Free

Alasan Jokowi Ultimatum Stok Beras Bulog Ditambah hingga 1,2 Juta Ton

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menginstruksikan jajarannya untuk mengguyur beras ke ritel modern, pasar tradisional, hingga penggilingan padi guna meredam lonjakan harga beras.

Ni Luh Anggela

28 Feb 2024 - 11.40
A-
A+
Alasan Jokowi Ultimatum Stok Beras Bulog Ditambah hingga 1,2 Juta Ton

Presiden Joko Widodo bersama sejumlah pejabat negara meninjau Gudang Bulog Dramaga Bogor pada September 2023. Bisnis/Akbar Evandio.

Bisnis, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Perum Bulog untuk meningkatkan stok cadangan beras pemerintah atau CBP minimal 1,2 juta ton di gudang Bulog.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menyampaikan, beras menjadi perhatian utama dalam sidang kabinet yang digelar pada Senin (26/2/2024), mengingat komoditas ini menyumbang inflasi paling tinggi.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), komoditas beras pada Januari 2024 masih mengalami inflasi yakni sebesar 0,64% dengan andil sebesar 0,03%.

Baca juga: Jalur Menurun Surplus Neraca Dagang RI

“Stok bulog itu harus ada minimal 1,2 juta ton, stok level terakhir adalah 800.000 ton, good in transit [barang terikirim] sekitar 500.000-600.000 ton. Jadi memang kita harus terus menjaga stok di 1,4 [juta ton],” kata Arief usai menghadiri rakornas Bapanas di Depok, Jawa Barat, Selasa (27/2/2024). 

Lebih lanjut, Arief menyampaikan, Jokowi juga menginstruksikan jajarannya untuk mengguyur beras ke ritel modern, pasar tradisional, hingga penggilingan padi guna meredam lonjakan harga beras. 

Data Panel Harga Bapanas, Rabu (27/2/2024) pukul 11.30 WIB, melaporkan, harga beras secara rata-rata nasional masih tinggi.

 

 

Tercatat harga beras premium siang ini dilaporkan Rp16.410 per kilogram, dengan harga tertinggi terjadi di Papua Pegunungan sebesar Rp24.000 per kilogram, sedangkan harga terendah terjadi di Aceh sebesar Rp14.630 per kilogram.

Sementara, harga beras medium Rp14.320 per kilogram. Provinsi dengan harga beras medium tertinggi terjadi di Papua Pegunungan sebesar Rp20.000 per kilogram dan harga terendah terjadi di Papua Selatan Rp11.800 per kilogram. 

Baca juga: Jokowi Minta Stok Beras Bulog Ditambah hingga 1,2 Juta Ton

“Jadi kalau melihat harga beras yang hari ini [Selasa] harganya di bawah Rp13.000 [per kilogram], itu adalah beras intervensi dari pemerintah karena nggak mungkin penggiling padi bisa memproduksi beras dengan harga di bawah itu,” ungkapnya.

Pemerintah pada kesempatan itu turut membahas peningkatan produksi beras. Di antaranya, melalui penambahan anggaran subsidi sebesar Rp14 triliun pada 2024, hingga pembuatan sumur bor untuk mengairi sawah.

“Jadi kegiatan-kegiatan ini memang harus dikerjakan, harus dimulai,” ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.