Alasan Kemenperin Perlu Kurangi Impor Alat Kesehatan

Selain untuk mengurangi bengkak defisit neraca dagang, ada sejumlah alasan penting lainnya untuk mengurangi impor alat kesehatan.

Afiffah Rahmah Nurdifa

31 Jan 2024 - 13.31
A-
A+
Alasan Kemenperin Perlu Kurangi Impor Alat Kesehatan

industri alat kesehatan merupakan salah satu sektor yang mendapat prioritas pengembangan sesuai dengan peta jalan Making Indonesia 4.0. - Foto arabhealthonline

Bisnis, JAKARTA--Kemenperin perlu mengurangi impor alat kesehatan (alkes). Selain untuk mengurangi bengkak defisit neraca dagang, ada sejumlah alasan penting lainnya.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier mengatakan bahwa industri dalam negeri memiliki kemampuan untuk memproduksi alat kesehatan berkualitas tinggi dan berstandar ekspor.

Beberapa di antaranya furnitur rumah sakit, alat suntik, apparatus diagnosis elektronik, hingga mesin terapi oksigen.

"Produk-produk tersebut telah menembus pasar internasional dengan nilai ekspor 2023 mencapai US$209,4 juta,” kata Taufiek Bawazier saat membuka Forum Bisnis Alat Kesehatan di Dubai, Selasa (30/1/2024).

Namun demikian, impor alkes Indonesia pada tahun yang sama mencapai US$687,36 juta. Alhasil defisitnya mencapai US$482 juta. Defisit neraca dagang alkes mengalami pembengkakan sejak 10 tahun terakhir.

Taufiek mengungkapkan, saat ini kekuatan industri alat kesehatan dalam negeri telah didukung sebanyak 150 perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (Aspaki).

"Industri-industri dalam negeri ini telah mampu memproduksi alat kesehatan yang berkualitas seperti ventilator [dengan TKDN mencapai 58%], hospital furniture [TKDN 68%], hingga medical apparel [TKDN 92%]," ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, di sektor industri alat kesehatan (alkes) terdapat 891 perusahaan hingga akhir 2021.

BACA JUGA Mengobati Bengkak Defisit Neraca Dagang Alkes

BACA JUGA : Menangkap Cuan Alkes di Arab Health 2024


LANGKAH KEBIJAKAN

Ke depan, Kemenperin mendorong industri alat kesehatan dalam negeri agar dapat menghasilkan produk berbasis teknologi tinggi, seperti electromedic devices, implan orthopedic, dan perangkat radiologi.

Guna mencapai sasaran tersebut, beberapa langkah yang perlu dijalankan, antara lain menjamin ketersediaan bahan baku, penguasaan teknologi dan inovasi, serta mengembangkan R&D alat kesehatan dengan harapan terciptanya ekosistem alat kesehatan berbasis riset.

"Terkait bahan baku, kami berupaya mendorong produsen bahan baku baja, plastik, dan karet agar menghasilkan produk medical grade bagi industri alat kesehatan dalam negeri sebagaimana juga tercantum dalam RIPIN 2015-2035,” kata Taufiek.

Untuk meningkatkan daya saing teknologi, Kemenperin berperan aktif mengembangkan Center of Excellence (CoE) Alat Kesehatan di Yogyakarta dengan mengolaborasikan perguruan tinggi dan industri dalam R&D produk inovasi alkes.

Selain itu, juga menyusun regulasi P3DN yang lebih ramah industri dengan memasukkan unsur R&D, agar para pelaku usaha dapat mengoptimalkan penyerapan pasar dalam negeri khususnya untuk pasar dengan pembiayaan pemerintah.

Taufiek optimistis pengembangan yang dilakukan saat ini akan mendorong industri alat kesehatan dalam negeri agar semakin berdaya saing di kancah global.

Apalagi, industri alat kesehatan merupakan salah satu sektor yang mendapat prioritas pengembangan sesuai dengan peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Kami terus memacu produk alat kesehatan buatan industri dalam negeri bisa menjadi produk ekspor unggulan lndonesia. Sebab, produk alat kesehatan ini mempunyai potensi yang sangat besar untuk dipasarkan ke mencanegara,” tuturnya.

Dengan demikian, impor alkes akan terkurangi di satu sisi, dan ekspornya akan meningkat di sisi lain. Alhasil, bengkak defisit neraca dagang alkes akan mengempis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.