Alarm Manufaktur dari Neraca Dagang yang Surplus

Neraca dagang Januari 2024 masih mencatatkan surplus. Kendati positif, catatan BPS kali ini menunjukkan ada perlambatan impor bahan baku penolong, suatu pertanda adanya perlambatan aktivitas manufaktur jelang Ramadan dan Idul Fitri.

Annasa Rizki Kamalina

15 Feb 2024 - 17.22
A-
A+
Alarm Manufaktur dari Neraca Dagang yang Surplus

Petugas memantau pemindahan kontainer ke atas kapal di New Priok Container Terminal One (NPCT 1), Jakarta, Senin (12/3/2018)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis, JAKARTA - Di tengah euforia Pemilu 2024, neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2024 masih mampu melanjutkan surplus. Meski demikian, penurunan ekspor dan impor, terutama bahan baku penolong perlu menjadi perhatian karena mencerminkan lesunya gerak manufaktur nasional. 

Pada Januari 2024, surplus neraca dagang mencapai US$2,02 miliar sejalan dengan nilai ekspor US$20,52 miliar dan impor US$18,51 miliar. Realisasi itu menandai surplus dagang 45 bulan berturut-turut, tetapi nilainya menyusut dari US$3,87 miliar pada Januari 2023, serta lebih tinggi dar uS$0,93 miliar pada Januari 2022 dan US$1,96 miliar pada Januari 2021.

Plt. Kepala BPS Amalia A. Widyasanti mengatakan, nilai surplus neraca dagang Indonesia Januari 2024 menyusut US$1,27 miliar dibandingkan capaian bulan sebelumnya atau Desember 2023, yaitu sebesar US$3,32 miliar.

“Surplus Januari 2024 ini lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan bulan yang sama tahun lalu," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (15/2/2024).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan login terlebih dahulu

BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.