Ada Masalah Lahan, Ruas Terakhir Tol Manado–Bitung Tetap Dikebut

Jasa Marga Group menggenjot pelaksanaan konstruksi ruas terakhir jalan tol Manado–Bitung meskipun masih ada masalah pembebasan lahan yang mengganjal.

M. Syahran W. Lubis
Oct 22, 2021 - 4:51 AM
A-
A+
Ada Masalah Lahan, Ruas Terakhir Tol Manado–Bitung Tetap Dikebut

Jalan Tol Manado–Bitung di Sulawesi Utara. — Jasa Marga

Bisnis, JAKARTA – PT Jasamarga Manado Bitung (JMB), kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk., mengebut pekerjaan pembangunan Jalan Tol Manado–Bitung Seksi 2B Ruas Simpang Susun (SS) Danowudu–Bitung sepanjang 13,5 km.

Ruas terakhir dari jalan tol pertama di Sulawesi Utara tersebut ditargetkan rampung pengerjaan kontruksinya pada November 2021 yang akan melengkapi tiga ruas yang telah beroperasi sejak September 2020.

Direktur Utama PT JMB Charles Lendra menjelaskan bahwa hingga pekan ketiga Oktober 2021, progres konstruksi untuk Seksi 2B Ruas SS Danowudu–Bitung mencapai 90,72% dengan progres pembebasan lahannya telah mencapai 98,63%.

Dia optimistis menyelesaikan konstruksi seksi 2B SS Danowudu–Bitung bulan depan dan dapat dioperasikan pada akhir tahun ini sesuai dengan target. Untuk pembebasan lahan, PT JMB terus berkoordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mempercepat pembebasan lahan yang masih tertunda.

“Untuk pekerjaan konstruksi, kami akan terus menjaga produktivitas pekerjaan kontraktor sehingga semua pekerjaan dapat rampung sesuai dengan target,” kata Charles melalui keterangan tertulis pada Kamis (21/10/2021).

Dia menambahkan fokus pekerjaan PT JMB untuk Seksi 2B Ruas Danowudu–Bitung saat ini yaitu melakukan identifikasi lahan yang belum rampung proses pembayarannya hingga proses pengerjaan konstruksi jembatan Ranowulu juga A. A. Maramis yang masih dalam tahap pengerjaan oleh kontraktor.

Sejak Agustus 2021 JMB terus melakukan berbagai upaya percepatan pembebasan lahan, di antaranya rapat mediasi permasalahan lahan lokasi Jembatan A. A. Maramis bersama dengan warga pemilik lahan, PT JMB, PT PP, Polres Bitung, BPN, dan PPK pembebasan lahan.

“Kami juga mengadakan rapat pembahasan tindak lanjut lahan yang bermasalah dengan PPK Pembebasan Lahan Manado Bitung, PT PP, dan konsultan pengawas. Hingga yang terkini, kami juga mengadakan musyawarah penetapan ganti kerugian oleh BPN, PPK, Asdatun (Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara), dan Polres Bitung,” lanjutnya.

Charles menambahkan untuk konstruksi yang sudah mencapai 90,72%, PT JMB akan mengebut pengerjaan sisa konstruksi seperti pengerjaan Jembatan Ranowulu dan Jembatan AA.Maramis yang saat ini menjadi fokus utama PT JMB untuk Seksi 2B Ruas Simpang Susun (SS) Danowudu-Bitung.

Secara keseluruhan, total panjang Jalan Tol Manado–Bitung adalah 39 km yang dibangun dengan konsep Kerja Sama Pemerintah Badan dengan Usaha (KPBU).

Jalan tol ini terdiri dari dua seksi. Seksi 1 Manado–Airmadidi sepanjang 14 km yang dibangun pemerintah dan Seksi 2 Airmadidi–Bitung sepanjang 25 km dibangun PT JMB.

Jalan Tol Manado–Bitung yang dibangun mulai 2017 menelan total investasi Rp4,95 triliun dengan masa konsesi 40 tahun. Jika nantinya terhubung secara penuh, jalan tol ini mempermudah akses menuju Pelabuhan Internasional Bitung, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, hingga sebagai pendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Manado-Bitung-Likupang.

Keberadaan jalan tol pertama di Sulawesi Utara ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah dan daya saing investasi di provinsi yang dikenal dengan julukan Bumi Nyiur Melambai ini.

Editor: Syahran Lubis

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar