Free

Ajakan APEC Tingkatkan Investasi Ekonomi Hijau RI dari Airlangga

APEC perlu membentuk mekanisme pembiayaan untuk mendukung implementasi transisi hijau di ekonomi anggota.

Jaffry Prabu Prakoso

18 Nov 2022 - 18.34
A-
A+
Ajakan APEC Tingkatkan Investasi Ekonomi Hijau RI dari Airlangga

Presiden Joko Widodo bersama beberapa menteri dalam pertemuan bilateral dengan Selandia Baru di Bangkok. /Kemenko Perekonomian

JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak para Menteri Negara Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) untuk dapat meningkatkan kualitas investasi ekonomi hijau dan mempromosikan peningkatan kapasitas dan transfer teknologi.

Itu karena banyaknya dukungan pengembangan energi terbarukan geothermal yang potensial di Indonesia, juga pengembangan green hydrogen.

Menko Airlangga mengatakan bahwa APEC perlu membentuk mekanisme pembiayaan untuk mendukung implementasi transisi hijau di ekonomi anggota.

Tangkapan layar - Kawasan Industri Hijau Indonesia di Kalimantan Utara akan menjadi kawasan industri hijau terbesar di dunia. JIBI/Bisnis-Nancy Junita

Indonesia sendiri, menurut dia, membutuhkan sekitar US$322,8 miliar untuk mencapai target National Determined Contribution (NDC) 2030. 

Oleh karena itu, diperlukan mekanisme pembiayaan yang inovatif, termasuk dari sektor privat, komunitas internasional, atau bauran pembiayaan lainnya.

Terkait mempromosikan peningkatan kapasitas dan transfer teknologi, Airlangga menyampaikan bahwa ekonomi berkembang menghadapi keterbatasan kapasitas institusional dan kurangnya akses terhadap teknologi hijau.

Baca juga: Keuntungan Produksi Hidrogen Hijau di Kepri

Dia menekankan bahwa pentingnya APEC sebagai incubator of ideas untuk menggalang kerja sama konkret dalam mendukung pertukaran pengetahuan dan informasi serta kolaborasi riset untuk mendukung transisi hijau yang merata di antara ekonomi para anggotanya.

Selain itu, dia juga menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif Bio-Circular Growth (BCG) Economy Model dan mengajak ekonomi APEC untuk berkolaborasi. Menurutnya, model ekonomi BCG sangat relevan dengan adanya berbagai tantangan di depan.

“Model ekonomi ini tidak hanya dapat mendukung kebutuhan ekonomi saat ini, tetapi juga mendukung keberlangsungan generasi masa depan kita,” katanya saat mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pertemuan bilateral dengan Selandia Baru di Bangkok, Thaliand melalui keterangan pers, Jumat (18/11/2022).

Selain itu, Airlangga memberikan apresiasi atas dukungan dari Selandia Baru untuk kepimpinan Asean di Indonesia pada tahun 2023. Airlangga mengucapkan terima kasih atas sikap dan dukungan dari New Zealand tersebut.

“Pembahasan dukungan New Zealand kepemimpinan Asean di Indonesia 2023,” jelasnya.

Terima Estafet dari Kamboja

Sebelumnya, Jokowi resmi menerima estafet keketuaan Asean dari Kamboja ke Indonesia. Dengan demikian, Indonesia akan menjadi Ketua Asean pada 2023.

Baca juga: Kawasan Industri Ditarget Terapkan Eco Industrial Park pada 2024

Penyerahan keketuaan tersebut berlangsung pada Upacara Penutupan KTT Ke-40 dan Ke-41 serta KTT Terkait lainnya di Hotel Sokha Phnom Penh, Minggu (13/11/2022).

Secara simbolis, Jokowi menerima palu dari Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, sebagai penanda bahwa Indonesia telah menjadi Ketua Asean.

“Sebuah kehormatan bagi Indonesia menjadi Ketua Asean pada 2023. Keketuaan Indonesia akan menjadikan Asean Matters: Epicentrum of Growth,” kata Jokowi, dikutip melalui Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (13/11/2022).

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan bahwa Asean harus menjadi kawasan yang stabil dan damai, menjadi jangkar stabilitas dunia, konsisten menegakkan hukum internasional, serta tidak menjadi proksi siapapun.

Presiden Jokowi menghadiri ASEAN Global Dialogue Ke-2: Post Covid-19 Comprehensive Recovery di Hotel Sokha, Phnom Penh, Minggu (13/11/2022)/istimewa

“Asean harus menjadi kawasan yang bermartabat serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan demokrasi,” ujarnya.

Kepala Negara juga menginginkan Asean harus menjadi kawasan ekonomi yang tumbuh cepat, inklusif, dan berkelanjutan. Peningkatan kapasitas institusi Asean juga menjadi perhatian Jokowi agar mampu menjawab tantangan 20 tahun ke depan.

Jokowi pun menyampaikan harapannya agar pada 2045 Asean harus lebih adaptif, responsif, dan berdaya saing.

“Semua itu harus diperjuangkan dengan cara Asean yaitu konsisten dengan semangat kerja sama serta menjalankan Piagam Asean seutuhnya,” ujarnya. (Akbar Evandio)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.