Alkes Indonesia Incar Pasar Timur Tengah

Produk alat kesehatan Indonesia mencatatkan potensi transaksi sebesar US$9,15 juta atau Rp137 miliar pada keikutsertaan di Arab Health 2023.

Fatkhul Maskur

7 Feb 2023 - 21.00
A-
A+
Alkes Indonesia Incar Pasar Timur Tengah

Indonesia tampil di pameran Arab Health terakhir kalinya pada 2017. - Foto BisnisIndonesia

Bisnis, JAKARTA - Produk alat kesehatan Indonesia mencatatkan potensi transaksi sebesar US$9,15 juta atau Rp137 miliar pada keikutsertaan di Arab Health 2023. Pameran yang digelar di Dubai World Trade Centre, Dubai, Persatuan Emirat Arab (PEA) ini merupakan pameran produk alat kesehatan terbesar di Timur Tengah dan Afrika.

Duta Besar RI untuk PEA Husin Bagis menyampaikan keikutsertaan Indonesia pada pameran yang berlangsung selama empat hari dari 30 Januari hingga 2 Februari 2023 ini merupakan langkah awal yang sangat baik bagi perusahaan Indonesia.

“Sejak hari pertama pameran Arab Health 2023, perusahaan Indonesia berhasil mendapatkan kontrak dagang,” ujar Husin dikutip dari laman resmi Kementerian Perdagangan (Kemendag), Selasa (07/02/2023).

Kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu perusahaan Indonesia lain yang hadir sebagai ekshibitor dalam Arab Health 2023 ini untuk mendapatkan setidaknya potensi transaksi dagang dengan para buyer dari wilayah Timur Tengah dan Afrika.

Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Dubai Muhammad Khomaini mengungkapkan sebanyak sepuluh perusahaan Indonesia berpartisipasi di Arab Health 2023, yakni PT Enesers Mitra Berkah, PT Fyrom International, PT Graha Teknomedika, PT Inspiry Indonesia Konsultan, PT Mega Andalan Kalasan, PT Oneject Indonesia, PT Sterin Laboratories, PT Sugih Instrumendo Abadi, PT Trimitra Garmedindo, dan PT Triton Manufactures.

“Kesepuluh perusahaan Indonesia yang mengikuti Arab Health 2023 berhasil mencetak potensi transaksi Rp125 miliar. Produk-produk yang diminati yaitu kasur rumah sakit (hospital bed), jarum suntik dengan penonaktifan otomatis (auto disable syringes), dan pompa pernapasan (respiratory pump) Ini menunjukkan, produk alat kesehatan Indonesia mampu bersaing di kancah global,” ujar Khomaini.

Dari potensi transaksi yang berhasil dicapai tersebut, kontribusi terbesar diperoleh dari enam kontrak dagang senilai US$850.000 yang ditandatangani antara pelaku usaha Indonesia yaitu PT Mega Andalan Kalasan dengan sejumlah buyer yaitu Babil Medical Equipment LLC dari PEA; Samiya International LLC dari Oman; Ibn Al Haytham Center dari Qatar; Behzad Medical Est, WLL dari Bahrain; Tabasheer Medical Co. Ltd. dari Sudan; dan Anudha Ltd. dari Tanzania.

Penandatanganan enam kontrak dagang tersebut dilakukan para pimpinan dari perusahaan serta disaksikan secara langsung oleh Duta Besar RI untuk PEA Husin Bagis; Konsul Jenderal RI Dubai K. Candra Negara; Sekretaris Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Dita Novianti Sugandi Argadireja; serta Kepala ITPC Dubai Muhammad Khomaini.

Khomaini mengungkapkan pada keikutsertaan kali ini, sebanyak 592 buyer telah mengunjungi Paviliun Indonesia. Ketertarikan buyer tersebut tentunya menjadi hal yang sangat positif setelah beberapa tahun Indonesia absen di pameran tersebut. Indonesia tampil di pameran Arab Health terakhir kalinya pada 2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.