Bakal Akhiri Puasa IPO BUMN, Daya Tarik ASDP Ferry Diuji

IPO PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) ditargetkan bakal rampung pada kuartal IV/2022 mendatang. Jika terealisasi, ini akan mengakhiri puasa IPO BUMN sejak 2013. Namun, apakah kehadiran ASDP Indonesia Ferry di lantai bursa layak ditunggu?

Emanuel Berkah Caesario
Mar 10, 2022 - 5:22 AM
A-
A+
Bakal Akhiri Puasa IPO BUMN, Daya Tarik ASDP Ferry Diuji

Kapal ferry saat memasuki pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (11/2/2020). Bisnis/ Paulus Tandi Bone

Bisnis, JAKARTA — Penantian panjang terhadap kehadiran BUMN baru yang listing di pasar modal tampaknya bakal segera berakhir dengan rencana initial public offering (IPO) dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Namun, seberapa besar daya tarik perusahaan ini bagi investor publik nantinya?

IPO BUMN di industri jasa penyeberangan ini ditargetkan bakal rampung tahun ini, meski belum dipastikan tanggalnya. Jika terealisasi, puasa panjang IPO BUMN akan berakhir dengan aksi korporasi ini. Hal ini pun sejalan dengan strategi Kementerian BUMN yang ingin mendorong BUMN go public.

Baru-baru ini, ada dua keluarga BUMN yang go public, tetapi statusnya adalah anak usaha BUMN, bukan BUMN. Kedua emiten itu adalah PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel dan PT Adhi Commuter Properti Tbk. (ADCP).

Keduanya baru hadir setelah terakhir kali anak BUMN listing pada 26 Desember 2018, yakni PT Phapros Tbk. (PEHA), anak usaha dari PT Kimia Farma Tbk. (KAEF). Kala itu, KAEF masih berstatus BUMN, tetapi kini sudah berubah menjadi anggota holding BUMN farmasi di bawah PT Bio Farma (Persero) Tbk.

Sementara itu, IPO BUMN terakhir kali terjadi pada 28 Juni 2013, yakni PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. (SMBR). Jika ASDP Indonesia Ferry benar-benar IPO tahun ini, hal itu bakal mengakhiri puasa IPO BUMN selama 9 tahun.


IPO BUMN selalu menarik untuk disimak, sebab ada unsur politik di baliknya. Di samping itu, sebagai agen pembangunan dan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah, BUMN punya peluang yang relatif lebih besar dibanding perusahaan swasta untuk dapat bertahan dalam jangka waktu panjang.

Hal ini menjadikan investor umumnya menaruh perhatian lebih pada IPO BUMN dan memiliki harapan yang cukup besar terhadap prospek kinerjanya. BUMN biasanya mendapatkan dukungan proyek negara untuk menopang bisnisnya, serta umumnya punya pangsa pasar yang relatif besar di industrinya.

Belum lagi, BUMN kerap kali menerima bantuan penyertaan modal negara (PMN) ketika sewaktu-waktu bermasalah.

Namun, apakah BUMN selalu sukses di pasar modal? Kenyataannya tidak. Bahkan kinerja saham MTEL dan ADCP pun sejauh ini masih lesu. Sejumlah BUMN karya atau BUMN sektor konstruksi juga kini tengah terlilit beban utang menggunung.

Lantas, bagaimana dengan ASDP Indonesia Ferry? Seberapa menarik prospek IPO calon emiten ini?

Sama seperti kebanyakan BUMN lainnya, ASDP Indonesia Ferry juga memiliki posisi strategis di industrinya.

Direktur Keuangan, Teknologi Informasi, dan Manajemen Risiko ASDP Indonesia Ferry, Djunia Satriawan, menjelaskan bahwa ASDP memegang dua peranan penting dalam aktivitas penyeberangan, yakni sebagai operator kapal ferry dan sebagai pengelola pelabuhan penyeberangan.

Saat ini, ASDP Indonesia Ferry menjadi operator dari 219 kapal dan mengelola 34 pelabuhan penyeberangan secara  terintegrasi.

"Inilah yang membedakan ASDP dengan operator kapal lainnya, dan inilah keunikannya yang perlu diketahui oleh masyarakat, sehingga kapal ferry dan pelabuhan merupakan core business ASDP," paparnya belum lama ini.

Selama setahun terakhir, ASDP Indonesia Ferry telah berupaya untuk memperkuat transformasinya guna  mendukung keberhasilan IPO serta menyiapkan insan ASDP.

ASDP tengah menjalankan sistem dan organisasi yang terintegrasi untuk mencapai operational excellence, service excellence, dan best  practices sebagai world-class company, dengan melaksanakan berbagai transformasi.


Terdapat tiga transformasi yang dijalankan yakni tranformasi business process dan operating model, transformasi digital, dan transformasi budaya kerja dan SDM.

ASDP juga baru saja merampungkan aksi korporasi berupa akuisisi perusahaan penyeberangan swasta terbesar yakni PT Jembatan Nusantara.

"Akuisisi ini merupakan salah satu strategi meningkatkan skala operasional, kapasitas produksi, dan menambah  portofolio layanan penyeberangan ASDP, khususnya di lintasan komersial dan layanan Long Distance Ferry [LDF], akan menjadi story line yang baik dalam aksi korporasi berikutnya berupa IPO," tuturnya.

Sebelum akuisisi, ASDP telah memiliki 166 unit kapal yang beroperasi dan setelah akuisisi menjadi 219 unit kapal. Dengan demikian, ASDP menjadi perusahaan ferry dengan jumlah kapal terbesar di Indonesia dan dunia.

ASDP akan melengkapi portofolionya dengan layanan penyeberangan ferry di enam lintasan LDF. Dengan akuisisi ini, market share ASDP-Jembatan Nusantara akan menjadikan ASDP memiliki market share terbesar di Indonesia, yakni 29 persen.

Akuisisi ini melahirkan anak usaha kedua sebagai operator penyeberangan, sedangkan ASDP sudah memiliki anak usaha pertama yakni PT Indonesia Ferry Property.

Entitas bisnis ini bergerak di bidang pengelolaan properti Terminal Eksekutif Merak, Bakauheni, dan pengelolaan Kawasan Marina termasuk hotel dan komersial di Labuan Bajo, NTB.

Menteri BUMN, Erick Thohir, mengatakan langkah ASDP Indonesia Ferry mengakuisisi Jembatan Nusantara merupakan momentum bersejarah bagi industri penyeberangan Indonesia.

"Ini salah satu wujud transformasi yang dilakukan ASDP menjadi operator pelayanan transportasi publik yang andal dan mumpuni, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik di seluruh Indonesia," ujarnya.

Sebagai negara kepulauan, ucap Erick, peningkatan fasilitas dan pelayanan dari industri perkapalan, pelabuhan, maupun penyeberangan, merupakan sebuah keharusan. Hal ini selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam peningkatan akses layanan penyeberangan.

Namun, Erick berharap akuisisi ini tak sekadar menambah portofolio perusahaan, tetapi juga mampu meningkatkan kontribusi ASDP kepada negara, terutama untuk masyarakat.

Selain itu, Erick juga mengapresiasi layanan Ferizy yang merupakan bentuk transformasi digitalisasi ASDP dalam memberikan kemudahan kepada pengguna jasa penyeberangan untuk melakukan reservasi dan pembelian tiket secara daring.


 

LANGKAH TEPAT

Pakar Maritim dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Saut Gurning, menilai usaha IPO ASDP merupakan hal yang positif guna lebih mengembangkan potensi bisnis yang ada lewat penggalangan dana pasar nasional dan tak bergantung lagi pada dana pemerintah.

"Kekuatan pangsa pasar sekitar 30 persen dari sekitar 20 lintasan penyeberangan komersial nasional plus layanan di 34 pelabuhan penyeberangan memang menjadi modal penting ASDP selama ini. Dengan demikian, kebutuhan ekspansi efisiensi dan daya saing jelas akan tetap lebih fokus pada aras usaha pelayaran penyeberangan hingga layanan interface di pelabuhan," jelasnya kepada Bisnis, Rabu (9/3).

Lebih lanjut, layanan penyeberangan jarak jauh atau LDF mungkin berpotensi dikembangkan perseroan selain layanan lintasan jarak pendek yang sudah menjadi andalan.

Seiring transformasi tersebut, Saut menilai ke depan jenis jasa yang bakal mendominasi yakni lebih banyak pada pengangkutan barang. Hal ini memiliki konsekuensi bersaing dengan komunitas angkutan laut yang memang sudah fokus pada angkutan barang.

"Terutama peralihannya dari kluster three in one ASDP yaitu penumpang, kendaraan, dan barang apakah tetap dengan pola yang sama atau bertransformasi kepada kekuatan angkutan barang utamanya atau bagaimana, akan menjadi isu yang menarik," katanya.

Tentu, secara praktis manajemen ASDP akan melihat nilai tambah atau kontribusi komersialnya seperti apa di masa mendatang. Bergerak sebagai operator kapal dan pengelola pelabuhan, ASDP sudah memegang posisi dominan pada kedua bisnis inti perusahaannya tersebut.

Kendati demikian, menurutnya, tantangan ASDP datang dari berbagai perubahan kebijakan pemerintah khususnya preferensi atas ASDP akan menjadi variabel kuat dan tidaknya posisi komersial ASDP.

"Untuk itu ASDP perlu mulai bergerak merubah korporasinya lebih business like khususnya pada kinerja operasi, keandalan jasa yang terdiri atas waktu, frekuensi, dan biaya, serta nilai tambah dan manfaat baik pemerintah, pemilik kendaraan, penumpang dan pemilik kargo," urainya.

Lebih lanjut, Saut melihat secara makro, dengan masuknya ASDP dalam catatan IPO nasional menambah jajaran emiten pelayaran dan maritim yang makin berkembang mengeksplorasi lantai bursa sebagai sumber-sumber pendanaan non-tradisional.

"Ekspektasinya tentu berbagai praktek bisnis yang lebih pro pada aspek komersial akan terus mendorong ASDP lebih efisien, handal, dan memberi manfaat secara ekonomi dan bisnis," katanya.

Adapun, IPO ASDP Indonesia Ferry ditargetkan dapat terealisasi pada kuartal IV/2022 mendatang. Namun, jadwal tersebut masih akan disesuaikan dengan kondisi pasar, serta strategi dan pengambilan waktu yang tepat, mengingat terdapat beberapa entitas BUMN yang akan juga masuk ke pasar modal.

Salah satu poin yang menjadi pertimbangan adalah kemungkinan menerapkan mekanisme opsi lelang tambahan atau greenshoe option saat IPO. Opsi ini dapat digunakan untuk mengantisipasi jika terjadi kelebihan permintaan di pasar.


"Namun masih terlalu dini bagi ASDP untuk memutuskannya saat ini. Sambil berjalannya proses IPO, kami akan terus melihat perkembangan pasar," kata Djunia.

ASDP Indonesia Ferry akan memperhatikan dua hal penting sebelum melakukan opsi itu. Pertama, persepsi calon investor terhadap ASDP, yang akan menentukan valuasi dari pasar.

Hal inilah yang menjadi fokus saat ini untuk terus memberikan edukasi kepada calon investor terkait model bisnis unik dan prospek ASDP.

Kedua, kondisi pasar modal dan IHSG saat menjelang IPO. Saat ini, ASDP akan terus memantau dampak pandemi Covid-19 yang bakal bergeser menjadi endemi terhadap pasar. Perseroan juga akan memerhatian perkembangan sentimen global, seperti suku bunga, tensi geopolitik, dan harga komoditas.

"Selain melihat kedua hal tadi, tentunya dalam penetapnya kami perlu berkoordinasi dengan pemegang saham dan underwriter," katanya.

Djunia memproyeksikan perolehan dana dari IPO sekitar Rp3,5-–Rp4 triliun yang akan digunakan untuk melaksanakan bagian dari strategi ASDP dalam rangka menjadi perusahaan kelas dunia.

"Yaitu dengan menambahkan fasilitas kapal dan pelabuhan serta dukungan fasilitas lainnya, untuk mendukung pencapaian target kinerja 5 tahun ke depan," katanya.

Harapannya, IPO akan memberikan kemampuan keuangan berkesinambungan secara mandiri dan efisien, sehingga menjadikan ASDP memimpin di bidang usahanya termasuk dalam pasar modal pada sektornya.

(Reporter: Rinaldi M. Azka)

Editor: Emanuel Berkah Caesario
company-logo

Lanjutkan Membaca

Bakal Akhiri Puasa IPO BUMN, Daya Tarik ASDP Ferry Diuji

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ