Alasan di Balik Sukses Rekor IPO di 2023

Upaya sosialisasi yang gencar dilakukan Bursa Efek Indonesia selama satu dekade terakhir, baik untuk menjaring emiten baru maupun investor baru, sukses membuahkan prestasi sekaligus tonggak sejarah baru bagi pasar modal. Tahun ini, pasar modal berhasil memecahkan rekor jumlah emiten baru.

Tim Redaksi

6 Okt 2023 - 20.17
A-
A+
Alasan di Balik Sukses Rekor IPO di 2023

Pencatatan perdana saham PT Kokoh Exa Nusantara Tbk. (KOCI) dan PT Sumber Sinergi Makmur Tbk. (IOTF) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat, (6/10/2023). (Bisnis/Rizqi Rajendra)

Bisnis, JAKARTA — Faktor sosialisasi yang masif dari Bursa Efek Indonesia, ditambah momentum pemulihan ekonomi pascapandemi dan mahalnya alternatif sumber pendanaan lain menjadikan IPO sebagai pilihan paling menarik bagi banyak korporasi untuk menggalang modal tahun ini. Alhasil, rekor IPO pun sukses dipecahkan tahun ini.

Rekor jumlah emiten baru dalam setahun terjadi pada 1990, yakni 66 emiten. Rekor tersebut sudah disamai pada Senin (11/9/2023) kala PT Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk. tercatat di BEI dengan kode saham AEGS.

Hari ini, Jumat (6/10/2023), BEI kedatangan dua emiten baru sekaligus, yakni PT Sumber Sinergi Makmur Tbk. (IOTF) dan PT Kokoh Exa Nusantara Tbk. (KOCI). Dengan demikian, jumlah emiten baru yang tercatat tahun ini mencapai 68 emiten, resmi mengalahkan rekor tahun 1990 tersebut.

Tidak sampai di situ saja, BEI masih mencatat 28 calon emiten lagi yang antre untuk listing tahun ini. Artinya, dengan antrean tersebut, pencatatan emiten baru pada 2023 berpotensi mencapai 94 perusahaan tercatat jika 28 perusahaan tersebut melakukan IPO tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario
company-logo

Lanjutkan Membaca

Alasan di Balik Sukses Rekor IPO di 2023

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.