Free

AS & Inggris Larang Impor Minyak Rusia, Eropa Percepat Transisi

Amerika Serikat dan Inggris melarang impor minyak dari Rusia. Pada perkembangam terpisah, Komisi Eropa secara drastis mempercepat transisi energi bersih dan meningkatkan kemandirian energi dari Rusia sebagai pemasok yang tidak dapat diandalkan dan dari bahan bakar fosil yang mudah menguap.

M. Syahran W. Lubis

8 Mar 2022 - 23.54
A-
A+
AS & Inggris Larang Impor Minyak Rusia, Eropa Percepat Transisi

Kilang minyak perusahaan Rusia, PJSC Lukoil./Lukoil.com

Bisnis, JAKARTA – Pemerintah Inggris diprediksi segera mengumumkan larangan impor minyak Rusia, menurut BBC pada Selasa (08/03/2022).

Pemerintah Inggris diperkirakan membuat pengumuman pada Selasa ini waktu setempat (8 jam lebih lambat dari WIB), sejalan dengan larangan Amerika Serikat yang dilakukan atas impor minyak dan gas Rusia.

Larangan Inggris akan bertahap selama beberapa bulan mendatang dan tidak akan mencakup gas Rusia, menurut laporan di Politico yang dikutip BBC.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden mengonfirmasi larangan AS sepenuhnya atas impor minyak, gas, dan batu bara Rusia. Dia mengatakan langkah itu berarti "rakyat Amerika akan memberikan pukulan kuat lainnya" terhadap kepemimpinan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Kami tidak akan menjadi bagian dari memberi dana subsidi untuk perang Putin," kata Joe Biden pada Selasa tengah malam WIB.


Langkah tersebut mendapat dukungan politik bipartisan yang luas di AS meskipun meningkatkan kekhawatiran akan kenaikan harga gas,

Harga minyak telah melonjak ketika mengantisipasi pengumuman Biden dengan harga minyak mentah Brent, patokan internasional, naik lebih dari 5%, menjadi US$130 per barel.

Langkah AS lebih cepat daripada di Eropa, yang jauh lebih bergantung pada minyak dan gas Rusia.

Namun, pada Selasa malam ini Komisi Eropa mengeluarkan keterangan pers resmi di lamannya yang mengusulkan garis besar rencana untuk membuat Eropa independen dari bahan bakar fosil Rusia sebelum 2030, dimulai dengan gas.

Pengumuman itu muncul setelah Rusia sebelumnya mengancam akan menutup pipa gas utamanya ke Jerman jika negara-negara Barat melanjutkan larangan terhadap minyak Rusia.

Rencana itu, yang merupakan aksi bersama Eropa, juga menguraikan serangkaian tindakan dalam menanggapi kenaikan harga energi di Eropa dan bertujuan membantu mengisi kembali stok gas untuk musim dingin mendatang.

Eropa menghadapi kenaikan harga energi selama beberapa bulan terakhir dan sekarang ketidakpastian pasokan akibat invasi Rusia ke Ukraina semakin memperburuk persoalan.

REPowerEU akan berusaha untuk mendiversifikasi pasokan gas, mempercepat peluncuran gas terbarukan dan mengganti gas dalam pemanas dan pembangkit listrik.

Rencana tersebut dimaksudkan untuk mengurangi permintaan UE untuk gas Rusia hingga dua pertiga sebelum akhir tahun.

Percepat Transisi

Siaran pers Komisi Eropa di laman resminya menyebutkan bahwa realitas pasar energi dan geopolitik baru mengharuskan mereka untuk secara drastis mempercepat transisi energi bersih dan meningkatkan kemandirian energi dari Rusia sebagai pemasok yang tidak dapat diandalkan dan dari bahan bakar fosil yang mudah menguap.

Setelah invasi Rusia ke Ukraina, menurut Komisi Eropa, kasus untuk transisi energi bersih yang cepat tidak pernah lebih kuat dan lebih jelas dari sekarang.

Uni Eropa mengimpor 90% dari konsumsi gasnya, dengan Rusia menyediakan sekitar 45% dari impor tersebut, dalam berbagai tingkat di seluruh negara anggota UE. Rusia juga menyumbang sekitar 25% dari impor minyak dan 45% dari impor batu bara.

Komisi Eropa terus bekerja dengan tetangga dan mitra di Balkan Barat, dan di Komunitas Energi, yang berbagi ketergantungan bahan bakar fosil UE dan paparan terhadap kenaikan harga, sementara juga berkomitmen untuk tujuan iklim jangka panjang yang sama.

Untuk Ukraina, Moldova, dan Georgia, UE menyatakan siap memberikan dukungan untuk memastikan energi yang andal dan berkelanjutan.

“Upaya berkelanjutan untuk menyediakan sinkronisasi darurat dari jaringan listrik Ukraina dan Moldova dengan jaringan Eropa kontinental adalah tanda yang jelas dari komitmen ini,” tulisan siaran pers tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: M. Syahran W. Lubis

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.