialami proyek kami di perumahan Puri Harmoni Kertamukti yang memasarkan rumah subsidi. Mulai bulan Juli sampai November 2022 penjualan rumah subsidi di Puri Harmoni Kertamukti meningkat tajam, bahkan mencapai 65 persen penjualan total tahun ini atau lebih 200 unit dalam waktu 4 bulan. Sekitar 75 persen pembeli kami adalah keluarga muda yang beli rumah pertamanya,” katanya. 

Rerata pembeli rumah di perumahan Puri Harnomi Kertamukti merupakan karyawan swasta yang bekerja di area Jakarta Utara, Jakarta Timur, Bekasi dan tentu saja sekitar Cibitung sendiri.

Adapun berdasarkan survei yang dilakukan tim marketing Vista Land Group, terdapat sejumlah faktor dalam membeli rumah di Puri Harmoni Kertamukti yakni harga yang terjangkau Rp168 juta, kredibilitas developer, lokasi dan kemudahan aksesibilitas, dan kualitas bangunannya.

Selain itu, kawasan Puri harmoni Kertamukti menawarkan bangunan rumah yang sudah ready atau siap huni, jalan depan rumah yang sudah dicor, jaringan listrik yang sudah terpasang, serta yang paling penting bagi pembeli rumah adalah sertifikat yang sudah pecah untuk masing-masing unitnya. Adapun unit rumah subsidi yang siap huni di Puri Harmoni Kertamukti berukuran bangunan tipe 27 meter persegi dengan luas tanah 60 meter persegi

“Bulan Agustus lalu kami telah merampungkan 162 unit rumah siap akad, dan langsung dilanjutkan dengan pembangunan 60 unit rumah lagi di area dekat pintu masuk perumahan. Selama ini, Vista Land Group tidak menunggu rumah laku baru dibangun, tapi pembangunannya terus berjalan karena optimis pasti segera terjual,” ucapnya. 

Saat ini, dari lahan lebih dari 7 Hektar Puri Harmoni Kertamukti tahap pertama sudah dikembangkan sekitar 80 persen atau sudah terjual hampir 500 unit dari sekitar 630 unit yang dipasarkan. Rencananya, di akhir tahun ini akan dilakukan perluasan lahan sebesar 7,8 hektare sehingga total lahan menjadi 15 hektare. 

“Kami berharap kaum milenial dan keluarga muda segera memanfaatkan kesempatan ini. Sebab besar kemungkinan tahun depan harga rumah subsidi akan naik sekitar Rp10 jutaan. Pasalnya sudah 3 tahun belakangan ini harga rumah subsidi tidak pernah dinaiknya,” tutur Adrian. 

Editor: Yanita Petriella