Alsintan Indonesia Merangsek ke Pasar Afrika

Industri alat dan mesin pertanian (alsintan) terus dipacu memperluas sasaran ekspor ke pasar nontradisional.

Fatkhul Maskur

26 Apr 2024 - 14.36
A-
A+
Alsintan Indonesia Merangsek ke Pasar Afrika

Quick Combine Harvester QH-11, Alat panen padi asli Indonesia. - Foto Quick

Bisnis, JAKARTA—Pemerintah mendorong industri alat dan mesin pertanian (alsintan) Indonesia melakukan penetrasi pasar ke Afrika melalui Maroko, setelah beberapa tahun sebelumnya masuk ke Tanzania, dan Senegal.

Salah satu upaya peningkatan akses produk alat mesin pertanian ke pasar ekspor nontradisional itu dilakukan melalui forum bisnis The Indonesia – Morocco Business Forum on Strengthening Industrial Cooperation, 24 April 2024.

Forum yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Rabat, Maroko, tersebut merupakan rangkaian dari agenda kegiatan Salon International de l'Agriculture au Maroc (SIAM) Meknes ke-16 yang digelar di Meknes, Maroko.

“Forum Bisnis ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memfasilitasi pelaku industri nasional untuk memperluas akses pasarnya, terutama ke negara-negara nontradisional,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Sopar Halomoan Sirait di Casablanca, Maroko, Kamis (25/4/2024).

Di SIAM Meknes 2024, Kemenperin dan KBRI Rabat mempertemukan dan memperkenalkan produk-produk alat mesin pertanian Indonesia kepada para pelaku bisnis di Maroko, terutama yang bergerak dalam bidang agribisnis, dengan tujuan agar dapat terjalin kerja sama antara kedua negara.

Forum bisnis tersebut menghadirkan Confederation Generale Des Entreprises Du Maroc (CGEM) sebagai asosiasi yang menaungi para pelaku bisnis di Maroko dan Pusat Pengembangan Perdagangan Islam (ICDT) yang merupakan organisasi dengan misi mempromosikan perdagangan daninvestasi di negara-negara Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang berkedudukan di Casablanca.

Selain itu, terdapat asosiasi pelaku ekspor dan impor Maroko, serta pelaku-pelaku bisnis terkemuka di Maroko. Adapun dari pihak Indonesia, hadir sebagai pembicara adalah Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Alat dan Mesin Pertanian Indonesia (Alsintani), perwakilan dari PT Golden Agin Nusa, dan perwakilan PT Indo Baja Primamurni.

Sopar menyampaikan, industri alat dan mesin pertanian merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam mendukung penguatan implementasi strategi pertanian nasional. ”Industri alat dan masin pertanian juga mampu memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap PDB nasional sebesar 10%,” ungkapnya.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Maroko Hasrul Azwar menyatakan, Maroko memiliki potensi kerja sama dengan Indonesia dalam bidang alat mesin pertanian, mengingat Maroko menjadikan aktivitas agrikultur sebagai kontributor utama dalam pertumbuhan ekonominya.

“Melalui forum ini diharapkan dapat terjalin kemitraan antara pelaku bisnis Indonesia dengan Maroko, terutama dalam bidang alat mesin pertanian, sebagai bagian dari partisipasi Indonesia pada SIAM Meknes 2024, yang merupakan pameran pertanian terbesar di Afrika,” paparnya.

Baca juga:

Menangkap Cuan Pengadaan Alsintan

SAHABAT DEKAT

Driss Benomar, President of Economic Intelligence Commission CGEM, memandang Indonesia sebagai sahabat dekat, mengingat kedua negara mayoritas penduduknya beragama Islam, serta menjadikan sektor pertanian sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi.

“Forum bisnis ini menjadikan ikatan kerja sama kedua negara menjadi lebih erat, dan CGEM siap bekerjasama dengan Indonesia melalui KBRI di Rabat, untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dan ekonomi,” tuturnya.

Secara umum, ia melihat tidak ada hambatan perdagangan Maroko dengan Indonesia. “Jadi, itu menjadi sebuah kesempatan besar dalam menjalin kolaborasi kedua negara yang akan terus meningkat di masa mendatang,” imbuhnya.

CGEM pun menyatakan terkesan dengan paparan yang disampaikan oleh perusahaan alat mesin pertanian Indonesia. Sejumlah produk yang diperkenalkan sesuai dengan kultur pertanian Maroko, seperti electric sprayer, drone, smart irrigation system, serta alat pra-panen dan pasca-panen.

Produk-produk tersebut akan diinformasikan kepada para anggota CGEM untuk seterusnya diharapkan terdapat jalinan kerja sama yang berkelanjutan.

Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan dari ICDT yang memandang Indonesia bisa menjadi mitra penting bagi Maroko karena dapat saling mengisi dalam upaya peningkatan kerjasama industri, khususnya terkait investasi dan perluasan akses pasar. Apalagi, kedua negara merupakan sama-sama negara yang mayoritas penduduknya muslim.

OKI yang beranggotakan 57 negara, akan memandang Indonesia sebagai salah satu negara yang potensial dalam menjalin kerjasama di sektor industri. Oleh karena itu, ICDT akan terus menguatkan komunikasi, agar kerjasama industri intra-OKI terus meningkat dengan Indonesia sebagai salah satu penggerak utamanya.

Baca juga:

Membuat Ngebul Industri Peralatan Dapur

 

JEJAK DI AFRIKA

Jejak pengiriman produk alsintan Indonesia ke Afrika setidaknya terekam sejak 16 tahun silam. Kala itu, alsintan yang diekspor berupa traktor tangan (hand tractor) ke Tanzania.

Pengapalan traktor tangan tersebut merupakan tindak-lanjut dari kerja sama kedua negara yang ditandatangani Menteri Pertanian RI dan Menteri Pertanian Tanzania Stephen Wasira ketika Mentan RI berkunjung ke negara di Afrika Utara tersebut pada 23-25 April 2007.

Alsintan dinilai memiliki prospek pasar yang baik di Tanzania. “Para pengusaha alsintan yang turun dalam rombongan Mentan telah melakukan pertemuan dengan mitranya di Tanzania," kata Kepala Bagian Hubungan Media Massa Biro Hukum dan Humas Deptan Dudi Gunadi, dilansir Antara, Kamis (26/4/2007).

Selain itu, jejak ekspor alsintan ke Afrika juga ditorehkan oleh CV Karya Hidup Sentosa (KHS). Pabrikan yang berbasis di Yogyakarta yang terkenal dengan merek Quick ini mengirimkan pertama kali satu kontainer mesin pemanen Harvester QH-11 dan traktor pengolah tanah Amberjack ke Senegal, Kamis (2/6/2022).

Alsintan yang diimpor oleh Manobi Africa dan tiba di Senegal pada pertengahan Juli 2022 tersebut digunakan di sentra produksi beras di daerah Saint Louis, Senegal.

Quick Harvester QH-11 yang merupakan alat panen padi dengan kombinasi dari tiga sistem operasi berbeda, yaitu menuai, merontokkan dan menampi, tersebut diminati di Senegal, Afrika Barat.

Keunggulan lain adalah memiliki bentuk yang ringkas, kompak dan unggul dalam pengoperasian di petak petak sawah kecil. Selain itu, biaya operasional dan perawatan Quick Harvester QH-11 yang rendah sangat cocok mewujudkan kemandirian pangan di negara negara dengan perekonomian yang sedang berkembang.

Bersama dengan pengiriman ini, dikirim juga traktor roda dua Quick untuk diuji-cobakan di petani Senegal. Seperti halnya Mesin Panen QH-11, traktor roda dua produksi terbaru Quick yang multifungsi ini, diharapkan mampu memotong biaya operasional dan perawatan dalam pengolahan tanah dibanding dengan traktor besar roda empat.

Traktor rotari terbaru Quick yang dikenal awet dan kuat ini memiliki fasilitas tempat duduk yang membuat operator tidak cepat capek. Dengan kemampuan beroperasi di lahan kering dan basah, atau bahkan sebagai alat angkut di jalan, Traktor ini diprediksi akan menjadi traktor tangan favorit di Senegal.

Ekspor alsintan adalah prestasi ini sungguh membanggakan Indonesia. Produk alsintan Indonesia sudah sangat teruji. Ekspor juga menjadi bukti daya saing produk alsintan Indonesia di pasar dunia. (Nanda Silvia Koto)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.