Akselerasi Panas Bumi Butuh Sinergitas dan Kolaborasi

Minimnya pengembangan dan pemanfaatan panas bumi di Tanah Air disebabkan oleh masih adanya sejumlah tantangan yang tidak hanya harus dihadapi pemerintah tetapi juga pengembang. Untuk mengakselerasinya butuh sinergitas dan kolaborasi semua pihak.

Ibeth Nurbaiti
Aug 4, 2022 - 11:00 AM
A-
A+
Akselerasi Panas Bumi Butuh Sinergitas dan Kolaborasi

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Ulubelu Unit 3 milik PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) terlihat dari ketinggian di Ulubelu, Lampung, Rabu (3/8/2016). JIBI/Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis, JAKARTA — Pengembangan dan pemanfaatan panas bumi di Indonesia masih terbilang sangat rendah meskipun potensi cadangannya lebih besar dibandingkan dengan sumber energi baru dan terbarukan (EBT) lainnya.

Kalau mengutip kajian Think Geo Energy pada 2020, Indonesia menempati posisi kedua dengan sumber daya panas bumi terbesar di dunia, dengan potensi yang mencapai 23,76 gigawatt (GW). Hanya saja, kapasitas listrik yang terpasang dari panas bumi diketahui baru sekitar 2.175 MW.

Sementara itu, Amerika Serikat menjadi negara dengan sumber daya panas bumi terbanyak, dengan potensi mencapai 30 GW. Pemilik sumber daya geothermal lainnya adalah Filipina 4 GW, Turki 4,50 GW, dan Selandia Baru 3,65 GW.

Minimnya pengembangan dan pemanfaatan panas bumi di Tanah Air disebabkan oleh masih adanya sejumlah tantangan yang tidak hanya harus dihadapi pemerintah tetapi juga pengembang.

Editor: Ibeth Nurbaiti
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan Login Di Sini