Adira Finance (ADMF) Terbitkan Obligasi Rp2 Triliun, Simak Ketentuan Pemesanannya

Obligasi tersebut terdiri dari Obligasi Berkelanjutan VI Adira Finance Tahap III Tahun 2024 dengan jumlah pokok Rp1,6 triliun serta Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V Adira Finance Tahap III Tahun 2024 senilai Rp400 miliar.

Redaksi

17 Apr 2024 - 18.19
A-
A+
Adira Finance (ADMF) Terbitkan Obligasi Rp2 Triliun, Simak Ketentuan Pemesanannya

Adira Finance merupakan perusahaan pembiayaan di Indonesia yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2004. - Foto Bisnis.com

Bisnis, JAKARTA — Emiten pembiayaan, PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) atau Adira Finance menerbitkan obligasi senilai Rp2 triliun.

Obligasi tersebut terdiri dari Obligasi Berkelanjutan VI Adira Finance Tahap III Tahun 2024 dengan jumlah pokok Rp1,6 triliun serta Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V Adira Finance Tahap III Tahun 2024 senilai Rp400 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Obligasi berkelanjutan VI Adira Finance Tahap III Tahun 2024 terdiri atas tiga seri, yaitu seri A yang menawarkan Rp1,07 triliun dengan bunga 6,40% per tahun dengan jangka waktu 370 hari kalender terhitung sejak tanggal emisi.

Kemudian, terdapat seri B yang menawarkan Rp391 miliar dengan bunga obligasi 6,55% per tahun, dengan jangka waktu 36 bulan yang terhitung sejak tanggal emisi.

Lalu, seri C menawarkan obligasi sebanyak Rp129,3 miliar dengan jumlah bunga 6,65%dan jangka waktu obligasi 60 bulan. Pembayaran ketiga seri obligasi ini dilakukan secara penuh saat tanggal jatuh tempo.

Obligasi tersebut juga ditawarkan dengan nilai 100% jumlah pokok obligasi. Bunga obligasi nantinya dibayarkan setiap triwulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi.

Pembayaran bunga obligasi pertama masing-masing seri akan dilakukan pada 3 Agustus 2024, sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi adalah pada 13 Mei 2025 untuk seri A, seri B pada 3 Mei 2027, dan seri C pada 3 Mei 2029.

Adapun, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V Adira Finance Tahap III Tahun 2024 terdiri atas tiga seri yakni seri A dengan jumlah yang ditawarkan Rp338,9 miliar dengan pendapatan bagi hasil yang dihitung berdasarkan perkalian antara nisbah pemegang sukuk.

Dalam perhitungan ini, besarnya nisbah adalah 53,33% dari pendapatan yang dibagihasilkan dengan indikasi bagi hasil sebesar ekuivalen 6,40% per tahun. Jangka waktu sukuk Mudharabah adalah 370 hari kalender terhitung sejak tanggal emisi.

Selanjutnya, seri B dengan penawaran Rp39 miliar dengan pendapatan bagi hasil yang dihitung berdasarkan perkalian antara nisbah pemegang sukuk.

Di sini, besarnya nisbah adalah 54,58% dari pendapatan yang dibagihasilkan dengan indikasi bagi hasil sebesar ekuivalen 6,55% per tahun. Jangka waktu seri B adalah 36 bulan terhitung sejak tanggal emisi.

Terakhir, jumlah dana sukuk seri C yang ditawarkan adalah sebesar Rp22 miliar dengan pendapatan bagi hasil sukuk yang dihitung berdasarkan perkalian antara nisbah pemegang sukuk.

Pada seri C besarnya nisbah adalah 55,42% dari pendapatan yang dibagihasilkan dengan indikasi bagi hasil sebesar ekuivalen 6,65% per tahun. Jangka waktunya 60 bulan terhitung sejak Tanggal Emisi.  

Pembayaran Sukuk Mudharabah dilakukan secara penuh pada saat tanggal jatuh tempo. Sukuk Mudharabah ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah Dana Sukuk Mudharabah.

Pendapatan bagi hasil akan dibayarkan setiap tiga bulan sesuai dengan tanggal pembayaran pendapatan bagi hasil sukuk.

Tanggal pembayaran pendapatan bagi hasil sukuk pertama akan dilakukan pada 3 Agustus 2024, sedangkan pembayaran terakhir sukuk akan dilakukan pada 13 Mei 2025 untuk seri A, seri B pada 3 Mei 2027, dan seri C pada 3 Mei 2029.

Adira Finance merupakan perusahaan pembiayaan di Indonesia yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2004. Asetnya pada 2023 naik 25% menjadi Rp55 triliun.


Baca juga:

Bank Woori (SDRA) Right Issue Akhir Bulan Ini, Nilainya Capai Rp3,2 Triliun

Orion Reasuransi Berizin Usaha, OJK Ingatkan Hardening Market Asuransi Global

Tata Cara Pemesanan/Pembelian Obligasi Atau Sukuk Mudharabah

1.   Memenuhi syarat

Perorangan Warga Negara Indonesia dan perorangan Warga Negara Asing dimanapun mereka bertempat tinggal, serta lembaga/badan hukum Indonesia ataupun asing dimanapun mereka berkedudukan.

2. Pemesanan

Pemesanan Pembelian Obligasi dan/atau Sukuk Mudharabah harus dilakukan sesuai dengan yang tercantum dalam Informasi Tambahan. Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi (FPPO) dan/atau Formulir Pemesanan Pembelian Sukuk Mudharabah (FPPSu) dapat diperoleh dari para Penjamin Emisi Efek.

Pemesanan pembelian Obligasi dilakukan dengan menggunakan FPPO dan/atau FPPSu yang dicetak untuk keperluan ini dan dikeluarkan oleh Penjamin Emisi Efek yang dibuat dalam 5 rangkap. Pemesanan Pembelian Obligasi yang dilakukan menyimpang dari ketentuan-ketentuan di atas tidak akan dilayani.

3. Jumlah minimum pemesanan

Pemesanan pembelian Obligasi dan/atau Sukuk Mudharabah harus dilakukan dalam jumlah sebesar Rp5.000.000 dan/atau kelipatannya.

4.  Masa penawaran

Masa Penawaran Obligasi dan/atau Sukuk Mudharabah dimulai pada tanggal 24 April 2024 pukul 09.00 WIB dan ditutup pada tanggal 29 April 2024 pukul 16.00 WIB.

5.   Pendaftaran

Obligasi dan/atau Sukuk mudharabah yang ditawarkan oleh Perseroan melalui Penawaran Umum ini didaftarkan pada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) berdasarkan Perjanjian Pendaftaran Obligasi dan/atau Sukuk Mudharabah di KSEI yang ditandatangani antara Perseroan dengan KSEI.

6.  Tempat pengajuan Pemesanan

Sebelum Masa Penawaran Umum ditutup, pemesan Obligasi dan/atau Sukuk Mudharabah harus melakukan pemesanan pembelian selama jam kerja dengan mengajukan FPPO dan/atau FPPSu kepada Penjamin Emisi Obligasi dan Sukuk Mudharabah yang ditunjuk melalui pemberitahuan email.

7. Bukti tanda terima

Para Penjamin Emisi Efek atau Agen Penjualan yang menerima pengajuan pemesan pembelian Obligasi dan/atau Sukuk Mudharabah akan menyerahkan kembali kepada Pemesan 1 tembusan FPPO dan/atau FPPSu yang telah ditandatangani sebagai tanda terima pengajuan pemesanan pembelian.

8. Penjatahan

Penjatahan akan dilakukan sesuai dengan Peraturan No. IX.A.7 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-691/BL/2011 tanggal 30 Desember 2011 tentang Pemesanan dan Penjatahan Efek Dalam Penawaran Umum.

Apabila jumlah keseluruhan Obligasi dan/atau Sukuk Mudharabah yang dipesan melebihi jumlah Obligasi dan/atau Sukuk Mudharabah yang ditawarkan, maka penjatahan akan dilakukan sesuai dengan Peraturan No. IX.A.7. Tanggal penjatahan akan dilakukan pada tanggal 30 April 2024.

Penjamin Pelaksana Emisi akan menyampaikan Laporan Hasil Penawaran Umum kepada OJK paling lambat 5 hari kerja setelah Tanggal Penjatahan sesuai dengan Peraturan No. IX.A.2 tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum dan Peraturan OJK Nomor 36/POJK.04/2014.

9.   Pembayaran pemesanan

Selambat-lambatnya setelah menerima pemberitahuan hasil penjatahan Obligasi dan/atau Sukuk Mudharabah.

Pemesan harus segera melaksanakan pembayaran yang dapat dilakukan secara tunai atau transfer yang ditujukan kepada Penjamin Emisi Efek melalui Agen Penjualan tempat mengajukan pemesanan.  

10.  Distribusi secara elektronik

Distribusi Obligasi dan Sukuk Mudharabah secara elektronik akan dilakukan pada tanggal 3 Mei 2024.

Perseroan wajib menerbitkan Sertifikat Jumbo Obligasi dan Sertifikat Jumbo Sukuk Mudharabah untuk diserahkan kepada KSEI dan memberi instruksi kepada KSEI untuk mengkreditkan Obligasi dan Sukuk Mudharabah pada Rekening Efek Penjamin Pelaksana Emisi Efek di KSEI.

11.    Pengembalian pemesanan

Dalam hal pemesanan Obligasi/Sukuk Mudharabah ditolak sebagian atau seluruhnya akibat dari pelaksanaan penjatahan dan uang pembayaran pemesanan telah diterima oleh Penjamin Pelaksana Emisi, maka uang pembayaran tersebut wajib dikembalikan oleh Penjamin Pelaksana Emisi kepada para pemesan Obligasi/Sukuk Mudharabah paling lambat 2 hari Kerja sesudah tanggal penjatahan.

12.   Penundaan atau pembatalan masa penawaran umum

Dalam jangka waktu sejak efektifnya Pernyataan Pendaftaran sampai dengan berakhirnya masa Penawaran Umum, Perseroan dapat menunda masa Penawaran Umum untuk masa paling lama 3 bulan sejak efektifnya Pernyataan Pendaftaran atau membatalkan Penawaran Umum. (Muhammad Fauzan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.