Akuisisi Penambang Tembaga Terbesar Dunia Senilai Rp600 T Kandas

Anglo American, penghasil platinum terbesar di dunia, menolak tawaran akuisisi dari raksasa tambang dunia BHP asal Australia yang disebut-sebut bakal menjadi aksi pencaplokan terbesar ada tahun ini.

Nindya Aldila

28 Apr 2024 - 16.27
A-
A+
Akuisisi Penambang Tembaga Terbesar Dunia Senilai Rp600 T Kandas

Illustrasi

Bisnis, JAKARTA - Anglo American, penghasil platinum terbesar di dunia, menolak tawaran akuisisi dari raksasa tambang dunia BHP asal Australia yang disebut-sebut bakal menjadi aksi pencaplokan terbesar ada tahun ini.

Anglo telah menolak tawaran BHP senilai 36 miliar euro atau Rp625,4 triliun. Penolakan tersebut disebabkan oleh nilai penawaran yang terlalu rendah.

Angka itu menjadi yang terbesar setelah BHP mengambil alih tambang tembaga Oz Minerals pada 2023. 

"Dewan perusahaan telah mempertimbangkan  penawaran dengan para penasihat dan memutuskan bahwa proposal tersebut undervalue Anglo American dan prospek ke depannya," ujar perusahaan yang terdaftar di bursa London ini, dikutip Euronews pada Kamis (25/4/2024). 

Dalam penawaran tersebut, Anglo diminta untuk melakukan spin off bisnis platinum dan bijih besinya di Afrika Selatan untuk menyederhanakan operasionalnya. Hal itu juga yang membuat Anglo keberatan. 

Kepala Anglo American Stuart Chambers mengatakan permintaan tersebut oportunis dan tidak mampu menilai prospek Anglo American. 

"Struktur yang diusulkan juga sangat tidak menarik, menciptakan ketidakpastian besar dan risiko pelaksanaan yang hampir seluruhnya ditanggung oleh Anglo American, pemegang sahamnya, dan pemangku kepentingan lainnya," kata Chambers. 

Bisnis Anglo American memang sedang padam, ditandai dengan penurunan laba hingga 94% pada tahun lalu karena pukulan harga pada bisnis nikel dan melemahnya permintaan berlian. 

Sejauh ini, Anglo menguasai beberapa tambang tembaga di berbagai negara seperti Afrika Selatan, Chili, dan Peru yang berkontribusi hingga 30% dari total produksi perusahaan. 

Produksi tembaganya di Amerika Selatan ditargetkan mencapai 730.000-790.000 ton pada tahun ini. Anglo menjadi incaran penting karena proyeksi permintaan tembaga di masa depan dan peran pentingnya untuk mengembangkan transisi energi seperti baterai kendaraan listrik. 

Mereka meyakini kombinasi kedua perusahaan akan melahirkan raksasa di bidang pertambangan tembaga dan menjadi pemain terbesar dunia untuk memasok 10% produksi global. 

Dari sisi BHP, perusahaan mengharapkan akuisisi dapat mengoptimalisasi potensi aset jangka panjang Anglo dengan kekuatan dari arus kas yang lebih besar dan neraca keuangan yang lebih kuat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.