Awal Tahun yang Baik, Petrosea Dapat Kontrak Rp24,8 Triliun

Petrosea (PTRO) optimistis bisa tetap mencatat pertumbuhan kinerja pada 2023, melihat peluang dari ekspansi dan diversifikasi bisnis yang telah dilakukan.

Jaffry Prabu Prakoso

17 Jan 2023 - 18.50
A-
A+
Awal Tahun yang Baik, Petrosea Dapat Kontrak Rp24,8 Triliun

Aktivitas kontrak pertambangan PT Petrosea Tbk.petrosea.com

Bisnis, JAKARTA – PT Petrosea Tbk (PTRO) optimistis bisa semakin bertumbuh pesat pada 2023 setelah berhasil mengantongi kontrak senilai Rp24,8 triliun pada 2022.

Menutup 2022, PTRO mencatatkan kinerja yang solid dengan nilai kapitalisasi pasar tertinggi, yaitu sebesar Rp4,38 triliun.

“PTRO menyambut 2023 dengan penuh optimisme berkat implementasi strategi diversifikasi sebagai pilar kunci perusahaan untuk terus mengembangkan proposisi nilai kepada seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan,” ungkap pemegang saham pengendali PTRO Haji Romo (Robert) Nitiyudo Wachjo dalam keterangan pers, Selasa (17/1/2023).


Proyek yang digarap Petrosea. /petrosea.com


Dia optimistis bahwa Petrosea akan semakin tumbuh dan mencatatkan kinerja yang kuat. Ini sejalan dengan strategi repositioning Petrosea menjadi pemilik tambang di masa mendatang.

Presiden Direktur Petrosea Romi Novan Indrawan menjelaskan bahwa sampai dengan akhir 2022, perseroan berhasil mengantongi total nilai kontrak kurang lebih sebesar US$1,6 miliar atau setara dengan Rp 24,8 triliun.

“Hal ini yang merupakan wujud nyata dari ekspansi bisnis dan strategi diversifikasi untuk menjaga keberlangsungan usaha, termasuk menjadi lebih cost effective dan mencatat profit margin yang lebih tinggi,” ujarnya.

Beberapa ekspansi dan diversifikasi bisnis yang dilakukan PTRO di antaranya di sektor batu bara dengan melakukan penandatanganan perjanjian jasa pertambangan dengan PT Indo Bara Pratama pada September 2022 dengan nilai sebesar Rp2,89 triliun dan jangka waktu lima tahun.

Baca juga: ‘Win-Win Solution’ Akuisisi Saham Vale, Tiru Jejak Freeport

Selanjutnya, di sektor emas Petrosea memperoleh kontrak dari PT Santana Rekso Nindhana untuk jasa EPCM di proyek tailing management tambang emas milik PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) pada Juli 2022 lalu dengan nilai kontrak Rp3,6 triliun selama lima tahun.

Adapun di sektor nikel, PTRO juga menandatangani kontrak dengan PT Cipta Djaya Selaras Mining untuk jasa pertambangan pit to port dan pembangunan infrastruktur pertambangan dengan nilai kontrak Rp1,58 triliun selama empat tahun.

Untuk mendukung ekspansi bisnis dan strategi diversifikasi, Novan menegaskan bahwa Petrosea mencadangkan anggaran belanja 2023 yang naik sekitar 30 persen dari tahun sebelumnya.

Baca juga: Perusahaan Terancam Gulung Tikar karena Larangan Ekspor Bauksit

“Dalam menghadapi tantangan di masa mendatang, pada 2023 Petrosea akan mempercepat berbagai inisiatif change management sebagai wujud implementasi operational excellence dan continuous improvement di seluruh area operasional Perusahaan,” imbuhnya.

Dalam menjalankan usaha, Petrosea juga berkomitmen penuh untuk memprioritaskan pelaksanaan tata pengelolaan yang baik (GCG), aspek environmental, social, & governance (ESG) serta prinsip keberlanjutan dengan memanfaatkan teknologi digital terkini melalui minerva digital platform yang terbukti dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi kegiatan operasional perusahaan. (Mutiara Nabila)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.