Adopsi Bus Listrik, Kota Surabaya Transisikan Sistem Transportasi

Kota Surabaya mentransisikan sistem transportasi dengan angkutan umum berbasis setrum, ditandai dengan beroperasinya rute bus listrik berbasis skema Buy the Service (BTS).

Fatkhul Maskur

26 Feb 2024 - 09.22
A-
A+
Adopsi Bus Listrik, Kota Surabaya Transisikan Sistem Transportasi

Bisnis, JAKARTA—Kota Surabaya mentransisikan sistem transportasi dengan angkutan umum berbasis setrum, ditandai dengan beroperasinya rute bus listrik berbasis skema Buy the Service (BTS).

DAMRI mulai mengoperasikan rute bus listrik berbasis BTS Terminal Purabaya - ITS - Kenjeran Park via Middle East Ring Road (MERR) Surabaya, Ahad (25/2/2024).

Corporate Secretary DAMRI Chrystian R. M. Pohan mengatakan layanan bus listrik menjadi salah satu upaya mengurangi polusi udara, serta mengajak masyarakat kembali menggunakan angkutan umum untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

"DAMRI telah melalui masa uji coba terhadap 13 unit yang akan mengaspal, dan 2 unit cadangan pada 22-24 Februari 2024 sebelum kembali beroperasi untuk memastikan layanan prima, aman, dan nyaman bagi pelanggan," kata Pohan.

Bus listrik Kota Surabaya memiliki kapasitas duduk 19 penumpang dan berdiri sebanyak 5 penumpang.

Tarif layanan ini dikenakan Rp6.200 untuk masyarakat umum. Sedangkan pelajar, mahasiwa, disabilitas, dan lansia dikenai tarif Rp2.000. Pelanggan dapat melakukan transaksi dengan metode pembayaran cashless via E-Money dan QRIS.

Waktu operasional bus tersedia mulai pukul 05.00-22.00 WIB yang melayani setiap hari dengan jarak kedatangan antarbus setiap 12-15 menit.

Dengan diaktifkannya kembali rute bus listrik BTS, DAMRI berharap bisa memberi kemudahan bagi warga Surabaya, terutama dalam memenuhi kebutuhan mobilitas dalam kota dengan transportasi ramah lingkungan.

Baca Juga:

Mayasari Bakti : Bus Listrik Lebih Efisien, Tapi Banyak Tantangan

ADOPSI BUS LISTRIK

Tunjung Iswandaru, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, mengatakan bahwa persiapan transisi menuju angkutan umum bus listrik telah dimulai dengan kajian pada Februari 2023.

Selanjutnya, pada periode Mei-Juli 2023 dilakukan pemilihan operator, dilanjutkan persiapan implementasi pada Agustus-Oktober, dan uji coba operasional.

"Program uji coba bus listrik Kota Surabaya telah berjalan 3 bulan sejak November 2023," kata Tunjung dalam Busworld SEA 2024 Seminar, Selasa (20/2/2024).

Selama masa trial 3 bulan, menurutnya, pengoperasioan bus listrik mengurangi emisi 33% dibandingkan dengan bus diesel, dan mengurangi biaya energi 87%," kata Tunjung.

Saat ini, sistem angkutan umum di Kota Surabaya dilayakni dengan 827 unit mikrolet, dan 275 bus kota. Adopsi bus listrik merupakan bagian dari transisi pengelolaan transportasi umum.

Baca Juga:

Setrum Bus Listrik Menjalar di Jalur BTS

Selain itu, mulai tahun ini seluruh operasional Surabaya Bus dan Feeder Wira-wiri dilaksanakan secara BTS dengan penambahan koridor 5B dan 5 koridor feeder.

"Mulai tahun ini, Surabaya Bus yang selama ini dikelola oleh Pemkot diserahkan kepada pihak ketiga dengan di BTS-kan, termasuk feeder yang kami punyai," kata Tunjung.

BTS adalah mekanisme pemerintah yang mana membeli layanan angkutan massal kepada operator atau menyubsidi 100% biaya operasional kendaraan dengan mekanisme lelang berdasarkan standar pelayanan minimum (SPM) yang ditetapkan.

Seiring dengan hal tersebut, Pemkot Surabaya menggandakan anggaran pembiayaan angkutan umum dari Rp59,43 miliar pada 2023 menjadi Rp108,4 miliar. (Nanda Silvia Okti)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.