Aksi B.Braun Indonesia Tekan Emisi di Indonesia

B. Braun Indonesia telah menerapkan konsep pabrik ramah lingkungan dengan pemanfaatan pencahayaan alami dan teknologi pabrik yang hemat energi.

Afiffah Rahmah Nurdifa

19 Jan 2024 - 11.12
A-
A+
Aksi B.Braun Indonesia Tekan Emisi di Indonesia

Presiden Direktur B. Braun Indonesia, Rainer Ruppel. Bisnis/Affifah Rahmah

Bisnis, KARAWANG – Produsen farmasi asal Jerman, B.Braun Indonesia resmi mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 1,2 MwP pada pabriknya di Karawang, Jawa Barat. 

Presiden Direktur B. Braun Indonesia, Rainer Ruppel mengatakan pemasangan solar panel ini ditargetkan mampi menurunkan emisi karbon hingga sebesar 25% atau setara 346 ton emisi karbon per tahun. 

"Ini akan memberi daya sekitar 20—30% dari kebutuhan energi kami, secara signifikan mengurangi ketergantungan kita pada bahan bakar fosil dan menurunkan emisi CO2," kata Rainer saat peresmian operasional PLTS di Pabrik B.Braun, Karawang, Kamis (18/1/2024). 

Baca juga: Menguatkan Transisi Energi demi Daya Saing Produk Indonesia

PLTS ini mampu menghasilkan 1.673 Gigawatt hour (GWh) listrik per tahun dan dapat memenuhi sekitar 20—30% kebutuhan listrik di pabrik B. Braun Indonesia. 

Rainer juga menyampaikan bahwa langkah pengoperasian PLTS seiring dengan target B. Braun secara global untuk penurunan emisi CO2 sebesar 50% hingga tahun 2030.

"Untuk mendukung pengurangan emisi karbon, pengoperasian PLTS ini sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai 23% bauran energi baru terbarukan pada tahun 2025 dan net zero emission pada tahun 2060," ujarnya. 

Rainer menuturkan, operasional PLTS menjadi langkah awal pemanfaatan energi terbarukan dan upaya transisi energi untuk suplai energi listrik di berbagai asetnya, salah satunya di fasilitas produksinya.




Selain pengoperasian PLTS, B. Braun Indonesia telah menerapkan konsep pabrik ramah lingkungan dengan pemanfaatan pencahayaan alami dan teknologi pabrik yang hemat energi. 

Tak hanya itu, perusahaan yang berbasis di Jerman ini juga memanfaatkan teknologi internet of things (IoT) dalam produksi cairan dasar infus dan penanaman pohon di sekitar fasilitas produksi untuk meningkatkan kualitas udara dan mengurangi polusi.

"Izinkan saya menambahkan, kami berencana untuk memperluas portofolio produksi kami dan menjadi pemain yang lebih kuat di pasar kesehatan Indonesia di masa depan," terangnya. 

Baca juga: Pabrik Farmasi B.Braun Indonesia Pasang PLTS, Target Tekan Emisi 25%

Kendati demikian, produsen cairan infusan itu belum dapat membeberkan detail ekspansi portofolio yang dimaksud. Adapun, sejauh ini B.Braun masih mengimpor sejumlah bahan baku dan alat kesehatan dari Jerman. 

Untuk diketahui, pabrik B.Braun Karawang merupakan pabrik pertamanya yang dibangun di Indonesia pada tahun 2017. Pabrik ini dibangun di area seluas 19 hektar dengan nilai investasi lebih dari Rp1 triliun. 

Fasilitas manufaktur ini memiliki kapasitas produksi sebesar 15 juta botol per tahun dan 50 juta botol untuk tahap kedua mendatang.  Pabrik B.Braun Indonesia saat ini memproduksi ecosol ringer lactate, ecosol sodium chloride 0.9%, ecosol glucose 5%, ecosol glucose 10%, ecosol glucose 5% & sodium chloride 0.9%, ecosol water for injection, dan sterofundin ISO.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.