Antisipasi Lonjakan Konsumsi BBM, Listrik, dan LPG

BPH Migas menginformasikan ketahanan stok BBM (gasoline, kerosine, avtur) selama periode Posko Hari Ramadhan dan Idulfitri 2024 dalam kondisi aman dengan ketahanan stok di atas 20 hari, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Stepanus I Nyoman A. Wahyudi

5 Apr 2024 - 12.26
A-
A+
Antisipasi Lonjakan Konsumsi BBM, Listrik, dan LPG

Petugas mengisi bahan bakar kendaraan di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jakarta, Minggu (17/3/2024). Bisnis/Abdurachman

Bisnis, JAKARTA — Peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), elpiji, dan listrik pada periode libur Hari Raya Idulfitri diproyeksi kembali terjadi pada tahun ini, bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Khusus untuk BBM, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerima laporan baru terjadi kenaikan konsumsi BBM sebanyak 5% dari kebutuhan normal. Artinya, peningkatan konsumsi itu masih akan terjadi sampai akhir libur lebaran.

Itu sebabnya, pemerintah meminta PT Pertamina (Persero) untuk mengantisipasi kenaikan konsumsi BBM dengan menyiapkan stok bahan bakar 1,5 hingga 2 kali lebih banyak. Untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan BBM dan LPG masyarakat, Kementerian ESDM melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Pertamina juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang telah dimulai pada 25 Maret 2024—21 April 2024.

“Dengan belajar dari tahun-tahun sebelumnya, diharapkan mampu meredam [kebutuhan konsumsi BBM] pada kondisi puncak arus mudik pada tahun ini. Sehingga tim satgas bisa memonitor stoknya, armada logistiknya, hingga sumber daya manusia yang harus standby,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam keterangannya, dikutip Jumat (5/4/2024).

Dari hasil kunjungannya ke Integrated Terminal Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Kamis (4/4/2024), dia memastikan ketersediaan stok dan penyaluran BBM serta elpiji dalam kondisi aman meskipun terjadi peningkatan konsumsi.

“Secara umum, ketahanan stok BBM dalam kondisi bagus di atas 20 hari, Pertalite 20 hari, dan Solar juga sama,” ujar Arifin.

Kendati demikian, dia menyebut faktor cuaca menjadi salah satu hal yang tetap harus diwaspadai, mengingat cuaca yang ekstrem akan mengganggu distribusi BBM. “Semoga tidak ada cuaca yang ekstrem, karena kalau cuaca ekstrem akan mempengaruhi supply. Meski demikian, inventory yang dimiliki sudah cukup bagus,” jelasnya.

Baca juga:

Harga BBM Pertamina, Antara Subsidi Energi dan Lonjakan Minyak Mentah

PLN Pastikan Pasokan Listrik Lebaran 2024 Aman, SPKLU Menjamur

Atasi Penumpang Lebaran 2024 Membeludak, Pelabuhan ASDP Siapkan Buffer Zone

Napas Tambahan Bisnis Pertashop Bisa Jual BBM Pertalite

Adapun, Kepala BPH Migas Erika Retnowati menginformasikan ketahanan stok BBM (gasoline, kerosine, avtur) selama periode Posko Hari Ramadhan dan Idulfitri 2024 dalam kondisi aman dengan ketahanan stok di atas 20 hari. Ketahanan stok yang mencapai di atas 20 hari sampai Rabu (3/4/2024) lebih tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Selama periode Posko Hari Ramadhan dan Idulfitri 2024, BPH Migas dan Pertamina menyiagakan 115 Terminal BBM, lebih dari 7.400 SPBU, dan 71 DPPU, serta menyiagakan fasilitas tambahan di wilayah-wilayah dengan demand tinggi. Secara umum kondisi ketahanan stok BBM aman, baik gasoline, gasoil, kerosene maupun avtur, dengan ketahanan stok di atas 20 hari,” tutur Erika.

Menurut Erika, penyaluran produk BBM jenis gasoline dan avtur hingga Lebaran tahun ini diproyeksikan naik masing-masing 11%, 1,3%, sementara untuk gasoil turun 15%. Sejalan dengan itu, Pertamina juga telah menyiagakan 30 Terminal LPG, 723 SP(P)BE dan 5.027 Agen LPG.

“Prognosa ketahanan stok LPG Nasional dalam kondisi aman, dengan coverage days LPG rata-rata 14 hari. Kondisi stok LPG dipertahankan tetap stabil selama periode RAFI 2024 serta menyiapkan agen dan pangkalan LPG Siaga 24 jam khusus wilayah dengan demand tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan gas bumi yang diperkirakan mencapai 846 BBtud selama periode RAFI 2024 (minimal 534 BBtud pada 11 April 2024 dan maksimal 937 BBtud) pada 3 April 2024) dilakukan dengan mengoptimalkan jaringan dan infrastruktur gas bumi lebih dari 32.343 km, 13 SPBG, 3 MRU dengan kapasitas sebesar 19.175 LSP, serta 3 LNG terminal yang dikelola oleh PT PGN Tbk. dalam kondisi andal dan aman.

Kebutuhan gas bumi tersebut terbagi atas 3.108 pelanggan komersial dan industri, 1.986 pelanggan kecil, 817.211 pelanggan rumah tangga (jargas), serta pelanggan power termasuk PLN Group.

Dalam data PLN, total kebutuhan gas untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik di wilayah Jawa Madura Bali sebesar 818,4 BBtu, Sumatra 231,55 BBtu, serta Kalimatan dan Sulawesi masing-masing sebesar 53,96 BBtu dan 36,25 BBtu.

Sementara itu, Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Alfian Nasution menyampaikan bahwa layanan Pertamina telah disiapkan dalam kondisi prima. Tera pengecekan meter arus dari dispenser SPBU juga telah sesuai dengan ketentuan meteorologi.

Alfian menjelaskan bahwa Pertamina melalui Subholding Commercial & Trading PT Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM dan LPG saat ini dalam kondisi aman dan seluruh infrastruktur telah disiagakan, meliputi 115 Terminal BBM, 30 Terminal LPG, lebih dari 7.400 SPBU, 723 SPBE, 5.027 Agen LPG, dan 71 DPPU.

“Kami telah menyiapkan agen LPG siaga serta SPBU modular di rest area yang tidak memiliki SPBU. Selain itu, juga dipersiapkan kantong-kantong untuk mobil tangki dan layanan motoris delivery service jika ada pelanggan yang terjebak kemacetan,” ujar Alfian.

Di sisi lain beban puncak (BP) kelistrikan pada Hari Raya Idulfitri tahun ini, berdasarkan laporan tim Posko Sektor Energi Kementerian ESDM yang berpusat di Kantor BPH Migas, diproyeksikan terjadi pada 10 April 2024 sebesar 32.750 MW dengan daya mampu pasok (DMP) sebesar 51.350 MW, serta cadangan total sebesar 18.600 MW (56,79%).


Tidak jauh berbeda dengan Pertamina, PLN juga menyiapkan posko siaga untuk mengamankan pasokan listrik pada periode lebaran tahun ini sebanyak 2.766 posko seluruh Indonesia, dengan dukungan 81.591 personil (terdiri dari 15.594 personil pembangkit, 19.450 personil transmisi, 46.375 personil distribusi & TAD, dan 172 personil kantor pusat).

Selain itu, PLN juga menyiagakan infrastruktur penunjang kendaraan listrik pemudik, seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sebanyak 1.299 unit yang tersebar di seluruh Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.