Angpau dan Prinsip 10-20-30-40 Cash Flow Management

Salah satu tradisi terkait Imlek adalah pembagian bingkisan dalam amplop merah sebagai hadiah menyambut tahun baru Imlek. Biasanya amplop merah tersebutberisikan sejumlah uang.

Saeno

30 Jan 2022 - 13.20
A-
A+
Angpau dan Prinsip 10-20-30-40 Cash Flow Management

Ilustrasi - Angpau/Antara/Pixabay

Bisnis, JAKARTA - Hari Raya Imlek tahun 2022 akan jatuh pada Selasa 1 Februari alias dua hari lagi. Salah satu tradisi terkait Imlek adalah pembagian bingkisan dalam amplop merah sebagai hadiah menyambut tahun baru Imlek. Biasanya amplop merah tersebutberisikan sejumlah uang. 

Pembagian dan penggunaan dana angpau tentunya terkait dengan perencanaan keuangan. Salah satu referensi dalam perencanaan keuangan sederhana dalam alokasi pendapatan yakni menggunakan prinsip 10 persen untuk kebaikan, 20 persen masa depan, 30 persen untuk membayar cicilan, serta 40 persen untuk membiayai kebutuhan.

Jumlah angpau saat Imlek tergantung pada kondisi keuangan si pemberi dan seberapa erat hubungan orang tersebut dengan si penerima. Terkait hal itu, pemberi angpau biasanya telah menyiapkan dana jauh-jauh hari. 

Menurut Branding and Communication Strategist MiPOWER by Sequis Ivan Christian Winatha, M.M., RFP® terdapat cara atau kiat dalam menyiapkan angpau agar tidak mengganggu pos keuangan lainnya. Begitu juga dengan tips memanfaatkan dana angpau.

Menurut Ivan, salah satu referensi dalam perencanaan keuangan sederhana dalam alokasi pendapatan yakni menggunakan prinsip 10 persen untuk kebaikan, 20 persen masa depan, 30 persen untuk membayar cicilan, serta 40 persen untuk membiayai kebutuhan.

Jika Anda memberi angpau maka dana yang harus disiapkan masuk dalam kategori bujet kebaikan. Sementara itu, bagi Anda yang menerima angpau maka uang tersebut dikategorikan sebagai pendapatan tidak rutin.

“Anggaran kebaikan tidak bersifat wajib tapi sebaiknya berapa pun penghasilan Anda, upayakan untuk menyisihkan pendapatan untuk pos ini," kata Ivan dalam siaran persnya, dikutip Antara, Minggu (30/1/2022).

Orang-orang yang sudah melaksanakan prinsip 10-20-30-40 akan sangat terbantu dalam mengatur pengeluaran. Dengan adanya pembagian pos pengeluaran tersebut mereka dapat membantu sesama tanpa mengorbankan pos lainya, termasuk juga saat merayakan hari besar keagamaan, seperti Imlek.

Ivan menyarankan agar Anda mempersiapkan pos ini jauh-jauh hari agar anggaran keluarga tidak terganggu dan kebahagiaan Imlek tidak berkurang.

Lalu, bagaimana mengetahui besaran dana yang harus disimpan untuk mempersiapkan angpau? Anda dapat membuat perencanaan sederhana, yaitu menghitung jumlah anak atau kerabat yang akan diberikan angpau lalu perkirakan berapa besaran uang yang akan diberikan.

Perencanaan tersebut diperlukan karena jumlah orang yang diberikan dan besaran nilai uang belum tentu selalu sama setiap perayaan Imlek. Selain itu, kondisi keuangan kita tidak selalu sama setiap tahun.

Selain untuk angpau, masih ada biaya lain yang harus dipersiapkan untuk merayakan Imlek. Detailkan semua biaya yang dibutuhkan dan perkirakan jumlahnya.

Anda bisa menaikan 5-10 persen dari nilai tahun sebelumnya karena harga barang bisa saja naik atau menjadi langka seperti kasus kenaikan harga minyak goreng yang terjadi pada awal tahun 2022. Anda nantinya bisa mendapat kisaran jumlah uang yang rutin harus disisihkan setiap minggu atau setiap bulannya.

“Jika pendapatan hanya cukup untuk membiayai hidup sehari-hari maka jika ingin memberikan angpau berinvestasilah jauh-jauh hari pada instrumen berisiko rendah," ujar Ivan.

Menurut Ivan, walau  investasi berisiko rendah jumlahnya tidak banyak, jika rutin dilakukan dalam jangka panjang, akan memberikan imbal hasil. Bahkan, lanjutnya, jumlahnya bisa jadi lebih dari kebutuhan untuk memberikan angpau.

Apabila ada sisa dana, Anda bisa mengelolanya lagi, misalnya memenuhi kebutuhan lain tanpa harus mengganggu anggaran rutin, menambah reksa dana atau top up asuransi.

Dari mana sumber dana untuk angpau? Biasanya dana angpau berasal dari pendapatan atau tabungan yang Anda sisihkan. Namun, menurut Ivan, dana angpau tidak selalu harus dari gaji.

THR, bonus tahunan, atau fee dari pekerjaan tambahan, jika dikelola dengan baik untuk pengeluaran rutin atau sengaja disisihkan sebagian sejak pendapatan diterima, dapat digunakan untuk persiapan angpau.

Bagi mereka yang berpendapatan tidak terbatas dari berinvestasi saham atau mahir bermain trading forex atau bitcoin, bisa jadi tidak terlalu pusing mempersiapan dana angpau. Mereka bisa memilih beragam instrumen investasi demi mendapatkan imbal balik yang besar.

Sementara itu, mereka yang awam bermain trading atau memiliki pendapatan terbatas dapat mencari pendapatan tambahan pekerjaan tanpa mengganggu pekerjaan utama. Mereka dapat memanfaatkan keahlian atau jaringan pertemanan, dan mendapat tambahan pekerjaan seperti menjadi fotografer, MC, graphic designer, content creator hingga agen asuransi.

Bijak Atur cash flow

Bagi Anda yang menerima angpau saat Tahun Baru Imlek, terdapat sejumlah tips yang dibagikan Ivan.

“Saat mendapat angpau, berapapun jumlahnya akan sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan yang sempat tertunda tanpa perlu mengorbankan pos keuangan lainnya," kata Ivan.

Dia mengingatkan bahwa angpau sifatnya temporer sehingga sebaiknya jangan dihabiskan saat itu juga. Anda perlu mempertimbangkan dalam memanfaatkannya guna persiapan masa depan, seperti menabung, investasi, dan asuransi. Hal itu penting sebab Anda tidak mengetahui apakah kondisi finansial pada masa mendatang akan selalu stabil atau menurun.


Ilustrasi/Antara/Pixabay


Angpau, tunjangan hari raya (THR), bonus, fee dari freelance termasuk dalam pendapatan tambahan atau tidak rutin. Angpau berbeda dengan gaji bulanan atau memiliki properti untuk disewakan secara rutin yang dapat dikategorikan dalam pendapatan tetap.

Memperoleh pendapatan tambahan bisa membahagiakan karena pundi-pundi bertambah. Namun, pendapatan tidak rutin tidak bisa Anda andalkan karena sifatnya temporer, tidak selalu ada atau jumlahnya tidak tetap. Oleh karena itu, saat mendapatkan tambahan bijaklah mengatur cash flow.

Sejarah Angpau

Menurut wikipedia, sejarah angpau terkait dengan tradisi pada era dinasti Qin di China. Pada masa itu orang-orang tua biasa mengikat uang koin dengan benang merah. Uang itu disebut yāsuì qián yang berarti "uang pengusir roh jahat", yang dipercaya dapat melindungi orang-orang tua dari penyakit dan kematian. 

Yāsuì qián kemudian digantikan amplop merah semenjak bangsa China menemukan metode printing. Uang tersebut selanjutnya disebut yāsuì qián , aksara sui yang digunakan bukan berarti "roh jahat" melainkan "usia tua". 

Dalam kebudayaan masyarakat Tionghoa dan Asia, angpau adalah bingkisan dalam amplop merah yang biasanya berisikan sejumlah uang sebagai hadiah menyambut tahun baru Imlek atau perayaan lainnya. Bahasa Hokkien menyebutnya angpau, Kantonis sebagai lai see, Vietnam sebagai lì xì, dan Korea sebagai sae bae don.

Istilah angpau atau angpao dalam kamus berbahasa Mandarin didefinisikan sebagai "uang yang dibungkus dalam kemasan merah sebagai hadiah,bonus bayaran, uang bonus yang diberikan kepada pembeli oleh penjual karena telah membeli produknya.

Angpau umumnya muncul pada saat ada pertemuan masyarakat atau keluarga seperti pernikahan, ulang tahun, masuk rumah baru, hari raya seperti tahun baru Imlek, memberi bonus kepada pemain barongsai, beramal kepada guru religius atau tempat ibadah, dan sebagainya. 

Angpau melambangkan kegembiraan dan semangat yang akan membawa nasib baik. Warna merah angpau melambangkan ungkapan semoga beruntung dan mengusir energi negatif. Oleh sebab itu, angpau tidak diberikan sebagai ungkapan berbelasungkawa karena akan dianggap si pemberi bersukacita atas musibah yang terjadi di keluarga tersebut.

Para pemberi angpau biasanya adalah pasangan yang sudah menikah, sementara penerimanya adalah orang yang belum menikah atau anak kecil.

Beberapa orang memiliki kebiasaan untuk memberi uang dalam bentuk koin atau berupa lembaran dalam jumlah banyak supaya penerima tidak bisa memperkirakan jumlah uang yang dia terima. Masyarakat biasanya melarang anak-anak untuk membuka angpau pada saat masih berkumpul bersama-sama supaya tidak terjadi kecanggungan di antara para pemberi angpau (misalnya karena jumlah uang yang diberikan berbeda).

Jumlah uang yang ada dalam sebuah amplop angpau bervariasi. Untuk perhelatan yang bersifat suka cita biasanya besarnya dalam angka genap, angka ganjil untuk kematian. Menurut kepercayaan masyarakat China, angka ganjil dihubungkan dengan pemakaman, dan angka "empat" dengan kata "mati". 

Namun, pada wilayah tertentu di China, masyarakat biasanya memberikan nominal ganjil kepada pasangan yang menikah sebagai lambang angka ganjil tidak dapat dibagi lagi.

Dalam pernikahan, pemberi angpau memperkirakan nominal yang ia berikan apakah dapat menutupi biaya yang dikeluarkan oleh pasangan menikah untuk menjamunya. 

Selain itu, nominal yang digunakan terkadang juga menunjukkan ungkapan selamat si pemberi kepada pasangan menikah, misalnya $288 (2 melambangkan pasangan dan 88 melambangkan kebahagiaan berganda) dan $388 (3 melambangkan pasangan segera dianugerahi keturunan, 2 orang tua + 1 anak). 

Angka 8 melambangkan kekayaan, biasanya orang berusaha memberi uang dalam angpau dengan nominal 8.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Saeno

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.