Free with Login

Angin Segar Percepatan Implementasi EBT

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), investasi yang dibutuhkan untuk transisi energi di Indonesia mencapai US$1 triliun hingga 2060. Dana tersebut dibutuhkan untuk pembangunan pembangkit EBT dan transmisi kelistrikan ke konsumen.

Redaksi

15 Nov 2022 - 07.30
A-
A+
Angin Segar Percepatan Implementasi EBT

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo di Kabupaten Jeneponto terlihat dari udara. Mahalnya biaya investasi untuk teknologi energi baru dan terbarukan atau EBT di Tanah Air, membuat pengembangan energi hijau itu kian menantang. Bisnis/Paulus Tandi Bone

Kabar baik datang dari sektor Energi dan Sumber Daya Mineral. Guna mempercepat transisi energi dari bahan fosil menuju bahan bakar ramah lingkungan, Indonesia bakal mendapatkan kucuran dana segar senilai US$20 miliar.

Pembiayaan tersebut bersumber dari Amerika Serikat, Jepang, dan Just Energy Transition Partnership (JETP) yang detailnya direncanakan akan disampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.

Baca juga: Mengurai Tantangan Target Nol Emisi Karbon Jelang Puncak KTT G20

Tentu saja kucuran dana ini menjadi angin segar bagi percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Tanah Air. Tentu saja, jumlah dana yang digelontorkan saat ini masih jauh dari kebutuhan transisi energi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan login terlebih dahulu

BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.