Ayo, Jangan Biarkan Kecemasan Sosial Berkembang & Menguasai Anda

Kecemasan sosial mungkin pada awalnya bukan sesuatu yang mengkhawatirkan. Tapi, kalau dibiarkan, kecemasan sosial menjadi persoalan yang rumit. jadi, cegahlah kecemasan sosial nsejak dini.

Redaksi

29 Nov 2021 - 17.30
A-
A+
Ayo, Jangan Biarkan Kecemasan Sosial Berkembang & Menguasai Anda

Ilustrasi kecemasan sosial./Antara

Bisnis, JAKARTA – Mungkin Anda pernah merasa canggung saat bertemu dan berbincang dengan orang asing atau tak dikenal. Ini memang bukan masalah besar, tetapi waspadalah kalau ini berkembang hingga membuat Anda tak ikut liburan bersama rekan-rekan, misalnya.

Profesor psikologi dari Universitas Nebraska-Lincoln, Debra Hope, PhD, seperti dilansir laman Health.com yang dikutip Antara, mengatakan kondisi yang bisa disebut kecemasan sosial.

Bukan hanya membuat Anda mengorbankan hubungan pribadi, kecemasan semacam ini dapat menghambat karier Anda atau bahkan membuat Anda depresi atau menyalahgunakan alkohol.

Dia menyarankan Anda yang mengalami kecemasan sosial melawannya. Walau memang ini tak mudah.

Pikirkan saja, bagaimana jika Anda harus bertemu calon mertua untuk pertama kalinya atau wawancara kerja yang penting. Pertemuan sosial semacam ini dapat membuat cemas.

Kebanyakan orang menemukan cara untuk melawan cemas mereka, seperti mendapatkan ekstra waktu istirahat, menghindari kafein pada hari H atau mendengarkan lagu favorit untuk menenangkan diri mereka sebelum menghadapi situasi yang membuatnya cemas.

Ketika strategi ini gagal, ketika kecemasan sosial mengganggu kehidupan sehari-hari (mungkin Anda menolak wawancara kerja, atau Anda terlalu takut untuk berkencan karena Anda khawatir Anda akan merusak percakapan makan malam), ini menjadi masalah klinis.

Pedoman Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental mendefinisikan kecemasan sosial sebagai ketakutan atau kecemasan yang signifikan dalam situasi sosial dan berlangsung selama 6 bulan atau lebih.

FAKTOR GENETIK

Kecemasan sosial tampaknya berhubungan dengan keturunan. Mungkin sebagian otak salah menafsirkan isyarat sosial atau ekspresi wajah.

Sementara gen dan kimia otak mungkin memainkan peran, lalu kemungkinan kombinasi beberapa faktor, termasuk kepribadian bawaan seseorang dan didikan, sehingga memengaruhi risiko munculnya jenis kecemasan ini.

Menurut psikolog klinis di Denver, David Shanley, PsyD, seperti dilansir laman Health, jika sebagai anak-anak, Anda memiliki interaksi positif dengan anak-anak lain, Anda mungkin lebih terbuka dengan orang-orang dan lebih kecil berisiko mengembangkan gangguan kecemasan sosial.

Namun, seorang anak yang secara alami pemalu, mengalami kesulitan bersahabat dengan seseorang sejak dini, atau yang orangtuanya memanjakan kebiasaannya mengisolasi diri di kamarnya dan melewatkan kegiatan sosial mungkin berisiko lebih besar mengalami gangguan kecemasan sosial.

Shanley mencatat untuk orang dewasa dengan gangguan kecemasan sosial, memulai kehidupan di kota baru atau pekerjaan baru bisa saja sulit. Tentu saja, situasi setiap orang berbeda.

"Beberapa orang mungkin memiliki beberapa teman dekat, beberapa tidak memiliki teman dekat, dan beberapa mungkin memiliki kenalan tetapi mengalami kesulitan untuk dekat dengan kenalannya," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Syahran Lubis

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.