Alam Sutera (ASRI) Bangun Rumah Mewah Premium Tak Gentar Pemilu

Menjelang tahun Pemilu tak menyurutkan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) untuk ekspansi bisnis membangun hunian premium dengan harga Rp16 miliar hingga Rp28 miliar yang menyasar kalangan high end di Alam Sutera

Yanita Petriella

1 Nov 2023 - 17.20
A-
A+
Alam Sutera (ASRI) Bangun Rumah Mewah Premium Tak Gentar Pemilu

Rumah contoh hunian premium di Alam Sutera. /Yanita Petriella

Bisnis, JAKARTA – Menjelang tahun Pemilu tak menyurutkan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) untuk ekspansi bisnis mengembangkan kawasan Alam Sutera seluas 800 hektare di Tangerang. Emiten berkode ASRI ini akan membangun rumah tapak premium terbaru pertama bernama The Gramercy di Alam Sutera. Di atas lahan seluas 7,5 hektare ini, ASRI akan membangun sebanyak 109 unit The Gramercy. 

Direktur PT Alam Sutera Tbk (ASRI) Lilia Sukotjo menargetkan pra penjualan atau marketing sales dari rumah The Gramercy ini dapat meraup Rp1,7 triliun yang dapat terserap hingga akhir 2024. Pembangunan rumah tapak tersebut akan dilakukan mulai Januari dan ditargetkan serah terima dalam 2 tahun mendatang yang mulai dilakukan pada pertengahan hingga akhir 2025. 

Pembangunan rumah premium di Alam Sutera ini untuk menjawab kebutuhan dan permintaan konsumen akan hunian di atas Rp10 miliar. Selama ini, Alam Sutera membangun hunian di bawah Rp10 miliar. 

“Selama ini kami bikin rumah harganya Rp4 miliar hingga Rp10 miliar, enggak pernah di atas Rp10 miliar ke atas, adanya kavling di atas Rp10 miliar, tapi mereka ingin ada bangunan yang siap huni,” ujarnya, Rabu (1/11/2023). 

Pihaknya optimistis meskipun menjelang Pemilu namun permintaan hunian premium ini bakal diminati konsumen. Hal ini karena pembeli rumah premium berasal dari kalangan yang stabil secara finansial sehingga tidak terpengaruh dengan kondisi yang ada. 

Menurutnya, permintaan rumah tapak jumlahnya masih tinggi seiring kebutuhan rumah para end user. Kemudian, para konsumen ini lebih tertarik membeli unit rumah yang telah jadi ketimbang membeli kavling. 

Di sisi lain, harga lahan di Alam Sutera terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Adapun pada tahun 1994 harga lahan kaveling di kawasan ini sebesar Rp270.000 per meter persegi dan saat ini meningkat menjadi Rp25 juta per meter persegi. 

“Saat ini memang rerata yang beli rumah milik Alam Sutera ini merupakan kalangan end user bukan investor lagi dan dari kalangan milenial. Kami yakin produk kami diminati. Produk kami yang gemuk ini harga Rp4 miliar hingga Rp10 miliar,” kata Lilia. 

Baca Juga: Tetap Prospektif, Alam Sutera (ASRI) Bangun Apartemen Premium


Sales and Marketing Division Head The Gramercy Alam Sutera Michael Lim menambahkan The Gramercy hadir untuk memenuhi kebutuhan pasar akan hunian premium. 

“Ini merupakan klaster prestisius terbaru di Alam Sutera dan kita mengembangkan produk ini dengan taste berbeda, desain yang timeless agar konsumen tidak direpotkan lagi melakukan penambahan ruang, renovasi dan lainnya,” ucapnya.

Menurutnya, hunian ini sudah dinantikan banyak konsumen kelas atas di Jakarta Barat, Tangerang dan sekitarnya. Hal tersebut dibuktikan dengan tingginya animo masyarakat terhadap produk ini. Saat ini, The Gramercy telah mencetak pra penjualan 20 unit dengan nilai lebih dari Rp200 miliaran.

“Tadi malam tambah lagi sudah ada yang booking 6 unit,”tuturnya

Mayoritas konsumen The Gramercy berasal dari Alam Sutera dan sekitarnya, seperti Jakarta Barat hingga Serpong. Selain itu, terdapat pula konsumen yang berasal dari luar kota. Untuk profil konsumennya sebagian besar adalah pebisnis. Beberapa konsumen yang datang dari luar kota kerap melakukan perjalanan bolak-balik ke Jakarta untuk urusan bisnis mereka.

“Selain membeli untuk rumah pertama, rata-rata konsumen membeli unit rumah ini sebagai rumah kedua atau ketiga. Kami optimis hingga akhir tahun dapat membukukan penjualan hingga Rp500 miliar,” ujarnya. 

The Gramercy memiliki jumlah unit yang sangat terbatas dan dipasarkan mulai dari harga Rp 16 miliar hingga Rp 28 miliar. Adapun terdapat tiga tipe unit di klaster The Gramercy yaitu Alca 12 meter x 26 meter, Aera dengan luas 14 meter x 26 meter, dan Arma berukuran 16 meter x 26 meter. Ketiga tipe unit ini memiliki desain layout yang berbeda, sehingga konsumen bisa menyesuaikan dengan kebutuhannya. 

“Rumah ini dikemas dengan gaya open floor plan sehingga ruangan menjadi luas dan terbuka. floor to ceiling pada setiap unit rumah cukup tinggi dan bervariasi, mulai dari 3,5 meter hingga 7 meter yang membuat setiap ruangan rumah terlihat menjadi luas,” terang Michael. 

The Gramercy memiliki fasilitas club house yang dilengkapi kolam renang berukuran semi olympic size, basketball court, children playground, jogging track, hingga mini lounge. Kawasan The Gramercy juga menyediakan area terbuka hijau dan asri seluas 1 hektare. 

Baca Juga: Persaingan Sengit Pengembang Kakap Garap Ceruk Hunian Tangerang



Prospek Tangerang 

Terpisah, koridor barat Jakarta yakni greater Tangerang menjadi kawasan yang sangat diminati oleh para pencari rumah. Hal inilah yang membuat pengembang gencar membangun hunian di koridor barat Jakarta. 

Berdasarkan data terbaru Cushman & Wakefield kuartal II tahun 2023 Marketbeat Reports menunjukkan pasokan unit rumah di Tangerang sebanyak 210.626 unit atau 51 persen dari total pasokan yang tersedia di pasar 421.257 unit. Kawasan Tangerang memiliki luas area mencapai 26.022 hektare (Ha) di mana yang telah dikembangkan mencapai 9.825 hektare. 

Director Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia Arief Rahardjo mengatakan rerata tingkat serapan unit hunian di Tangerang mencapai 21 unit per bulan. Dari sisi permintaan tercatat rumah tapak di Tangerang memiliki demand hingga 200.049 unit dengan rasio penjualan mencapai 95 persen.

Dalam catatan Cushman & Wakefield, rencana pengembangan area di Tangerang sebesar 26.022 hektare. Sementara itu saat ini yang telah di kembangkan sebanyak 9.825 hektare pada sementer pertama 2023. 

“Harga tanah di Tangerang merupakan harga tertinggi kedua yakni sebesar Rp15 juta per meter persegi. Adapun di posisi pertama harga tanah tertinggi berada di Jakarta dengan rerata Rp15,6 juta per meter persegi,” ujarnya. 

Head of Research Jones Lang Lasalle (JLL) Indonesia Yunus Karim juga tak menampik bahwa kawasan Tangerang merupakan salah satu wilayah yang paling diminati pembeli dan pengembang properti. Menurutnya, hunian yang diminati konsumen yang memiliki akses tol, akses transportasi umum seperti commuter line, light rail transit (LRT) dan mass rapid transit (MRT), dan kelengkapan fasilitas penunjang dalam kawasan menjadi daya tarik utama bagi para pembeli rumah tapak. 

“Kawasan koridor barat Jakarta, Tangerang, cenderung sudah established dibandingkan dengan kawasan lainnya. Fasilitas dari tol maupun public transportation yang sudah memadai di daerah tersebut. Mengapa diminati oleh pengembang? Karena banyak konsumen yang memiliki minat terhadap area tersebut,” tuturnya.

Selain itu, pengembang di Tangerang menawarkan konsep hunian township yang diminati pasar. Kawasan township ini menyediakan berbagai fasilitas penunjang seperti rumah sakit, sekolah, dan pusat perbelanjaan modern yang membuat para penghuni township lebih nyaman sehingga membuat kawasan tersebut diminati banyak pembeli.

“Karena memang ketersediaan fasilitas, kelengkapan fasilitas sebagai sebuah kota mandiri, itu menjadi hal yang dipertimbangkan oleh pembeli. Karena pembeli sudah tahu kalau mau belanja harus ke mana, kemudian sekolahnya akan ke mana, hospital, tempat ibadah atau mungkin dengan community-nya. Itulah menjadi salah satu hal yang memang akhirnya membuat para pembeli menjadikan township lebih menarik dibandingkan lainnya,”  ucapnya. 

Menurut Yunus, lokasi township biasanya terletak di kawasan strategis, yaitu wilayah yang dekat dengan jalan tol maupun transportasi publik sehingga dapat memudahkan akses perjalanan dari tempat tinggal ke tempat kerja.

“Ditambah lagi apabila township tersebut memiliki fleksibilitas seperti jalan tol, kemudian public transportation yang memadai untuk dapat membuat atau memudahkan perpindahan dari tempat tinggal mereka menuju tempat kerja. Daerah yang diminati adalah ke arah Tangerang salah satunya memiliki aksesibilitas yang bagus,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.