Australia Cabut BMAD, Kertas A4 Indonesia Kian Berdaya Saing

Indonesia harus memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan ekspor kertas karena produk Indonesia punya daya saing yang kuat di pasar Australia.

Fatkhul Maskur

12 Mar 2024 - 20.38
A-
A+
Australia Cabut BMAD, Kertas A4 Indonesia Kian Berdaya Saing

Pekerja di pabrik kerta Tjiwi Kimia. - Foto Tjiwi Kimia

Bisnis, JAKARTA–Pemerintah Australia mencabut bea masuk antidumping (BMAD) terhadap impor kertas A4 asal Indonesia melalui keputusan yang dikeluarkan pada 26 Februari 2024.

Keputusan pencabutan BMAD impor kertas A4 asal Indonesia tersebut merupakan hasil rekomendasi penyelidikan Revocation Review oleh Komisi Anti-Dumping Australia yang diinisiasi pada 5 Mei 2023.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Budi Santoso mengatakan, Indonesia berhasil meyakinkan pemerintah Australia bahwa pengenaan BMAD terhadap produk kertas A4 impor sudah tidak relevan berdasarkan ketentuan Article VI General Agreement on Tariffs and Trade (GATT)1994 dan ketentuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) lainnya yaitu Anti-Dumping Agreement.

"Keputusan Australia mencabut pengenaan BMAD sudah sangat tepat, mengingat industri dalam negeri Australia tidak mampu lagi memproduksi kertas yang dijadikan objek pengenaan BMAD,” kata Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Budi Santoso, Jumat (8/3/2024).

Keputusan tersebut berlaku surut sejak 5 Mei 2023. Oleh karena itu, pelaku usaha dapat mengajukan permohonan pengembalian (refund) BMAD yang telah dibayarkan kepada pemerintah Australia.

“Pelaku usaha dapat mengajukan permohonan pengembalian BMAD apabila terdapat ekspor kertas ke Australia setelah tanggal dimaksud,” kata Direktur Pengamanan Perdagangan Kemendag Natan Kambuno.

Natan mengimbau pelaku usaha untuk melihat pencabutan BMAD sebagai peluang meningkatkan ekspor kertas ke Australia. “Indonesia harus memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan ekspor kertas karena produk Indonesia punya daya saing yang kuat di pasar Australia,” kata Natan.

Baca juga:

Pacu Ekspor, Produk UMKM Gratis Ongkos Kirim ke Australia

Uluu Australia Serap Rumput Laut asal Sidoarjo

Akibat pengenaan BMAD sebesar 14,7%–59,7% dalam beberapa tahun terakhir, ekspor kertas A4 Indonesia ke Australia terpuruk.

Pada 2022, ekspor kertas A4 ke Australia menjadi hanya US$8 juta atau turun signifikan dibandingkan 2019 yang mencapai US$19 juta.

Natan menambahkan, Kemendag mengapresiasi kolaborasi aktif yang terjalin antara Direktorat Pengamanan Perdagangan Kemendag dan para pemangku kepentingan seperti pelaku usaha dan asosiasi.

Ia menilai, kolaborasi semua pihak terkait menjadi faktor kunci keberhasilan Indonesia untuk menggagalkan pengenaan BMAD tersebut.

Perdagangan Indonesia–Australia Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, total perdagangan kedua negara pada 2023 adalah sebesar US$12,48 miliar. Nilai tersebut turun 6,39% dibanding 2022 yang sebesar US$13,33 miliar.

Sementara itu, tren total perdagangan kedua negara meningkat 14,38% dalam periode 2018–2022. Total perdagangan Indonesia dan Australia mencapai US$8,64 miliar pada 2018 meningkat menjadi US$13,33 miliar pada 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.