Areal Tanaman Susut, Produksi Jagung 2023 Anjlok

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, produksi jagung di dalam negeri sepanjang tahun lalu turun signifikan, seiring dengan menyusutnya luas areal perkebunan.

Nanda Silvia Okti

20 Feb 2024 - 19.36
A-
A+
Areal Tanaman Susut, Produksi Jagung 2023 Anjlok

Petani memanen jagung./JIBI-Desi Suryanto

Bisnis, JAKARTA—Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, produksi jagung di dalam negeri sepanjang tahun lalu turun signifikan, seiring dengan menyusutnya luas areal perkebunan.

Produksi jagung pipilan kering kadar air 28% sepanjang 2023 tercatat hanya 19,56 juta ton, anjlok sekitar 12,5% dibandingkan dengan hasil panen pada tahun sebelumnya yang mencapai 22,36 juta ton.

Penurunan produk jagung secara nasional karena panen di seluruh provinsi mengalami penurunan, kecuali di Sumut, Banten, Riau, Kepri, dan Kaltara. DKI Jakarta adalah satu-satunya provinsi yang tidak menanam jagung. 

Dua provinsi terbesar penghasil jagung, yakni Jawa Timur dan Jawa Tengah menderita penurunan produksi. Panen jagung di Jawa Timur anjlok 10,56% menjadi 5,99 juta ton, sementara Jawa Tengah turun 6,8% menjadi 3,06 juta ton.

Sumatera Utara merupakan provinsi penghasil jagung terbesar ketiga secara nasional. Panen di provinsi ini tidak mengalami penurunan, namun cenderung bertahan dengan angka kenaikan tipis 0,53% menjadi 1,78 juta ton.

Sumatra Utara berhasil menghindarkan diri dari penurunan produksi jagung, setelah berhasil memperluas areal tanaman bernama latin Zea mays L sekitar 0,35% menjadi 208.489 hektare.

Sebaliknya, Jawa Timur dan  Jawa Tengah menderita penurunan areal penanaman jagung. Kebun jagung di Jawa Timur tahun lalu susut 7,63% menjadi hanya 755.071 hektare, sementara areal di Jawa Tengah menyempit 4,93% menjadi 384.546 hektar.

Baca Juga

BPS: Impor Jagung 2023 Meroket 363%

Pabrik Pati Jagung Cargill Beroperasi Bahan Baku Jadi Tantangan

BPS mencatat, hampir seluruh provinsi pembudidaya jagung menderita penyempitan areal perkebunan jagung. Akibatnya, luasan area penanaman jagung secara nasional pun menyusut 10,03% dibandingkan dengan tahun sebelumnya menjadi hanya 2.487.191 hektare.

Dampak penurunan produksi jagung nasional telah berdampak pada peningkatan harga komoditas ini sepanjang tahun lalu. 

Menyitir Panel Harga Pangan, harga rata-rata nasional jagung tingkat peternak pada 12 Oktober tercatat di Rp7.000 per kilogram. Harga jagung di tingkat peternak tersebut telah jauh melampaui HAP (Harga Acuan Penjualan).  

Adapun HAP di tingkat konsumen untuk pengguna jagung sebagai pakan ternak di industri pakan ternak dan/atau peternak di harga Rp 5.000 per kilogram sebagaimana diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) No.5/2022.

Untuk meredam harga jagung di pasar domestik, berdasarkan catatan Bisnis.com, Rabu (11/10/2023), Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui impor jagung pakan sebanyak 500.000 ton.

Sampai dengan akhir 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, impor komoditas jagung telah meroket 363% menjadi 1,24 juta ton, mengakibatkan devisa keluar untuk bahan pangan dan pakan ini membengkak. 

Setidaknya, importasi jagung telah meningkat ke puncak tertinggi sejak 5 tahun terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.