AMM Raih Kontrak Baru Jasa Pertambangan dari Mifa Bersaudara

Melalui kontrak kerja sama antara PT Antareja Mahada Makmur (AMM) dan PT Mifa Bersaudara, perseroan siap membantu Mifa Bersaudara untuk mencapai target produksi batu bara 45 juta BCM.

Ibeth Nurbaiti

22 Okt 2023 - 12.46
A-
A+
AMM Raih Kontrak Baru Jasa Pertambangan dari Mifa Bersaudara

Direktur Utama AMM Joko Triraharjo (dari kiri), Direktur Utama Mifa Bersaudara Ricky Nelson, dan Direktur AMM Muhammad Affan. Bisnis-Istimewa

Bisnis, JAKARTA — Perusahaan kontraktor tambang PT Antareja Mahada Makmur (AMM) meraih kontrak kerja sama jasa pertambangan terbarunya dengan PT Mifa Bersaudara. 

Dengan kerja sama tersebut, anak perusahaan PT Putra Perkasa Abadi (PPA) itu akan melakukan penambangan untuk pengupasan lapisan tanah penutup (overburden removal) dengan total target produksi dari Mifa mencapai 45 juta bank cubic metre (BCM) per tahun hingga 2028.

Direktur Utama AMM Joko Triraharjo menyatakan bahwa melalui kontrak kerja sama yang tersebut, perseroan siap membantu Mifa Bersaudara untuk mencapai target produksi batu bara 45 juta BCM.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Mifa Bersaudara. Kami akan berusaha, semoga project ini diberkahi Allah SWT, berjalan dengan lancar, dan target yang diberikan sebesar 45 juta BCM dengan senang hati [kami akan capai]. Semoga kolaborasi kita membawa keberkahan untuk AMM, Mifa, dan juga bermanfaat bagi bangsa dan negara terutama bagi masyarakat Aceh,” kata Joko dalam keterangannya, dikutip Minggu (22/10/2023).

Baca juga: Transisi Energi dan Ramalan Nasib Pekerja Tambang Batu Bara

Untuk diketahui, penandatanganan kontrak kerja sama jasa pertambangan itu dilakukan oleh Direktur Utama AMM Joko Triraharjo dan Direktur AMM Muhammad Affan dengan Direktur Utama Mifa Bersaudara Ricky Nelson di Treasury Tower, Jakarta, Kamis (19/10/2023).

Penandatanganan tersebut turut disaksikan oleh Komisaris AMM Christianto Setyo, Komisaris Media Djaya Bersama (MDB) Andi Djajanegara, jajaran Direksi PT Mifa Bersaudara, dan jajaran Direksi PT Putra Perkasa Abadi.  

Direktur Utama Mifa Bersaudara Ricky Nelson mengatakan, kerja sama tersebut merupakan sinergi yang saling melengkapi antara AMM dan Mifa Bersaudara. Dia sangat optimistis bahwa kerja sama tersebut dapat membawa bisnis Mifa makin tumbuh ke depannya.

“Ini tentang sinergi, melengkapi satu sama lain. Ini merupakan tonggak besar lainnya karena kami telah mencapai kesepakatan dengan AMM untuk membawa investasi, membawa SDM dan peralatan terbaiknya untuk memenuhi standar kami. Jika sebelumnya produksi tertinggi overburden kami sebesar 30 juta BCM, dengan mengucapkan bismillah, dengan sinergi ini kami targetkan 45 juta BCM. Semoga kerja sama ini bisa menghasilkan tujuan yang lebih besar lagi ke depannya,” ujar Ricky.

Baca juga: Menanti Efek Ambisi Emiten Batu Bara di Penghiliran

Sebagai gambaran, PT Mifa Bersaudara, seperti dikutip dari laman resmi perseroan, merupakan salah satu entitas anak PT Media Djaya Bersama yang didirikan pada 2002. Sejak awal pendirian sampai dengan saat ini, Mifa telah menjalankan kegiatan operasi pertambangan batu bara yang terintegrasi di wilayah Aceh Barat, Provinsi Aceh. 

Aktivitas penambangan PT Mifa Bersaudara. Sumber: mifacoal.co.id


Selama ini, aktivitas penambangan Mifa dilakukan secara mandiri yang mencakup seluruh kegiatan dari hulu sampai ke hilir, yakni mulai dari area tambang hingga ke pelabuhan khusus. Untuk mendukung kegiatan operasional penambangan sehari-hari, Mifa telah membangun fasilitas dan infrastruktur, seperti fasilitas operasional tambang, pemecah batu bara (coal crushing plant), jalan angkut khusus (hauling road) batu bara, hingga membangun sistem pemuatan batu bara curah ke kapal tongkang menuju Terminal Khusus Batu Bara PT Mifa Bersaudara yang berada di Pesisir Pantai Peunaga Cut Ujong, Kabupaten Aceh Barat.

Sejak Januari 2012, Mifa telah melakukan penambangan percobaan (pilot mining) dan mengapalkan batu bara ke Lhok Nga, Aceh Besar, melalui pelabuhan umum milik pemerintah. Aktivitas tersebut menjadi tonggak sejarah tersendiri bagi Mifa sebagai pioneer industri batu bara di Aceh yang untuk pertama kalinya melakukan pengiriman batu bara melalui terminal khusus batu bara yang berada di desa Peunaga Cut Ujong.

Baca juga: Guyuran Insentif untuk Memuluskan Gasifikasi Batu Bara Jadi DME

Adapun, AMM merupakan perusahaan kontraktor tambang, yang didirikan pada 11 Desember 2017 dan tumbuh pesat menjadi perusahaan jasa pertambangan dengan mengerjakan berbagai lahan tambang batu bara milik sejumlah pelaku bisnis pertambangan. 

Pada ajang Good Mining Practice Award 2023 yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM pada akhir September lalu, AMM meraih tiga penghargaan Aditama Pengelolaan Standarisasi Usaha Jasa Pertambangan Mineral & Batubara Kelompok Pemegang Izin Usaha Jasa Pertambangan untuk AMM Site MHU, AMM Site ABP, dan AMM Site BIB. 

Penghargaan tersebut menunjukkan dedikasi dan komitmen AMM dalam menjalankan praktik pertambangan yang baik guna mencapai target operasional. AMM juga berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam menjaga lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan serta berkontribusi pada kelestarian alam dan perekonomian masyarakat di sekitar tambang.

Baca juga: Empat WK Migas Pertamina EP Dikembalikan untuk Aceh

Atas kontribusi positifnya menempatkan AMM menjelma sebagai salah satu penyedia jasa pertambangan nasional terkemuka dengan pekerja profesional yang berpengalaman di bidangnya, mengedepankan aspek safety dalam operasionalnya, dan didukung oleh unit-unit alat berat berstandar internasional, serta menerapkan sistem teknologi modern yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.