Aset Digital Kripto FTX Rp54,50 Triliun Disita Otoritas Bahama

Komisi Sekuritas Bahama menyita aset digital FTX supaya terhindar dari risiko kehilangan aset karena kekhawatiran Sam Bankman-Fried, termasuk serangan siber.

Jaffry Prabu Prakoso

31 Des 2022 - 16.34
A-
A+
Aset Digital Kripto FTX Rp54,50 Triliun Disita Otoritas Bahama

Mantan pendiri dan CEO FTX Sam Bankman-Fried. /Istimewa

JAKARTA – Otoritas Bahama mengambil alih aset kripto senilai US$3,5 miliar atau setara Rp54,50 triliun di FTX Digital Markets, tak lama setelah perusahaan mengajukan perlindungan kebangkrutan chapter 11. Hal tersebut diungkapkan oleh pendiri FTX Sam Bankman-Fried pada 29 Desember 2022. 

Mengutip dari bisnis.com yang melansir Bloomberg, Jumat (30/12/2022), berdasarkan keterangan otoritas setempat, Komisi Sekuritas Bahama menyita aset digital FTX, senilai lebih dari US$3,5 miliar pada 12 November. Ini dilakukan supaya terhindar dari risiko kehilangan aset karena kekhawatiran Sam Bankman-Fried, termasuk serangan siber terhadap bursa kripto FTX.

Seperti diketahui, dalam beberapa jam setelah FTX mengajukan kebangkrutan pada 11 November, token senilai sekitar US$372 juta dicuri dari platform tersebut. FTX memperkirakan hampir US$700 juta token keluar dalam rentang waktu 24 jam, menurut firma riset Blockchain Nansen.


Investor memantau pergerakan harga kripto melalui ponselnya di Jakarta, Minggu (20/2/2022). /Bisnis-Eusebio Chrysnamurti


Komisi Sekuritas Bahama mengatakan bahwa aset digital berada di bawah kendali eksklusif untuk sementara sampai Mahkamah Agung negara tersebut mengizinkan regulator untuk mengembalikannya ke pelanggan dan kreditur yang memilikinya atau ke likuidator bersama.

Langkah Komisi Sekuritas Bahama dapat memberikan kelegaan kepada beberapa pelanggan FTX setelah kepala eksekutifnya saat ini, John J Ray III, yang mengawasi restrukturisasi memperingatkan bahwa pelanggan internasional dapat kehilangan lebih banyak dana daripada rekan-rekan AS.

Baca juga: Deretan Bos Kripto Boncos hingga Hilang Status Miliarder

Otoritas Bahama sedang menyelidiki jaringan hubungan antara FTX.com yang bangkrut, yang terdaftar secara lokal sebagai FTX Digital Markets Ltd., dan perusahaan dagangnya Alameda Research.

Departemen Kehakiman AS telah meluncurkan penyelidikan kriminal terhadap aset curian yang terpisah dari kasus penipuan terhadap Bankman-Fried.

Mahkamah Agung Bahama menyarankan agar Komisi secara sah membantu dalam berbagi informasi terkait aset digital FTX dengan debitur AS dan perwakilan mereka.

Bekas CEO FTX Ditangkap

Sebelumnya, Otoritas Bahama menangkap mantan pendiri dan CEO FTX Sam Bankman-Fried pada Senin malam (12/12/2022) waktu setempat.

Baca juga: Sering Disebut pada Transaksi, Apa Vesting Crypto dan Fungsinya?

Penangkapam terjadi sehari sebelum Bankman-Fried setuju untuk bersaksi di depan Komite Jasa Keuangan Parlemen AS mengenai runtuhnya bursa kripto FTX yang berbasis di Nassau.

Menurut pernyataan yang dibagikan oleh Kantor Kejaksaan Agung & Kementerian Hukum Bahama, Polisi Kerajaan Bahama menahan Bankman-Fried setelah menerima pemberitahuan resmi dari Amerika Serikat bahwa mereka telah mengajukan tuntutan pidana terhadap miliarder kripto yang bangkrut tersebut.


Jaksa Agung mengatakan bahwa akan menahan Bankman-Fried sesuai dengan perjanjian ekstradisi Bahama. Perjanjian ekstradisi pemerintah AS dengan Bahama memungkinkan AS mengekstradisi terdakwa atas tuduhan yang melibatkan pelanggaran yang merupakan kejahatan di kedua negara.

"Sebelumnya malam ini, otoritas Bahama menangkap Samuel Bankman-Fried atas permintaan Pemerintah AS, berdasarkan dakwaan tertutup yang diajukan oleh SDNY [Southren District of New York]," kata Damian Williams, Jaksa AS untuk Distrik Selatan New York. (Farid Firdaus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.