Alasan di Balik Keputusan Buyback Saham oleh Perusahaan

Keputusan perusahaan untuk melakukan buyback saham dapat didorong oleh berbagai faktor, termasuk peningkatan nilai saham, sinyal kondisi undervalued, manajemen struktur modal, pencegahan pengambilalihan, penggunaan kelebihan kas, dan dukungan terhadap program opsi saham karyawan.

Redaksi

2 Feb 2024 - 14.41
A-
A+
Alasan di Balik Keputusan Buyback Saham oleh Perusahaan

Ilustrasi buyback. Sumber: Canva

Bisnis, JAKARTA — Keputusan perusahaan untuk melakukan buyback saham, yang artinya membeli kembali sejumlah sahamnya sendiri dari pasar, sering kali menjadi strategi yang menarik dan kompleks.

Terdapat beberapa alasan yang mendasari langkah ini, yang dapat memberikan gambaran lebih jelas kepada para pemangku kepentingan. Berikut adalah beberapa alasan umum di balik keputusan perusahaan untuk melakukan buyback saham:

 

1. Meningkatkan Nilai Saham:

Melalui buyback, perusahaan berharap dapat mengurangi jumlah saham yang beredar di pasar. Dengan jumlah saham yang lebih sedikit, laba bersih per saham meningkat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan nilai saham dan memberikan keuntungan kepada para pemegang saham.

2. Signal Kondisi Undervalued:

Buyback saham kadang dianggap sebagai sinyal bahwa manajemen percaya saham perusahaan saat ini diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya. Ini dapat memotivasi investor untuk ikut serta dalam buyback, mengharapkan keuntungan saat nilai saham meningkat.

Baca Juga:

Menebak Arah Saham GOTO Usai TikTok Resmi Beli Tokopedia

Modal Tebal INTP Arungi 2024

Prospek PANI Usai Sukses Rebut Takhta Emiten Properti Terbesar

Sederet Penopang Akselerasi Laju ACES

Prediksi Penjualan ORI025, Lebih Cuan Jelang Turun Suku Bunga

Alarm untuk Saham Astra (ASII) Akibat Masuknya Mobil Listrik BYD

Menakar Daya Tarik Emiten Motor Listrik di Lantai Bursa

3. Manajemen Struktur Modal:

Buyback saham dapat menjadi strategi manajemen untuk mengelola struktur modal perusahaan. Dengan mengalokasikan kelebihan kas untuk membeli kembali saham, perusahaan dapat meningkatkan rasio utang terhadap ekuitas, yang dapat dianggap sebagai manajemen yang efisien terhadap modalnya.

4. Mencegah Pengambilalihan (Takeover):

Dalam beberapa kasus, buyback saham dapat berfungsi sebagai bentuk perlindungan terhadap upaya pengambilalihan oleh perusahaan lain. Dengan mengurangi jumlah saham yang beredar, biaya pengambilalihan dapat meningkat, membuat perusahaan kurang menarik bagi pihak lain.

5. Menggunakan Kelebihan Kas:

Buyback saham dapat menjadi cara efisien untuk menggunakan kelebihan kas yang dimiliki perusahaan. Daripada hanya menyimpan kas yang tidak digunakan, buyback saham memberikan penggunaan yang lebih produktif bagi sumber daya keuangan perusahaan.

6. Mendukung Opsi Saham Karyawan:

Buyback saham juga dapat digunakan untuk mendukung program opsi saham karyawan. Dengan mengurangi jumlah saham yang beredar, perusahaan dapat membantu menjaga nilai opsi saham yang diberikan kepada karyawan.

 

Melalui pemahaman atas alasan-alasan ini, investor dan pemangku kepentingan dapat menilai kebijakan buyback saham perusahaan dengan lebih cermat. Setiap keputusan buyback memiliki konteks dan implikasi yang perlu diperhatikan secara seksama dalam rangkaian strategi perusahaan yang lebih besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.