Aset Pinjol Syariah Rp140 Miliar per Januari, dalam Trek Positif

Perusahaan financial technology peer-to-peer lending (fintech P2P lending) syariah membukukan aset sebesar Rp140 miliar pada Januari 2023.

Jaffry Prabu Prakoso

13 Apr 2023 - 16.59
A-
A+
Aset Pinjol Syariah Rp140 Miliar per Januari, dalam Trek Positif

Ilustrasi pinjaman online. /Dok. Freepik

Bisnis, JAKARTA — Perusahaan financial technology peer-to-peer lending (fintech P2P lending) alias pinjaman online (pinjol) syariah membukukan aset sebesar Rp140 miliar pada Januari 2023.

Secara nilai, aset fintech P2P lending syariah lebih kecil jika dibandingkan dengan pemain di industri keuangan non-bank (IKNB) syariah lainnya. Namun, aset fintech P2P lending syariah terus menunjukkan pertumbuhan yang positif dalam satu tahun terakhir.

Direktur Pengembangan IKNB dan Inovasi Keuangan Digital OJK Edi Setijawan mengatakan bahwa aset fintech P2P lending syariah mengalami pertumbuhan sebesar 100 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).


Edi menuturkan bahwa aset fintech P2P lending syariah terus menunjukkan pertumbuhan meski secara nilai tergolong sedikit.

“Pertumbuhan [fintech P2P lending syariah] itu tidak bisa dipaksa. Kalau di luar kemampuan, nanti jebol. Jadi biarkan dia [fintech P2P lending syariah] bertumbuh,” ujarnya.

Namun demikian, OJK akan mendorong aset fintech P2P lending syariah tumbuh lebih cepat.  Caranya, otoritas akan terus mendorong pemegang saham untuk menyuntikkan modal agar industri ini berkembang.

Baca juga: Performa Penyaluran Pembiayaan Akseleran Kuartal I/2023 Melonjak

“Kita dorong nanti kemampuan dari shareholder-nya apakah bisa terus menambah modalnya sehingga terus berkembang, atau juga memberikan kesempatan pemain lain masuk,” tandasnya.

Antisipasi Pinjol Ilegal saat Ramadan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satgas Waspada Investasi (SWI) meningkatkan upaya memberantas pinjaman online (pinjol) ilegal sepanjang bulan Ramadan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kelengahan masyarakat terhadap tawaran pinjol illegal menjelang Lebaran. 

"SWI yang saat ini merupakan bagian dari edukasi dan perlindungan konsumen akan menyampaikan informasi kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap tawaran pinjaman dari pinjol illegal, melalui media sosial," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi dalam keterangannya dikutip Senin (10/4/2023). 

Baca juga: Agenda RUPST Fuji Finance (FUJI) , Tebar Dividen?

Hingga saat ini, SWI telah menemukan 155 pinjol ilegal. Sementara itu pada 2022, terdapat 698 pinjol ilegal yang telah diberantas. 

Di sisi lain, Ketua SWI Tongam L. Tobing sebelumnya mengatakan bahwa modus pinjol ilegal yang sering terjadi selama Ramadan adalah salah transfer. Modus tersebut menurut dia digunakan oleh pelaku pelaku pinjol ilegal untuk menjerat korban. 

"Biasanya ada pihak yang menghubungi mengaku salah transfer kemudian mengarahkan penerima untuk melakukan transfer balik dan meminta penerima mengunduh suatu aplikasi atau mengklik link yang diberikan untuk menyampaikan bukti transfer," kata Tongam saat dihubungi Bisnis, Rabu (22/3/2023). 


Ketua Satgas Waspada Investasi OJK Tongam L. Tobing. /Bisnis - Wibi Pangestu Pratama


Tongam melanjutkan tautan yang dicantumkan merupakan link untuk mengunduh aplikasi pinjaman online illegal yang diduga dapat mengakses data pribadi seperti daftar kontak, galeri foto, ruang penyimpanan, dan lainnya.

Dia pun meminta agar masyarakat berhati-hati dengan modus tersebut. Selain itu, dia mengimbau agar masyarakat memilih pinjol yang sudah terdaftar di OJK. 

"Pinjam pada fintech peer-to- peer lending yang terdaftar di OJK. Daftar pinjaman online legal dapat di cek di www.ojk.go.id atau telepon ke kontak 157 atau WhatsApp OJK 081 157 157 157," katanya. (Rika Anggraeni/Pernita Hestin Untari)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.