Free with Login

Babak Baru Drama Pelik Gas Murah Industri Tertentu

Kepmen 91.K/MG.01/MEM/2023, tarif HGBT yang selama ini dipatok maksimal US$6 per million British thermal units (MMBtu) untuk tujuh kelompok industri yang bergerak di sektor pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet tidak lagi berlaku.

Ibeth Nurbaiti

15 Jun 2023 - 18.08
A-
A+
Babak Baru Drama Pelik Gas Murah Industri Tertentu

Berdasarkan data Worldsteel, Indonesia berada di urutan ke-19 dalam daftar negara produsen baja terbesar dunia pada 2021. Sektor baja menjadi salah satu kelompok industri yang mendapatkan tarif HGBT. Foto BisnisIndonesia

Bisnis, JAKARTA — Belum berakhirnya polemik yang mempermasalahkan kebijakan pemerintah terkait dengan harga gas bumi tertentu (HGBT), kini muncul lagi persoalan baru. Manuver Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang melakukan penyesuaian tarif HGBT mendapat penolakan keras dari Kementerian Perindustrian.

Musabab drama gas murah industri yang kian pelik itu bermula dari diterbitkannya Keputusan Menteri ESDM Nomor 91.K/MG.01/MEM/2023 tentang Pengguna Gas Bumi Tertentu dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri.

Aturan baru yang ditetapkan dan mulai berlaku pada 19 Mei 2023 tersebut sekaligus menggantikan Kepmen ESDM Nomor 134.K/HK.02/MEM.M/2021 tentang Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri.

Baca juga: Harga Gas Murah Industri atau HGBT Tak Lagi Dipatok US$6/MMBtu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan login terlebih dahulu

BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.