Free

Aturan Baru OJK untuk Pinjol, Berlaku Efektif 1 Juli 2024

Ketentuan dalam SEOJK Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2024.

Rika Anggraeni

19 Feb 2024 - 16.50
A-
A+
Aturan Baru OJK untuk Pinjol, Berlaku Efektif 1 Juli 2024

Logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bisnis, JAKARTA—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Surat Edaran OJK (SEOJK) pelaporan untuk financial technology peer-to-peer (fintech P2P) lending alias pinjaman online (pinjol). 

Aturan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) itu tertuang dalam SEOJK tentang Tata Cara dan Mekanisme Penyampaian Data Transaksi Pendanaan dan Pelaporan Penyelenggara LPBBTI. 

OJK menjelaskan, SEOJK Pelaporan LPBBTI ini merupakan amanat Pasal 44 ayat (2) dan Pasal 66 ayat (11) Peraturan OJK (POJK) Nomor 10/POJK.05/2022 tentang LPBBTI (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 2/OJK, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2/OJK). 

Nantinya, jenis pelaporan yang termasuk dalam SEOJK Pelaporan LPBBTI ini terdiri dari pelaporan data transaksi pendanaan, pelaporan berkala (laporan bulanan dan laporan keuangan tahunan), dan pelaporan insidentil. 

Adapun bentuk dan susunan data transaksi pendanaan, maka paling sedikit memuat informasi tentang pengguna, informasi transaksi pendanaan dan informasi kualitas pendanaan.

“Penyelenggara [pinjol] wajib menyampaikan data transaksi pendanaan dengan benar dan lengkap kepada pusat data fintech lending OJK dengan mengintegrasikan sistem elektronik milik penyelenggara pada pusat data fintech lending [Pusdafil],” demikian yang dikutip dari SEOJK Pelaporan LPBBTI, Minggu (18/2/2024). 

Baca Juga: Konser hingga Staycation Jadi Faktor Penyebab Kredit Macet Pinjol Anak Muda

Kendati, dalam hal Pusdafil mengalami gangguan teknis atau keadaan kahar, maka OJK menyampaikan pemberitahuan jangka waktu penyampaian data transaksi pendanaan kepada penyelenggara melalui surat dan/atau atau pengumuman melalui Pusdafil.

Sementara itu, bentuk dan susunan laporan bulanan pinjol terdiri dari laporan posisi keuangan, laba/rugi, perubahan ekuitas, arus kas, inclusivity, kualitas pendanaan outstanding, hingga laporan kegiatan. Untuk laporan keuangan tahunan terdiri dari laporan posisi keuangan, laba/rugi, perubahan ekuitas, arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. 

Sedangkan bentuk dan susunan dari laporan insidentil paling sedikit memuat uraian singkat mengenai kejadian insidentil, langkah penyelesaian yang diambil oleh penyelenggara, dan action plan untuk perbaikan ke depan yang dilakukan. 

“Ketentuan dalam SEOJK ini [SEOJK Pelaporan LPBBTI] mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2024,” tambahnya.

Sebelum itu, OJK menyampaikan terdapat beberapa ketentuan peralihan. Pertama, kewajiban penyelenggara untuk menyampaikan data transaksi pendanaan sesuai dengan bentuk, susunan, dan tata cara penyampaian yang diatur dalam SEOJK ini dimulai sejak 1 Juli 2024. 

Baca Juga: Duduk Perkara Polemik Pinjol & Opsi Student Loan Demi Bayar UKT

Kedua, penyelenggara harus melakukan uji coba penyampaian laporan data transaksi pendanaan sesuai dengan bentuk, susunan, dan tata cara penyampaian yang diatur dalam SEOJK ini sejak 1 Februari 2024—30 Juni 2024. 

Ketiga, kewajiban penyelenggara untuk menyampaikan laporan bulanan sesuai dengan bentuk, susunan, dan tata cara penyampaian yang diatur dalam SEOJK ini dimulai untuk periode laporan Juli 2024 yang disampaikan sesuai dengan waktu penyampaian sebagaimana diatur dalam Romawi III angka 8.

 Keempat, penyelenggara harus melakukan uji coba penyampaian laporan bulanan sesuai dengan bentuk, susunan, dan tata cara penyampaian yang diatur dalam SEOJK ini untuk periode laporan Februari 2024–periode laporan Juni 2024.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.