Free with Login

Ada Misi Euro 4 di Balik Kelangkaan BBM Solar Pertamina

Mulai 1 April 2022, Pemerintah Indonesia akan menerapkan bahan bakar minyak jenis Solar CN 51 dengan kandungan sulfur 50 ppm setara Euro 4 yang akan dilaksanakan di semua SPBU di seluruh Indonesia.

Ibeth Nurbaiti

31 Mar 2022 - 16.30
A-
A+
Ada Misi Euro 4 di Balik Kelangkaan BBM Solar Pertamina

Ratusan pengendara antri di jalan raya untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Kampak, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (11/12/2021). Kelangkaan BBM jenis Pertalite, Premium, Solar dan Pertamax terjadi di SPBU yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung khususnya di Kota Pangkalpinang sejak Jumat (10/12). ANTARA FOTO/Resha Juhari

Bisnis, JAKARTA — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan diesel jenis Solar bersubsidi yang terjadi di sejumlah daerah di Tanah Air telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Kenaikan harga barang dan kebutuhan pokok terus membayangi jika distribusi logistik terhambat pasokan Solar.

Tak bisa dipungkiri, saat ini Solar bersubsidi masih banyak digunakan oleh masyarakat terutama untuk kendaraan operasional karena harganya yang lebih terjangkau dibandingkan dengan kelompok BBM sejenis seperti Dexlite maupun Pertamina Dex. Itu sebabnya, rantai distribusi barang dan logistik rentan terganggu jika pasokan bahan bakar tersebut bermasalah.

Namun, jika ditelaah lebih lanjut, kelangkaan pasokan Solar terjadi menjelang pemberlakuan standar emisi gas buang Euro 4 untuk mobil diesel yang akan berlaku serentak pada 1 April nanti.

Baca juga: Menumpuk Utang Kompensasi Subsidi BBM yang Kian Membengkak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan login terlebih dahulu

BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.