Analisis Jokowi Penyebab Beras Langka di Ritel Modern

Presiden Joko Widodo mencontohkan distribusi di Demak yang sedang alami banjir besar. Jokowi meyakini bahwa adanya bencana alam banjir bisa menggangu distribusi beras.

Akbar Evandio

14 Feb 2024 - 14.07
A-
A+
Analisis Jokowi Penyebab Beras Langka di Ritel Modern

Ritel modern di Depok, Jawa Barat. Saat ini beberapa ritel modern mengalami kelangkaan beras. Bisnis/Himawan L. Nugraha.

Bisnis, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi fenomena stok beras langka di gerai ritel modern. Dia memastikan bahwa stok beras medium maupun premium di Bulog tetap tersedia dan stoknya tercukupi.

Dia pun berharap agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu kelangkaan beras yang tengah beredar saat ini. 

"Kemudian juga beras baik yang medium dan premium juga di Bulog selalu siap dan selalu ada stoknya. Ini tak perlu dikhawatirkan," ujarnya kepada wartawan usai melakukan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 10 Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (14/2/2024). 

Baca juga: Harapan Mentan pada Presiden Baru, Lanjutkan Program Pangan Jokowi

Kepala Negara menilai bahwa permasalahan kelangkaan beras di pasar sebenarnya disebabkan oleh distribusi yang terganggu. 

Meski begitu, Presiden Ke-7 RI itu menyatakan sampai saat ini beras di Bulog masih cukup banyak stoknya. Yang bermasalah adalah distribusinya. Misalnya distribusi di Demak yang sedang alami banjir besar. Jokowi meyakini bahwa adanya bencana alam banjir bisa menggangu distribusi beras.

"Stok beras si Bulog masih cukup banyak. Ini masalah distribusi terganggu karena banjir. Di Demak kemarin misalnya seperti itu," pungkas Jokowi. 

 

 

Untuk diketahui, harga beras yang terus bergerak di atas harga eceran tertinggi (HET) diiringi oleh stok di ritel modern yang mendadak langka jelang pemilihan umum (pemilu) 2024. Padahal, pemerintah telah membuka keran impor beras untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi impor beras sepanjang 2023 mencapai 3,06 juta, tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Volume impor beras pada 2023 meningkat sebesar 613,61% dibandingkan 2022 yang tercatat sebanyak 429.210 ton.

Impor beras pada 2023 itu didominasi oleh jenis beras setengah giling atau digiling seluruhnya dengan kode HS 10063099 sebesar 2,7 juta ton. 

Baca juga: Heboh! Beras Langka di Ritel, Jokowi Angkat Bicara

Beras dari golongan kode HS 10063099 merupakan jenis beras yang dapat diimpor oleh Perum Bulog untuk keperluan umum. Sementara itu, pemerintah kembali menetapkan kuota impor beras sepanjang 2024 sebanyak 2 juta ton. 

Di sisi lain, menyitir panel harga pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), rata-rata harga beras medium hari ini, Selasa (13/2/2024) secara nasional berada di level Rp13.890 per kilogram dan Rp15.800 per kilogram untuk beras premium.

Harga beras saat ini masih di atas HET yang ditetapkan pemerintah dalam Perbadan No.7/2023 sebesar Rp10.900-Rp11.800 per kilogram untuk beras medium dan Rp13.900-Rp14.800 per kilogram untuk beras premium.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.