Free

Ada Sentimen Inflasi AS Minggu ini, IPOT Rekomendasikan 3 Saham untuk Trading

Pasar saham pekan ini, 13-17 Mei 2024, akan dipengaruhi oleh dua sentimen utama, yakni neraca dagang Indonesia dan inflasi AS yang sama-sama rilis pada Rabu mendatang.

Redaksi

13 Mei 2024 - 11.06
A-
A+
Ada Sentimen Inflasi AS Minggu ini, IPOT Rekomendasikan 3 Saham untuk Trading

Bisnis, JAKARTA — Indo Premier Sekuritas mengimbau para trader untuk memperhatikan dua sentimen yang diprediksi akan mempengaruhi pergerakan sejumlah saham pada perdagangan pekan ini, 13-17 Mei 2024.

Community Lead Indo Premier Sekuritas (IPOT), Angga Septianus menjelaskan bahwa kedua sentimen tersebut adalah neraca dagang Indonesia dan inflasi AS yang sama-sama rilis pada Rabu mendatang.

Terkait sentimen neraca dagang Indonesia, terang Angga, Gubernur BI, Perry Warjiyo meyakini cadangan devisa Indonesia akan kembali naik ditopang oleh aliran dana asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia dan surplus neraca perdagangan yang tinggi.

Sementara itu, terkait inflasi AS, inflasi tetap diprediksi turun ke target The Fed 2% seiring dengan meredanya kenaikan biaya perumahan dan sewa.

Berdasarkan paparan data dan sentimen di atas, IPOT merekomendasikan 3 saham untuk trading hingga Jumat (17/5/ 2024), yakni buy ADRO (support: Rp2.800, resistance: Rp3.000),  buy on pullback  JPFA (support: Rp1.180, resistance: Rp1.300) dan buy on pullback GOTO (support: Rp62, resistance: Rp70).

 

EVALUASI PEKAN LALU

Adapun, pada pekan lalu, 6-8 Mei 2024, IHSG ditutup melemah 0,64% ke level Rp7.088 dari Rp7.134.

Angga menjelaskan bahwa pelemahan IHSG terpengaruh 2 top losers yakni IDX FINANCE dan IDX TRANS, meski masih tertahan oleh 2 top gainers yakni IDX HEALTH dan IDX TECHNO.

Angga menambahkan, terdapat 3 sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG pada perdagangan pekan lalu yang hanya berlangsung selama 3 hari tersebut yakni PDB Indonesia, Dividen BUMN Mining, dan harga kurs rupiah pada USD yang di bawah Rp16.000.

Terkait sentimen PDB Indonesia, pada kuartal I/2024 tumbuh sebesar 5,11% year-on-year (YoY), sedangkan secara kuartalan menurun 0,83%.

Adapun, tiga sektor dengan pertumbuhan paling besar secara tahunan adalah administrasi pemerintahan (18,88%), jasa kesehatan (11,64%), serta jasa perusahaan (9,63%).

"Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan PDB Indonesia secara YoY adalah peningkatan konsumsi LNPRT (24,29%), konsumsi pemerintah (19,90%), dan konsumsi rumah tangga (4,91%)," jelas Angga dalam siaran resminya (13/5/2024).

Selanjutnya, terkait dividen BUMN mining, ANTM dan PTBA membagikan dividen dengan yield besar, semisal ANTM akan membagikan dividen sebesar 100 persen dari laba bersih tahun buku 2023.

Sementara itu, terkait sentimen USD-IDR di bawah Rp16.000, hal ini terjadi berkat kenaikan suku bunga dan cadangan devisa yang digelontorkan oleh Bank Indonesia (BI), sehingga menyebabkan cadangan devisa Indonesia turun menjadi US$136,2 miliar dari sebelumnya US$140,40 miliar.

(Reporter: Muhammad Fauzan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.