Awal Tahun yang Kurang Baik Bagi Industri Pinjol

Moncernya kinerja industri pinjol sepanjang tahun tahun tidak serta merta membuat kinerja di awal 2024 baik. Industri mencatat rugi bersih Rp135,61 miliar pada Januari.

Rika Anggraeni

1 Apr 2024 - 21.13
A-
A+
Awal Tahun yang Kurang Baik Bagi Industri Pinjol

Warga sedang mencari informasi soal pinjol. Bisnis/Himawan L. Nugraha

Bisnis, JAKARTA — Industri financial technology peer-to-peer (fintech P2P) lending atau pinjaman online (pinjol) mengawali awal tahun 2024 dengan kurang baik. 

Pelaku usaha pinjol secara keseluruhan membukukan rugi bersih senilai Rp135,61 miliar pada Januari 2024. Padahal, periode yang sama tahun lalu laba bersih Rp50,48 miliar 

Sementara berdasarkan data Statistik P2P Lending Periode Januari 2024 yang dipublikasikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Senin (25/3/2024), secara akumulasi, industri pinjol di dalam negeri mampu mengantongi laba bersih senilai Rp4,43 triliun sepanjang Januari—Desember 2023.

Baca juga: Penyaluran Dana Pinjol Sektor Produktif Makin Kendur

Kinerja per Januari 2024 itu dicatatkan oleh 101 penyelenggara pinjol dengan total aset mencapai Rp7,03 triliun dengan total liabilitas Rp3,43 triliun dan ekuitas Rp3,6 triliun per Januari 2024.

Penurunan kinerja industri fintech P2P lending juga terlihat dari rasio profitabilitas yang turun. OJK mencatat rasio laba terhadap total aset (return-on-assets/ROA) sebesar -1,93%. Sedangkan rasio laba bersih terhadap total ekuitas (return-on-equity/ROE) sebesar -3,76%.

Selain itu, rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) naik menjadi 95,87% pada Januari 2024, dibandingkan Desember 2023 sebesar 89,75%.



OJK juga mencatat tingkat keberhasilan bayar 90 hari (TKB90) mencapai 97,05%. Artinya, rasio kredit macet atau tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) di angka 2,95%.

Ditelisik lebih jauh, rugi bersih yang dikantongi industri fintech P2P lending juga seiring dengan jumlah beban operasional yang naik 19,03% secara tahunan (YoY).

Baca juga: Industri Pinjol Rugi Rp135,61 Miliar Awal 2024, Rasio Kredit Macet 2,95%

Nominalnya naik dari Rp890,49 miliar menjadi Rp1,06 triliun. Namun, jumlah pendapatan operasional tetap tumbuh 10,69% YoY menjadi Rp1,1 triliun dari sebelumnya Rp998,79 miliar.

Per Januari 2024, penyaluran pinjaman industri pinjol mencapai Rp22,07 triliun, atau naik 17,79% YoY dari Rp18,74 triliun. Sedangkan jumlah penerima pinjaman mencapai 9,94 juta akun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.