Adu Strategi Bankir Percepat Penyaluran KUR

Sejumlah bank bersiap dengan strategi masing-masing untuk mengerek penyaluran KUR tahun ini.

Fahmi Ahmad Burhan

29 Jan 2024 - 18.26
A-
A+
Adu Strategi Bankir Percepat Penyaluran KUR

Bisnis, JAKARTA — Deretan perbankan yang mendapatkan jatah penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR dari pemerintah bersiap menjalankan sejumlah strategi untuk memastikan dapat mengoptimalkan penyaluran kredit bersubsidi tersebut kepada segmen yang tepat.

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), misalnya, dalam upayanya menyalurkan KUR menggaet PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo). Kerja sama keduanya diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama penjaminan KUR BCA dan Jamkrindo.

Direktur BCA, John Kosasih, mengatakan bahwa melalui kerja sama tersebut, Jamkrindo menjamin risiko kredit macet untuk penyaluran KUR kecil atau KUR mikro, sehingga bank penyalur KUR khususnya BCA dapat melakukan ekspansi bisnis tanpa khawatir kualitas kredit.

"Kemitraan ini juga merupakan langkah yang diambil untuk berkontribusi terhadap perkembangan UMKM [usaha mikro, kecil, dan menengah] dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di Indonesia," katanya dalam keterangan tertulis pekan lalu, Sabtu (27/1/2024).

Sepanjang 2023 BCA telah mencatatkan peningkatan penyaluran KUR hingga 24% secara tahunan (year-on-year/YoY), dengan kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) KUR di angka 0,7%. Pada 2024, target realisasi KUR BCA naik sebesar 11%.

Baca Juga:

Sinyal Bahaya yang Terus Bernyala dari NPL Tinggi BPR

Siasat Bank Digital Demi Likuiditas Lebih Longgar

Laju Kredit UMKM Mulai Melambat, Target Bakal Tak Tercapai?

Membaca Arah Kredit Konsumsi 2024

Nasabah Korporasi Topang Kinerja Bank: Prospek 2024?

Begitu juga dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI. Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, mengungkapkan bahwa BRI mengandalkan infrastruktur yang memadai serta sumber pertumbuhan baru melalui ekosistem ultramikro bersama Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam menyalurkan KUR.

“Dari sisi infrastruktur, saat ini BRI telah memiliki BRISPOT yang terus dioptimalisasikan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pekerjaan tenaga pemasar (mantri). Selain itu, kami juga akan mengoptimalkan potensi dari ekosistem model bisnis baru seperti PARI dan Localoka,” katanya.

Pada 2023 lalu, BRI telah menyalurkan KUR senilai Rp163,3 triliun kepada 3,5 juta debitur, sedangkan pada 2024 BRI mendapatkan alokasi KUR terbesar yakni senilai Rp165 triliun.

Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. akan menyasar peminjam dari sektor pertanian, perkebunan, jasa produksi, hingga industri pengolahan untuk KUR tahun ini.


SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri, Saptari, mengatakan bahwa sebagai wholesale bank, pihaknya bakal mempercepat pencairan KUR dengan menggarap nasabah dari bisnis turunan korporasi.

Dengan kosep menggarap rantai bisnis ini, maka KUR Mandiri 2024 dapat mendorong segmen wholesale banking dengan solusi pembiayaan close-loop ecosystem.

“Kami optimis dapat memenuhi target yang ditetapkan oleh pemerintah yang selaras dengan komitmen Bank Mandiri,” tuturnya dalam keterangan resmi pekan lalu, Selasa (23/1/2024).

Bank Mandiri mencatat telah menyalurkan KUR sebesar Rp34,24 triliun kepada lebih dari 320.675 debitur pada 2023. Emiten bank berkode BMRI ini menargetkan menyalurkan KUR pada 2024 sebesar Rp37,5 triliun.

Selain bank-bank jumbo, sejumlah bank pembangunan daerah (BPD) pun menyiapkan strateginya dalam menyalurkan KUR.

PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar) misalnya mengandalkan ekosistem atau pola kerja sama dengan pihak offtaker dalam menjamin kepastian harga dan distribusi hasil panen dalam penyaluran KUR.

Pemimpin Divisi Ritel dan Konsumen Bank Sulselbar, Ahmad Nur Rizal, juga mengatakan bahwa pengalokasian atau komitmen kerja sama yang akan dibangun melalui KUR ini akan dibuat secara sustainable atau berkelanjutan. Jika dalam pelaksanaannya berjalan lancar, maka alokasinya berpotensi terus dinaikkan.

“Kami tentunya akan terus berupaya untuk dapat meningkatkan penyaluran KUR khususnya kepada pelaku UMKM serta untuk sektor-sektor ekonomi unggulan pemerintah daerah di Sulsel. Kami harap bermanfaat dan bisa sustainable,” tuturnya.

Begitu juga dengan PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat atau Bank Nagari. Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari, Gusti Candra, mengatakan bahwa Bank Nagari akan senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan pelaku usaha yang membutuhkan KUR.

Bank juga memberikan kemudahan kepada pelaku usaha super mikro dengan plafon KUR sampai dengan Rp10 juta.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah RI melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI telah menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp300 triliun pada 2024. Nilai ini naik tipis dari target tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp297 trilun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.