Free

Badai PHK Kembali Menyerang PayPal, Ada 2.500 Karyawan Terdampak

PayPal harus merumahkan ribuan karyawannya untuk mendorong pertumbuhan perusahaan.

Restu Wahyuning Asih

1 Feb 2024 - 17.47
A-
A+
Badai PHK Kembali Menyerang PayPal, Ada 2.500 Karyawan Terdampak

Bisnis, JAKARTA – Badai PHK kembali mengantui industri teknologi. Kali ini PayPal mengumumkan adanya pemberhentian kerja terhadap 2.500 karyawan.

Mengutip bisnis.com yang melansir Bloomberg, PayPal harus merumahkan ribuan karyawannya untuk mendorong pertumbuhan perusahaan.

CEO PayPal Alex Chriss memutuskan memangkas 9% dari total pegawai perusahaan untuk menyesuaikan proporsi perusahaan dengan tepat. Adapun karyawan yang terdampak akan diberi tahu pada akhir pekan ini.

Baca juga: Tidak Goyang Terapkan ‘Publisher Rights’ meski Ditolak Meta

"[PHK memungkin perusahaan untuk] bergerak dengan cepat dan dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan kami dan mendorong pertumbuhan yang menguntungkan," kata Chriss dalam memonya, Selasa (30/1) waktu setempat.

Meskipun begitu, PayPal tetap akan berinvestasi pada bidang bisnis saat ini.

"Di saat yang sama, kami akan terus berinvestasi pada bidang bisnis yang kami yakini akan menciptakan dan mempercepat pertumbuhan," lanjut Chriss.

Adapun diketahui hingga saat ini, PayPal memiliki sekitar 29.900 karyawan per akhir 2022.



Sebelumnya, perusahaan fintech ini juga pernah melakukan PHK lebih dari 2.000 pekerjaanya pada Februari 2023.

Masih dilansir dari bisnis.com yang mengutip Bloomberg, kebijakan tersebut memengaruhi sekitar 7 persen karyawan, karena adanya perlambatan ekonomi makro yang membebani bisnis perusahaan dalam beberapa kuartal terakhir.

Merespons kondisi tersebut, perusahaan telah berjanji untuk mengurangi biaya termasuk melalui pemutusan hubungan kerja dan penutupan kantor di seluruh negeri.

Baca juga: PayPal Hadapi Badai PHK, 2.500 Karyawan Dirumahkan Akhir Pekan Ini

"Langkah-langkah itu seharusnya membantu perusahaan menghasilkan penghematan US$900 juta tahun lalu dan setidaknya tambahan US$1,3 miliar pada 2023," ujar Chief Executive Officer Dan Schulman dalam sebuah memo.

Schulman menyebut saham PayPal terpukul oleh perlambatan pertumbuhan volume pembayaran di platform-nya setelah pandemi mulai surut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.