Free with Login

Alasan Jokowi Ingin Bentuk “Family Office”

Family office bukan hanya meningkatkan peredaran modal di dalam negeri, tetapi juga menghadirkan peningkatan PDB hingga lapangan kerja.

Feni Freycinetia Fitri

3 Jul 2024 - 18.39
A-
A+
Alasan Jokowi Ingin Bentuk “Family Office”

Presiden Joko Widodo berbincang dengan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan di Kompleks Istana Kepresiden.

Bisnis, JAKARTA – Menteri Perekonomian Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan mengapa Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin membangun family office.

Luhut mengatakan bahwa berdasarkan data The Wealth Report, populasi individu super kaya raya di Asia diperkirakan akan tumbuh sebesar 38,3% selama periode 2023-2028. Peningkatan jumlah aset finansial dunia yang diinvestasikan di luar negara asal juga diproyeksikan akan terus meningkat.

“Berangkat dari trend tersebut, saya melihat adanya kesempatan bagi Indonesia untuk menarik dana-dana dari family office global. Dari perhitungan terkini, ada sekitar US$11,7 triliun dana kelolaan family office di dunia,” katanya dikutip dari Instagram resmi @luhut.pandjaitan pada Selasa (2/7/2024).

Baca juga: Menghitung Bagaimana “Family Office” Bisa Sumbang Rp8.181 Triliun ke Negara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan login terlebih dahulu

BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.