Alasan Pemerintah Perpanjang Relaksasi HET Beras

Badan Pangan Nasional mempertahankan harga eceran tertinggi di level atas untuk komoditas beras premium dan medium. Langkah ini untuk merespons masih menantangnya pasokan beras diikuti fluktuasi harga di pasar global.

Ni Luh Anggela

3 Jun 2024 - 12.17
A-
A+
Alasan Pemerintah Perpanjang Relaksasi HET Beras

Bisnis, JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperpanjang relaksasi harga eceran tertinggi (HET) beras premium dan medium mulai 2 Juni 2024. Langkah ini disebut sebagai respons atas tantangan pasokan dan harga komoditas di pasar global. 

Adapun perpanjangan relaksasi HET beras tercantum dalam surat Kepala Badan Pangan Nasional kepada stakeholder perberasan Nomor 160/TS.02.02/K/5/2024 tertanggal 31 Mei 2024. Relaksasi ini berarti harga eceran beras premium dan medium masih tertahan tinggi. 

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyampaikan, perpanjangan relaksasi HET merupakan upaya pemerintah dalam menghadapi tantangan pasokan dan harga pangan. Mengingat, harga komoditas global saat ini tengah mengalami fluktuasi dan adanya perubahan iklim sehingga berpengaruh terhadap produksi pangan dalam negeri.

“Perpanjangan relaksasi HET beras ini diberlakukan pada hari ini sampai regulasi baru terkait HET dalam bentuk Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) sebagai perubahan Perbadan 7 tahun 2023 terbit,” kata Arief dalam keterangannya dikutip Senin (3/6/2024).

Baca juga:

Langkah Pemerintah Kendalikan Pasokan Pangan Jelang Iduladha

Gerakan Pangan Murah

Relaksasi HET beras menyasar 8 wilayah. Relaksasi untuk wilayah Jawa, Lampung, dan Sumatra Selatan misalnya untuk beras premium dipatok sebesar Rp14.900 per kilogram dari sebelumnya Rp13.900 per kilogram. Sementara, HET beras medium ditetapkan sebesar Rp12.500 per kilogram dari sebelumnya Rp10.900 per kilogram.

Kemudian untuk Aceh, Sumatra Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Kepulauan Riau, Riau, Jambi, dan Kepulauan Bangka Belitung, relaksasi HET beras premium ditetapkan sebesar Rp15.400 per kilogram. Sebelumnya, HET beras premium dipatok sebesar Rp14.400 per kilogram. Sementara HET beras medium ditetapkan sebesar Rp13.100 per kilogram dari sebelumnya Rp11.500 per kilogram.

Pemerintah menetapkan relaksasi HET untuk beras premium di wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat sebesar Rp14.900 per kilogram dari sebelumnya Rp13.900 per kilogram. Sementara, beras medium ditetapkan sebesar Rp12.500 per kilogram dari sebelumnya Rp10.900 per kilogram.

Lalu, untuk wilayah Nusa Tenggara Timur dipatok sebesar Rp15.400 per kilogram untuk HET beras premium. Sebelumnya, HET beras premium ditetapkan sebesar Rp14.400 per kilogram. Sementara, HET beras medium dipatok Rp13.100 per kilogram dari sebelumnya Rp11.500 per kilogram.


Relaksasi HET beras premium untuk wilayah Sulawesi dipatok sebesar Rp14.900 per kilogram dari sebelumnya Rp13.900 per kilogram. Untuk HET beras medium ditetapkan sebesar Rp12.500 per kilogram dari sebelumnya Rp10.900 per kilogram.

Selanjutnya untuk wilayah Kalimantan, pemerintah menetapkan relaksasi HET beras premium di level Rp15.400 per kilogram. Sebelumnya, HET beras premium dipatok sebesar Rp14.400 per kilogram. Sementara, HET beras medium ditetapkan sebesar Rp13.100 per kilogram dari sebelumnya Rp11.500 per kilogram.

Untuk wilayah Maluku dan Papua, pemerintah mematok HET beras premium sebesar Rp15.800 per kilogram dari sebelumnya Rp14.800 per kilogram. Untuk beras medium, pemerintah menetapkan HET di level Rp13.500 per kilogram dari sebelumnya Rp11.800 per kilogram.

“Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas kepada pelaku usaha dan petani, sekaligus memberikan jaminan kepada konsumen untuk mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.