Free

Awan Hitam Bisnis Penerbangan, China Eastern Jatuh di Pegunungan

Pesawat Boeing 737 yang dioperasikan maskapai China Eastern Airlines dan mengangkut 133 penumpang jatuh di China Selatan pada Senin (21/3/2022).

Zufrizal

21 Mar 2022 - 16.51
A-
A+
Awan Hitam Bisnis Penerbangan, China Eastern Jatuh di Pegunungan

Ilustrasi: Peswat China Eastern Airlines.-Sumber: bbc.com

Bisnis, JAKARTA — Awan hitam bisnis penerbangan kembali bergelayut menyusul kabar jatuhnya pesawat Boeing 737 yang dioperasikan maskapai China Eastern Airlines di China Selatan pada Senin (21/3/2022).

Seperti dilansir dari ABC News, Senin (21/3/2022) pesawat Boeing 737 tersebut mengangkut 133 penumpang.

Media pemerintah China melaporkan bahwa pesawat tersebut terbang dengan rute domestik dari kota Kunming ke Guangzhou ketika jatuh di sebuah bukit di Provinsi Guangxi.

Saat ini tim penyelamat telah berada di dekat lokasi kecelakaan. Namun, belum ada info lebih lanjut terkait korban dalam insiden tersebut.

Seperti dikutip dari The New York Times, Senin (21/3/2022) kecelakaan itu bisa menjadi salah satu bencana udara terburuk di China selama bertahun-tahun, setelah serangkaian kecelakaan mematikan pada 1990-an.

Selama 2 dekade terakhir, China telah membuat rekor terbang yang relatif aman. Hal itu berkat armada pesawat yang masih muda dan kontrol udara yang lebih ketat.

Seperti dilansir Daily Mail pada Senin (21/3/2022), kecelakaan ini telah menyebabkan kebakaran di pegunungan daerah tersebut, seperti yang dilaporkan oleh saluran televisi CCTV. Tim penyelamat telah dikirim ke tempat kejadian.

Lebih lanjut, Washington Post melaporkan pesawat dengan nomor penerbangan MU5735 menggunakan armada Boeing 737-89P (B-1791) dengan rute dari Kunming ke Guangzhou.

Pesawat jatuh di daerah dekat Kota Wuzhou di wilayah Guangxi. Pesawat mengudara mulai pukul 13.00 waktu China, tetapi tidak tiba sesuai dengan jadwal yang seharusnya.

Otoritas langsung bergegas ke titik kecelakaan. Namun, hingga kini belum ada informasi lebih lanjut mengenai penyebab kecelakaan dan jumlah korban.

Seri pesawat Boeing 737 adalah pesawat kontroversial setelah mengalami dua kecelakaan fatal berturut-turut pada 2018 dan 2019. 


Sebelumnya, sebuah kecelakaan pesawat memilukan yang melibatkan armada Boeing terjadi pada Oktober 2018. Sebanyak 189 penumpang beserta kru pesawat Lion Air JT-610 dinyatakan tewas.

Dengan seri yang sama, kecelakaan juga terjadi di Ethiopia hanya 5 bulan setelahnya dengan memakan korban 157 jiwa. 737 Max di seluruh dunia dikandangkan dan perusahaan asal Amerika Serikat itu harus melalui penyelidikan. Hasilnya mengungkapkan terdapat kelemahan desain dalam sistem kontrol penerbangan.

Setelah sempat dilarang terbang, Federal Aviation Administration (FAA) telah mengembalikan izin terbang Boeing 737 Max pada 2020. Beberapa negara seperti Indonesia, India, Ethiopia, Malaysia dan Singapura juga termasuk yang memberikan izin. (Nindya Aldila/Fitri S. Dewi)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Zufrizal

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.