Apa itu Jasa Maklon? Pengertian dan Aspek Perpajakannya

Jasa maklon (jasa makelar) adalah layanan yang ditawarkan oleh perusahaan atau individu kepada pihak lain untuk melakukan produksi atau pemrosesan suatu produk sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan oleh pemesan.

Redaksi

20 Mar 2024 - 12.45
A-
A+
Apa itu Jasa Maklon? Pengertian dan Aspek Perpajakannya

Bisnis, JAKARTA — Ketika seorang pengusaha baru merintis bisnisnya, sering kali ia belum memiliki keahlian ataupun sumber daya produksi yang memadai. Oleh karena itu, dibutuhkan jasa yang dapat membantu pengusaha tersebut untuk memulai produksi dari bisnisnya. Jasa seperti ini disebut jasa maklon.

Kesiapan sumber daya sangat krusial bagi pengusaha perintis. Sumber daya yang dimaksud dapat berupa tenaga manusia atau pengetahuan spesifik mengenai suatu produk.

Keberadaan jasa maklon memberikan kemudahan bagi perintis usaha, sehingga tidak perlu memusingkan faktor-faktor produksi, seperti membangun pabrik, membayar upah pekerja, dan menyediakan alat produksi.


Pengertian

Kata maklon berasal dari Bahasa Belanda, yakni “maakloon”, dalam bahasa inggris diartikan sebagai manufacturing costs. Selanjutnya, kata maakloon diserap ke Bahasa Indonesia menjadi maklon.

Ketentuan mengenai jasa maklon di antaranya tercantum dalam UU Pajak Pertambahan Nilai (PPN), UU Pajak Penghasilan (PPh), dan secara spesifik tertera dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 32/PMK.010/2019, dan PMK Nomor 141/PMK.03/2015.

Adapun, yang dimaksud jasa maklon berdasarkan Pasal 2 Ayat (4) PMK 141/PMK.03/2015, adalah sebagai berikut:

“Pemberian jasa dalam rangka proses penyelesaian suatu barang tertentu yang proses pengerjaannya dilakukan oleh pihak pemberi jasa (disubkontrakkan), yang spesifikasi, bahan baku, barang setengah jadi, dan/ atau bahan penolong/pembantu yang akan diproses sebagian atau seluruhnya disediakan oleh pengguna jasa, dan kepemilikan atas barang jadi berada pada pengguna jasa.”

Sederhananya, jasa maklon adalah layanan yang ditawarkan oleh perusahaan atau individu kepada pihak lain untuk melakukan produksi atau pemrosesan suatu produk sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan oleh pemesan. 

Jasa maklon ini umumnya dilakukan oleh perusahaan yang memiliki kemampuan produksi atau pemrosesan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pemesan tanpa harus memiliki fasilitas produksi sendiri. Dengan menggunakan jasa maklon, pemesan dapat fokus pada pengembangan produk dan pemasaran tanpa harus terlibat langsung dalam proses produksi.


Aspek Perpajakan 

Jasa maklon adalah salah satu jenis jasa kena pajak (JKP). Artinya, atas penyerahannya dikenakan pungutan PPN. Selain itu, sebagai badan usaha, penyedia jasa maklon juga memiliki kewajiban membayar PPh Pasal 23.

  • PPN

Berdasarkan UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan, tarif PPN yang berlaku untuk jasa maklon adalah 11%.

Namun, ada kekhususan bagi jasa maklon yang hasil produksinya digunakan untuk keperluan ekspor alias pengguna jasanya berada di luar daerah pabean.

Jasa maklon yang hasil produksinya digunakan untuk keperluan ekspor, PPN yang diberikan oleh pemerintah adalah PPN 0%.

Ekspor jasa maklon yang mendapatkan tarif PPN 0% harus memenuhi persyaratan sebagaimana  Pasal 5 ayat (1) PMK 32/PMK.010/2019, di antaranya:

a. spesifikasi dan bahan baku dan/ atau bahan setengah jadi disediakan oleh Penerima Ekspor Jasa Kena Pajak;

b. bahan baku dan/ atau bahan setengah jadi sebagaimana dimaksud dalam huruf a akan diproses untuk menghasilkan Barang Kena Pajak;

c. kepemilikan atas Barang Kena Pajak yang dihasilkan berada pada Penerima Ekspor Jasa Kena Pajak; dan

d. pengusaha jasa maklon mengirim Barang Kena Pajak yang merupakan hasil pekerjaannya ke luar Daerah Pabean dengan menggunakan mekanisme ekspor barang.

Tarif PPN 0% ini berbeda dengan fasilitas PPN dibebaskan ataupun fasilitas tidak dikenakan PPN.

Jasa maklon yang mendapatkan fasilitas PPN 0%, wajib membuat faktur pajak bernama surat pemberitahuan ekspor JKP.

Surat pemberitahuan ini wajib disertai lampiran berupa invoice, sebagai satu kesatuan. Kemudian, invoice ini menjadi dokumen yang perlakuannya dipersamakan dengan faktur pajak.

  • PPh Pasal 23

Jasa maklon dipotong PPh sebesar 2% dari jumlah bruto, tidak termasuk PPN. Jumlah bruto yang dimaksud adalah seluruh jumlah penghasilan dengan nama dan dalam bentuk apapun yang dibayarkan, disediakan untuk dibayarkan atau telah jatuh tempo pembayarannya.

PPh 23 adalah Pajak Penghasilan yang dikenakan atas penghasilan berupa bunga, royalti, sewa, jasa dan hadiah selain yang telah dipotong oleh PPh 21. Penghasilan jenis ini terjadi karena adanya transaksi antara pihak yang memberikan penghasilan dengan pihak yang menerima penghasilan.


(Reporter: Muhammad Fauzan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.